Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Konsumsi Rokok dan Produksi Tembakau Terhadap Ekspor Tembakau Di Indonesia Tahun 2004-2024 Muhammad Aldi Akbar; Armin Rahmansyah Nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi tembakau dan konsumsi rokok terhadap volume ekspor tembakau Indonesia selama periode 2004 hingga 2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan regresi linier berganda dengan estimasi OLS pada data sekunder tahunan 21 observasi dari BPS. Uji asumsi klasik (normalitas Jarque-Bera, autokorelasi Breusch-Godfrey, multikolinearitas VIF, heteroskedastisitas Breusch-Pagan-Godfrey) menunjukkan bahwa residual terdistribusi normal, bebas autokorelasi, bebas multikolinearitas (VIF<10), dan homoskedastisitas, sehingga estimasi OLS bersifat BLUE. Hasil uji simultan (F-statistic=26,38; p=0,000004) membuktikan bahwa produksi tembakau dan konsumsi rokok secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ekspor tembakau dengan adjusted R-squared sebesar 71,74%, artinya kedua variabel independen mampu menjelaskan 71,74% variasi ekspor. Secara parsial, konsumsi rokok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekspor (koefisien -0,323; p=0,0001), mengindikasikan bahwa setiap kenaikan konsumsi rokok 1 ton menurunkan volume ekspor sekitar 0,32 ton karena berkurangnya surplus produksi untuk pasar internasional (efek crowding-out). Sebaliknya, produksi tembakau tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor (p=0,5581), menunjukkan peningkatan produksi domestik belum tentu diikuti peningkatan ekspor akibat tingginya serapan pasar rokok dalam negeri yang bahkan mengharuskan Indonesia mengimpor tembakau. Penelitian ini mengonfirmasi adanya efek crowding-out permintaan domestik terhadap kinerja ekspor tembakau Indonesia. Implikasi kebijakan: pemerintah perlu melakukan evaluasi cukai hasil tembakau dan diversifikasi produk tembakau olahan bernilai tambah tinggi.
PENGARUH PENGANGGURAN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN TERHADAP KEMISKINAN SUMATERA UTARA MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI Noubel Putra Nainggolan; Dafa Ariza; Muhammad Aldi Akbar; Radja Marihat Batubara; Eko Wahyu Nugrahadi
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol. 13 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v13i1.1945

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pengangguran dan ketimpangan pendapatan terhadap kemiskinan dengan mempertimbangkan peran pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara selama periode 2018-2023. Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran yang tinggi berkontribusi terhadap peningkatan kemiskinan, sementara ketimpangan pendapatan memperburuk kondisi sosial ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara, meskipun meningkat pasca pandemi, masih dipengaruhi oleh sektor-sektor tertentu seperti pertanian dan perdagangan. Temuan ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih inklusif untuk mengurangi ketimpangan dan memperluas lapangan kerja untuk mengentaskan kemiskinan. Kata kunci : Pengangguran, Ketimpangan Pendapatan, Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional Dan Perbankan Syariah Angelina Rolas Olivia Naibaho; Daniel Sanggam Luhutan; Diva Alnaya; Muhammad Aldi Akbar; Hasyim Hasyim
Jurnal Kewirausahaan Cerdas dan Digital Vol. 1 No. 3 (2024): Juni: Jurnal Kewirausahaan Cerdas dan Digital
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jukerdi.v1i3.103

Abstract

The purpose of this study is to assess the comparative financial performance between conventional and Islamic banks in Indonesia by considering factors such as profitability, liquidity, operational efficiency, and credit risk. Using a qualitative approach and literature review method from various credible sources, the results show that conventional banks tend to use ROA, ROE, CIR, and NIM as the main profitability indicators; Islamic banks also use NPF and FDR. CAR and NIM affect Islamic banks' profitability positively against ROA, while BOPO affects conventional banks' ROA negatively. In terms of liquidity, Islamic banks have an advantage due to the yield principle applied. This is indicated by the current ratio, quick ratio, money ratio, and loan-to-deposit ratio, which show their ability to meet short-term obligations better compared to conventional banks. BOPO shows the operational efficiency of Islamic banks thanks to the principles of fairness and sustainability, while conventional banks excel in revenue management from assets and investor capital. The profit-sharing system in Islamic banks lowers credit risk compared to conventional banks. Although the operating principles of the two types of banking are different, this study found that each type of banking exhibits strengths and weaknesses in terms of profitability, liquidity, efficiency, and credit risk. It is hoped that these results will aid the growth of the Indonesian banking industry and help bank management and relevant stakeholders make informed decisions.