Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI BUDIDAYA BAWANG PUTIH (Allium sativum) PADA DATARAN RENDAH DI DESA TANJUNG PERING Susilawati Susilawati; M. Umar Harun; Marlina Marlina; Marieska Verawaty; Rofiqoh Purnama Ria; Yakup Yakup; Fitra Gustiar; Erna Siaga; Tri Putri Nur
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1274-1280

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya bawang putih pada dataran rendah. Bawang putih merupakan tanaman satu famili dengan bawang merah yaitu Amaryllidaceae dan genus Allium, namun memiliki syarat tumbuh yang berbeda. Tanaman bawang putih tumbuh optimal di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl. Teknik budidaya yang telah dilakukan tim didapatkan bahwa bawang putih dapat tumbuh dan berproduksi di dataran rendah.  Oleh karena itu, melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan minat petani melakukan budidaya tanaman bawang putih. Sosialisasi ini sejalan dengan Program Unggulan Universitas Sriwijaya yaitu Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendampingan bagi masyarakat di lingkungan sekitar kampus, dan menambah wawasan bagi petani tentang budidaya bawang putih.  Salah desa yang berada disekitar kampus Universitas Sriwijaya Indralaya, dengan jarak ± 3 km adalah Desa Tanjung Pering, dimana sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani sayur seperti cabai, timun, terong, labu, kacang panjang, kangkung, kemangi dan jagung.  Metode pelaksanaannya berupa pendampingan cara teknik budidaya tanaman bawang putih dengan pembuatan demonstrasi plot. Setelah Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pendampingan dan demonstrasi plot dapat menumbuhkan minat petani mencoba melakukan budidaya bawang putih. Hasil dari kegiatan ada peningkatan pemahaman petani mengenai teknik budidaya bawang putih dan kemampuan tumbuh bawang putih di dataran rendah. Simpulan kegiatan, masyarakat tertarik untuk mencoba melakukan budidaya tanaman bawang putih di Desa Tanjung Pering
Studi Komparatif Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Aglaonema (Aglaonema commutatum) Varietas Lady Gaga Lya Nailatul Fadilah; Strayker Ali Muda; Irmawati Irmawati; Putri Olivia Anggraini; Zaidan Zaidan; Entis Sutisna Halimi; Fitri Ramadhani; Santa Maria Lumbantoruan; Muhardianto Cahya; Tri Putri Nur
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.590

Abstract

Aglaonema commutatum or aglaonema is an ornamental leaf plant. In Indonesia, it is populary referred to as Sri Rejeki. Aglaonema variety Lady Gaga has high aesthetic value and demand by many people because its distinctive patterns and colors. The success of aglaonema cultivation is influenced by the composition of growing medium used. This study aims to determine the best planting medium composition through a comparative study. The research was conducted from July to September 2023 in Palembang City. Was arranged based on Randomized Block Design, consisting of three treatments: volcanic sand (M0), volcanic and rice husk 1:1 v/v (M1), and volcanic sand and risk husk 1:2 v/v (M2). The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The result of this study showed that the use volcanic and rice husk 1:1 v/v (M1) significantly enhanced all growth parameters, including the number of leaves, leaf length, leaf width, and new leaf growth; and parameters related to visual color and quality grade, namely parameters color, brightness, shape and size, also aglaonema leaf motif. In addition, direct sunlight also effect the color, brightness, and leaf motif of aglaonema var. Lady Gaga which is increasingly fading. Therefore, it is recommended that aglaonema cultivation be carried out in shaded areas that not exposed to direct sunlight.
Integration of Biochar-Banana Stem Compost: An Agronomic-Economic Evaluation for Brazilian Spinach Cultivation on Peat Soil Shabilla Amartiya Sari; Tri Putri Nur; Lisa Amelia; Nuni Gofar
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.618

Abstract

In addition to food crops, peatland also has potential for vegetable farming, such as Brazilian spinach. The aim of this study is to determine the most effective combination of banana stem biochar and banana stem compost doses for the growth and production of Brazilian spinach, as well as to analyze the feasibility of farming on peat soil. The research was conducted from October 2024 to March 2025 on land owned by farmers in Banyu Urip Village, Tanjung Lago District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The Complete Randomized Factorial Design (CRFD) method was used in the study and consisted of two factors. The first factor was the dose of banana stem biochar: 5, 10, 15 tons/ha. The second factor was the dose of banana stem compost: 10, 20, 30, 40 tons/ha. Based on the results, the application of a combination of biochar and banana stem compost interacted significantly in increasing plant height (cm) and number of leaves (pieces) at 3 WAP and 4 WAP, as well as the fresh weight of Brazilian spinach plants at harvest. The length and fresh weight of Brazilian spinach roots at harvest were influenced by the main factors of banana stem biochar and banana stem compost. The combination of banana stem biochar and compost did not significantly increase the pH of peat soil. Based on the farming analysis, Brazilian spinach is viable to cultivate and provides the highest profit by applying 15 tons ha⁻¹ of banana stem biochar combined with 30 tons ha⁻¹ of banana stem compost.
Soil Characteristics in Rubber, Oil Palm, and Arboretum Ecosystems: A Case Study at the Sriwijaya University Experimental Garden Tri Putri Nur; Shabilla Amartiya Sari; Nuni Gofar
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 10 No. 2 (2026): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 10 (2) Juni 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v10i2.16521

Abstract

Karakteristik tanah merupakan indikator vital dalam menentukan kesuburan dan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan sifat fisika serta biologi tanah pada tiga tipe penggunaan lahan (Arboretum, Karet, dan Kelapa Sawit) di Kebun Percobaan Universitas Sriwijaya. Penelitian dilakukan pada Juli-September 2023 di lahan percobaan dan Laboratorium Kimia, Biologi, dan Kesuburan Tanah Jurusan Tanah Universitas Sriwijaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, studi ini mengungkapkan perbedaan profil tanah yang signifikan antar lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di lokasi arboretum dan kelapa sawit memiliki warna tanah black (10YR2/1) dan lokasi lahan karet berwarna very dark brown (10YR2/2). Lahan karet mendominasi kualitas fisik dengan kadar air, porositas, dan bulk density tertinggi, serta laju permeabilitas tercepat (11,07 cm/jam). Lahan kelapa sawit unggul dalam aktivitas mikrobiologi, ditandai dengan populasi bakteri tertinggi (1,01 x 109 CFU/g) dan total spora mikoriza terbanyak (400 spora/100g), meskipun respirasi tanah tertinggi ditemukan pada lahan karet (14,06 mg/hari). Lahan arboretum memiliki kekayaan jenis makrofauna tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan sawit memiliki keunggulan karakteristik biologi, sedangkan lahan karet lebih optimal secara fisik. Studi ini juga mengonfirmasi korelasi erat antara parameter fisik tanah dengan aktivitas biota tanah.