Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Persediaan yang Efektif untuk Meningkatkan Efisiensi Rumah Sakit Nailul Fithri Arrasily; Tri Jenny Minarsih; Budi Hartono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7452

Abstract

Manajemen persediaan merupakan salah satu komponen strategis dalam pengelolaan rumah sakit karena berkaitan erat dengan efisiensi biaya operasional, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien. Rumah sakit mengalokasikan proporsi anggaran yang besar untuk pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai, sehingga diperlukan sistem pengelolaan persediaan yang efektif, terencana, dan berbasis data. Ketidaktepatan dalam pengelolaan persediaan, baik dalam bentuk kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (understock), dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pemborosan anggaran akibat obat kedaluwarsa dan stok mati, serta terganggunya kontinuitas pelayanan medis akibat ketiadaan item kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen persediaan dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan nasional yang relevan dengan sistem logistik dan manajemen persediaan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pengendalian persediaan yang sistematis dan ilmiah, seperti analisis ABC–VEN, Economic Order Quantity (EOQ), penetapan safety stock dan reorder point, serta integrasi sistem persediaan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), terbukti mampu mengurangi pemborosan biaya, menekan risiko obat kedaluwarsa, dan menjamin ketersediaan item yang berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. Selain meningkatkan efisiensi biaya, manajemen persediaan yang efektif juga berkontribusi terhadap kelancaran pelayanan dan stabilitas operasional rumah sakit. Dengan demikian, manajemen persediaan yang terintegrasi, berbasis data, serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi informasi yang memadai merupakan strategi penting dalam meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan, dan keberlanjutan rumah sakit, khususnya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional dengan sistem pembayaran INA-CBGs.
Analysis of malaria control program implementation at the Riau Provincial Health Office Viras Vitriani; Budi Hartono; Anusirwan Anusirwan
Riset Informasi Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v15i1.1081

Abstract

Background: The emergence of malaria outbreaks (Extraordinary Events/KLB) in certified elimination areas in Riau Province highlights persistent programmatic challenges. This study aims to assess the implementation of the malaria control program at the Riau Provincial Health Office, identify key barriers, and propose recommendations to enhance program effectiveness. Method: This study used a qualitative descriptive design with data collection through in-depth interviews, field observations, and analysis of related documents. Data analysis was carried out using a problem-solving cycle approach and Fishbone diagrams to identify the root causes of the problem. Results: Showed that the main obstacles in program implementation included low public awareness, limited budget, suboptimal policy implementation, and inadequate cross-sector coordination. The recommendations produced include increasing cross-sector collaboration, technical training for program holders, forming budget policy, intensive education and active community involvement, also strengthening sanitation infrastructure. Conclusion: The malaria control program in Riau Province requires a sustainable strengthening strategy to maintain malaria elimination status, especially with a community-based approach and increased multi-sector coordination.