Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluation of the Recreational Function at the Keren Mo'odu Park, Gorontalo City Suleman Rauf; Edward Syarif; M. Yahya
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 7 No. 1 (2023): May
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol7.iss1.art3

Abstract

The high mobility of urban life requires alternative places that are close for recreation. Keren Mo'odu Park is the right choice to be used as a recreational facility because of its location in the Gorontalo City area. Keren Mo'odu Park is one of the most visited Green Open Spaces in Gorontalo City, this raises several problems including the cleanliness of the park which is not maintained, damaged garden lights cause visitors to feel uncomfortable because the condition of the park is dark at night and is often used as a park dating place. This study uses a rationalistic paradigm with qualitative methods and qualitative descriptive analysis techniques, aiming to evaluate the function of Keren Mo'odu Park as a recreational facility. The results showed that the function of Keren Mo'odu Park as a recreation area had been running well and was in accordance with the standard of green open space functions.Keywords: Green Open Spaces; Gorontalo City; Recreational Function.
ANALISIS ARSITEKTUR LANSKAP TAMAN RTH KOTA TENGAH GORONTALO DITINJAU DARI ASPEK EKOLOGIS, ESTETIKA, DAN KEBERLANJUTAN Faridah Idha; Suleman Rauf; Tio Prasetyo Les
JAMBURA Journal of Architecture Vol 8, No 1 (2026): Vol 8, No 1 (2026) JJoA : Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v8i1.38460

Abstract

ABSTRACT. Green Open Space (GOS) is a crucial element in the urban spatial system, serving to maintain ecological balance, enhance the aesthetic quality of the environment, and provide public space for community social activities. Landscape architecture is a crucial approach to designing and evaluating outdoor spaces through the integration of natural and artificial elements oriented towards function, aesthetics, and environmental sustainability. The Gorontalo Central City Green Open Space Park is one such public green open space that plays a strategic role as a social interaction space and a recreational facility for the community.This study aims to analyze the architectural quality of the Central City Green Open Space Park based on ecological, aesthetic, and sustainability aspects. The method used was descriptive qualitative through field observation, documentation, and questionnaires. Primary data were obtained from 50 respondents, active park users, selected using a purposive sampling technique. Data analysis was conducted descriptively by calculating the average score of the questionnaire results using a Likert scale of 1–5, then categorizing them into levels ranging from very poor to very good. Assessment parameters included vegetation condition, shade, and area infiltration for ecological aspects; vegetation arrangement, visual composition, and landscape elements for aesthetic aspects; and park maintenance, waste management, and supporting facilities for sustainability aspects.The results of the study showed that the ecological aspect obtained an average score of 3.68 (good), the aesthetic aspect 3.42 (good), and the sustainability aspect 2.96 (sufficient). Overall, the Central City Green Open Space Park has quite good landscape quality, but still needs improvement, especially in the sustainability aspect, particularly in the management and maintenance of the park. ABSTRAK. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam sistem ruang kota yang berfungsi menjaga keseimbangan ekologis, meningkatkan kualitas estetika lingkungan, serta menyediakan ruang publik bagi aktivitas sosial masyarakat. Arsitektur lanskap menjadi pendekatan penting dalam merancang dan mengevaluasi ruang luar melalui integrasi elemen alami dan buatan yang berorientasi pada fungsi, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Taman RTH Kota Tengah Gorontalo merupakan salah satu ruang terbuka hijau publik yang memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas arsitektur Taman RTH Kota Tengah berdasarkan aspek ekologis, estetika, dan keberlnjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan kuesioner. Data primer diperoleh dari 50 responden pengguna aktif taman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata hasil kuesioner menggunakan skala Likert 1–5, kemudian diklasifikasikan ke dalam tingkat penilaian sangat kurang hingga sangat baik. Parameter penilaian meliputi kondisi vegetasi, keteduhan, dan resapan kawasan pada aspek ekologis; penataan vegetasi, komposisi visual, dan elemen lanskap pada aspek estetika; serta pemeliharaan taman, pengelolaan sampah, dan fasilitas pendukung pada aspek keberlanjutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ekologi memperoleh nilai rata-rata 3,68 (baik), aspek estetika 3,42 (baik), dan aspek keberlanjutan 2,96 (cukup). Secara keseluruhan, Taman RTH Kota Tengah memiliki kualitas lanskap yang cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek keberlanjutan, khususnya dalam pengelolaan dan pemeliharaan taman. 
Redesain Terminal Doloduo Di Kabupaten Bolaang Mongondow Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Zhurzan Jafar; Amru Siola; Suleman Rauf
Venustas Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/t8stt475

Abstract

Terminal Doloduo di Kabupaten Bolaang Mongondow merupakan salah satu fasilitas transportasi yang melayani pergerakan masyarakat, baik di dalam wilayah kabupaten maupun antar daerah. Namun, perkembangan rute transportasi serta peningkatan mobilitas menyebabkan terminal ini tidak lagi memenuhi standar fungsional Terminal Tipe C. Kondisi tersebut menuntut adanya peningkatan kapasitas, kualitas, serta kelengkapan fasilitas menuju standar Terminal Tipe B. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan, wawancara, serta pengumpulan data sekunder melalui studi literatur dan kajian regulasi untuk merancang ulang (redesain) Terminal Doloduo dengan pendekatan arsitektur kontemporer. Pendekatan ini dipilih karena mampu menghadirkan fleksibilitas desain, pemanfaatan material dan teknologi modern, pencahayaan alami, penghawaan optimal, serta kualitas ruang yang nyaman, efisien, dan estetis. Redesain ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi terminal secara keseluruhan dan memberikan pengalaman ruang yang lebih baik bagi pengguna.