Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial sebagai Alat Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Era Digital Tri Jenny Minarsih; Nailul Fithri Arrasily; Budi Hartono; Alfani Ghutsa Daud
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6017

Abstract

Media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama masyarakat di era digital. Di Indonesia, penetrasi internet mencapai 73–74% dari populasi (sekitar 202–205 juta pengguna), dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial pada awal 2022. Artikel literatur ini mengkaji pemanfaatan media sosial oleh rumah sakit sebagai alat promosi kesehatan. Berdasarkan analisis dari artikel jurnal (2013–2025), ditemukan bahwa sebagian besar rumah sakit di Indonesia memanfaatkan platform media sosial (terutama Instagram dan Facebook) untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat. Strategi yang umum digunakan meliputi pembuatan konten edukatif oleh tim promosi kesehatan yang melibatkan tenaga ahli. literatur juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk risiko misinformasi kesehatan dan rendahnya keterlibatan bermakna. Hasil studi menunjukkan efektivitas media sosial dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, terutama pada segmen muda, dengan biaya promosi yang relatif rendah. Namun, tingkat engagement (misalnya like atau komentar) akun rumah sakit masih tergolong rendah (sekitar 1–2%). Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi besar sebagai media promosi kesehatan rumah sakit di era digital, asalkan didukung konten berkualitas dan manajemen yang baik.
Manajemen Persediaan yang Efektif untuk Meningkatkan Efisiensi Rumah Sakit Nailul Fithri Arrasily; Tri Jenny Minarsih; Budi Hartono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7452

Abstract

Manajemen persediaan merupakan salah satu komponen strategis dalam pengelolaan rumah sakit karena berkaitan erat dengan efisiensi biaya operasional, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien. Rumah sakit mengalokasikan proporsi anggaran yang besar untuk pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai, sehingga diperlukan sistem pengelolaan persediaan yang efektif, terencana, dan berbasis data. Ketidaktepatan dalam pengelolaan persediaan, baik dalam bentuk kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (understock), dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pemborosan anggaran akibat obat kedaluwarsa dan stok mati, serta terganggunya kontinuitas pelayanan medis akibat ketiadaan item kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen persediaan dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan nasional yang relevan dengan sistem logistik dan manajemen persediaan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pengendalian persediaan yang sistematis dan ilmiah, seperti analisis ABC–VEN, Economic Order Quantity (EOQ), penetapan safety stock dan reorder point, serta integrasi sistem persediaan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), terbukti mampu mengurangi pemborosan biaya, menekan risiko obat kedaluwarsa, dan menjamin ketersediaan item yang berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. Selain meningkatkan efisiensi biaya, manajemen persediaan yang efektif juga berkontribusi terhadap kelancaran pelayanan dan stabilitas operasional rumah sakit. Dengan demikian, manajemen persediaan yang terintegrasi, berbasis data, serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi informasi yang memadai merupakan strategi penting dalam meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan, dan keberlanjutan rumah sakit, khususnya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional dengan sistem pembayaran INA-CBGs.
Evaluasi Screening Dokumen Verifikasi Internal Dalam Menentukan Kodingan Di Era Bpjs Tri Jenny Minarsih; Herniwanti Herniwanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8060

Abstract

The implementation of the National Health Insurance (JKN) system through BPJS Kesehatan requires accurate diagnosis and procedure coding to ensure appropriate claim reimbursement. Inaccurate coding and incomplete medical documentation often lead to pending and disputed claims, affecting hospital financial sustainability. This study aimed to evaluate the internal verification document screening process in determining BPJS claim coding at Hospital X and to formulate improvement strategies. A qualitative approach using SWOT analysis was applied to identify internal and external factors influencing the coding and verification process. Data were collected through interviews, document review, and SWOT questionnaires, and analyzed using IFAS and EFAS matrices. The results indicated that internal weaknesses were more dominant, particularly related to coder competency, documentation completeness, and manual screening processes, while external opportunities included regulatory support, coding training availability, and health information technology development. The SWOT analysis placed Hospital X in Quadrant III (Weakness–Opportunity), indicating that leveraging external opportunities to address internal weaknesses is essential to improve coding accuracy and reduce pending and disputed BPJS claims.