Ahmad Safii
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STANDARISASI TAHSIN GURU UNTUK PENINGKATAN KELULUSAN UJIAN TAHSIN SISWA SDIT SALSABILA 2 KLASEMAN SLEMAN Ahmad Safii; M. Rofi Fauzi
Waniambey: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2024): Juni, Waniambey: Journal of Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53837/waniambey.v5i1.1041

Abstract

How to read the Qur'an in one educational institution if it is not standardized will cause obstacles. The Qur'an has a variety of ways of reading (qiro'at), among which are qiro'at sab'ah (seven) and 'asyroh (ten). In Indonesia qiro'at masyhuroh refers to Imam 'Ashim al-Kufi narrated by Imam Hafs.  Many methods of reading the Qur'an have emerged, for example Al-Baghdadi, Iqro', Qiroati, Yanbu'a, Ummi, or others that have their own foundations and refer to qiro'at masyhuroh, so it becomes important for educational institutions to choose the right tahsin standards in order to better measure the final achievement of graduates. This study aims to describe the implementation of the Tahsin Standardization program for teachers to boost the pass rate of student tahsin exams at SDIT Salsabila 2 Klaseman which is still relatively low. The hope is to be able to be an inspiration for educational institutions or educational activists who have the same problem. This research is a type of case-based qualitative descriptive research. The subjects of his research were principals, salaried teachers and tahsin examining teachers. Data collection is carried out by means of observation, interviews and documentation. The results showed that all salaried teachers and tahsin examiners were gathered for deliberations to determine school tahsin standards. After that, the Tahsin Standardization program was implemented for each teacher to pay once a week to the tahsin examiner teacher. Time to adjust the teacher's blank hours. This program makes the frequency of tahsin of all teachers the same as the examiner so that it can boost the pass rate of students during the tahsin exam
Edukasi Jajanan Sehat Pada Anak Usia Sekolah Simamora, Asnil Adli; Febrina Angraini Simamora; ahmad safii; Kombang Ali Yasin; Dola Angreni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1952

Abstract

Salah satu metode dalam meningkatkan kualitas dalam tumbuh kembang pada anak usia sekolah dengan memberikan jajanan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama beraktivitas belajar di sekolah, Indonesia sendiri cukup banyak tersedia jajanan untuk anak usia sekolah dilingkungan sekolah. Namun disayangkan cukup banyak jajanan yang kurang sehat untuk kesehatan anak usia sekolah bila ditinjau dari warna jajanan dan bahan-bahan yang digunakan. SD Negeri 01 Kayu Laut, panyabungan Selatan menghadapi masalah serupa terkait pedagang jajanan di sekitar sekolah, di mana warung tersebut tidak memenuhi standar yang ditetapkan untuk camilan yang aman. Melihat kondisi seperti ini, maka perlu dilakukan penyuluhan mengenai Jajanan yang sehat pada anak usia sekolah, dengan memberikan edukasi bagaimana memilih jajanan yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi terhadap pentingnya jajanan sehat pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dan sosialisasi terkait jajanan sehat yang di rancang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan jumlah peserta adalah 35 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan anak usia sekolah dalam memilih jajanan sehat, tersedianya tempat jajanan yang bersih dan sehat sehingga anak tidak jajan sembarangan diluar lingkungan sekolah.