Manajemen persediaan merupakan salah satu komponen strategis dalam pengelolaan rumah sakit karena berkaitan erat dengan efisiensi biaya operasional, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien. Rumah sakit mengalokasikan proporsi anggaran yang besar untuk pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai, sehingga diperlukan sistem pengelolaan persediaan yang efektif, terencana, dan berbasis data. Ketidaktepatan dalam pengelolaan persediaan, baik dalam bentuk kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (understock), dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pemborosan anggaran akibat obat kedaluwarsa dan stok mati, serta terganggunya kontinuitas pelayanan medis akibat ketiadaan item kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen persediaan dalam meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan nasional yang relevan dengan sistem logistik dan manajemen persediaan rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pengendalian persediaan yang sistematis dan ilmiah, seperti analisis ABC–VEN, Economic Order Quantity (EOQ), penetapan safety stock dan reorder point, serta integrasi sistem persediaan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), terbukti mampu mengurangi pemborosan biaya, menekan risiko obat kedaluwarsa, dan menjamin ketersediaan item yang berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. Selain meningkatkan efisiensi biaya, manajemen persediaan yang efektif juga berkontribusi terhadap kelancaran pelayanan dan stabilitas operasional rumah sakit. Dengan demikian, manajemen persediaan yang terintegrasi, berbasis data, serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi informasi yang memadai merupakan strategi penting dalam meningkatkan efisiensi, mutu pelayanan, dan keberlanjutan rumah sakit, khususnya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional dengan sistem pembayaran INA-CBGs.
Copyrights © 2026