Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMUPUK NILAI ANTI KORUPSI MELALUI POHON INTEGRITAS Afliana Bety; Yulsy Marselina Nitte; Jhon Enstein; Dortia Snae; Helena Soinbala; Maria Anna Odilia Suri; Oka F S. Ndun; Ria Anabokay
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v4i1.1205

Abstract

AbstrakKorupsi adalah tindakan yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atau posisi dalam suatu jabatan atau organisasi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok, dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum atau etika. Tindakan korupsi melibatkan penerimaan atau pemberian suap, penyalahgunaan dana publik, nepotisme, kolusi, dan praktik-praktik lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip integritas dan transparansi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa tentang pendidikan antikorupsi Aku Anak yang jujur,disiplin dan bertanggung jawab pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan lebih efektif karena dapat merubah sikap, mental, yang terjadi pada diri seseorang dan melalui jalur ini lebih tersisten serta lebih mudah diukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi. Oleh karena itu penanaman sikap anti korupsi merupakan hal yang wajib dan harus ditanamkan mulai dari usia dini pada lingkungan sekolah. Kata Kunci : nilai, anti korupsi, pohon integritas Abstract Corruption is an act that involves the abuse of power or position in an office or organization for personal or group gain, in a manner that is not in accordance with the law or ethics. Corrupt acts involve accepting or giving bribes, misuse of public funds, nepotism, collusion, and other practices that go against the principles of integrity and transparency. The method used is socialization to students about anti-corruption education. I am an honest, disciplined and responsible child. Anti-corruption education through educational channels is more effective because it can change attitudes, mentality, which occurs in a person and through this channel it is more consistent and easier to measure, namely changes in anti-corruption behavior. Therefore, the cultivation of anti-corruption attitudes is mandatory and must be instilled from an early age in the school environment. Keywords: bribery, nepotism, personal gain, collusion.  
Pengaruh Media Puzzle Suku Kata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Kelas I SD GMIT Kuanino 3 Kota Kupang Dortia Snae; Chintia M.P. Ati; Kristina E. Noya Nahak
Jurnal Paramaedutama Vol 3 No 3 (2026): Jurnal Paramaedutama | Maret - Mei 2026
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD GMIT Kuanino 3 Kota Kupang, yang ditunjukkan oleh kesulitan dalam mengenal huruf, mengeja suku kata, membaca kata sederhana, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media puzzle suku kata terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 siswa kelas I yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa tes objektif sebanyak 10 soal yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari pretest 52,78 menjadi posttest 86,11. Uji t menghasilkan nilai thitung = 3,939 > ttabel = 2,101 (sig. 0,000 < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle suku kata berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD GMIT Kuanino 3 Kota Kupang.