Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of the Philosophy for Children Approach to Build Critical Thinking Skills: A Case Study in Elementary School Diki Somantri; Yusuf Tri Herlambang; Dinie Anggraeni Dewi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p309-324

Abstract

Abstract: The 21st century demands critical thinking skills, a competence often underdeveloped by conventional elementary teaching methods. This creates a significant gap, particularly in contexts like Indonesia's Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) regions where students are vulnerable to misinformation. This qualitative case study thus aimed to analyze how the "Philosophy for Children" (P4C) approach, integrated within a Problem-Based Learning (PBL) model, can cultivate critical thinking skills in elementary school students. The research involved 10 sixth-grade students and the researcher as a teacher-facilitator. Data were collected over three learning sessions via participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that this P4C-PBL implementation effectively fostered critical thinking, manifesting in three central themes: (1) a cognitive shift from passive information reception to critical inquiry and skepticism towards media messages; (2) an evolution in thought from personal issues to nuanced ethical reasoning and collaborative action; and (3) the teacher's pivotal role as an architect of a democratic and humanist learning community. This study underscores the urgent need for a pedagogical paradigm shift in primary education to empower students with robust critical thinking capabilities. Abstrak: Abad ke-21 menuntut keterampilan berpikir kritis, suatu kompetensi yang seringkali kurang berkembang akibat metode pengajaran konvensional di tingkat sekolah dasar. Hal ini menciptakan kesenjangan yang signifikan, terutama di wilayah-wilayah seperti Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Indonesia, di mana siswa rentan terhadap informasi yang menyesatkan. Studi kasus kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan “Filsafat untuk Anak-Anak” (P4C), yang diintegrasikan dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas enam dan peneliti sebagai guru fasilitator. Data dikumpulkan selama tiga sesi pembelajaran melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa implementasi P4C-PBL ini secara efektif mengembangkan pemikiran kritis, yang tercermin dalam tiga tema utama: (1) pergeseran kognitif dari penerimaan informasi pasif menjadi penyelidikan kritis dan skeptisisme terhadap pesan media; (2) perkembangan pemikiran dari masalah pribadi menjadi penalaran etis dan tindakan kolaboratif; dan (3) peran sentral guru sebagai arsitek komunitas belajar demokratis dan humanis. Studi ini menekankan kebutuhan mendesak akan pergeseran paradigma pedagogis dalam pendidikan dasar untuk memberdayakan siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang kokoh.
Usability Scale to Measure the Acceptability of Interactive Learning Media for Ratio Material in Grade VI Diki Somantri; Yunus Abidin; Dede Tri Kurniawan; Dinie Anggraeni Dewi
Edu Komputika Journal Vol. 12 No. 2 (2025): Edu Komputika Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukom.v12i2.35761

Abstract

Mathematics learning, particularly for abstract topics such as ratios, requires a transition from additive to multiplicative thinking, which is often challenging to visualize. To support teachers, an Interactive Learning Media (ILM-Ratio) was developed using Canva to ensure accessibility and ease of content modification. Before measuring student effectiveness, it is crucial to assess the media's technical acceptability from the teachers' perspective, as they are the primary gatekeepers of classroom technology. This study aims to evaluate the usability of ILM-Ratio using the System Usability Scale (SUS). A total of 47 sixth-grade teachers participated by simulating a teaching session using the media. The SUS calculation yielded an average score of 90 (Grade A), categorized as "Excellent." This score indicates that ILM-Ratio possesses high usability and imposes minimal technical burden on teachers. These findings suggest that the media is technically robust and ready for classroom implementation to support the visualization of ratio concepts.
Revitalisasi Cerita Rakyat Cirebon-Indramayu dalam Penguatan Literasi Siswa Sekolah Dasar Diki Somantri; Dinie Anggraeni Dewi
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7029

Abstract

Penguasaan literasi di sekolah dasar merupakan fondasi krusial, namun tantangan dalam peningkatannya di Indonesia masih signifikan, salah satunya disebabkan oleh kurangnya materi pembelajaran yang kontekstual. Cerita rakyat lokal, khususnya dari Cirebon dan Indramayu, menawarkan potensi besar sebagai sumber pembelajaran yang relevan dan menarik. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi revitalisasi cerita rakyat Cirebon-Indramayu dalam rangka penguatan berbagai aspek literasi siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber yang relevan, dianalisis bagaimana beragam jenis cerita rakyat meliputi, legenda asal-usul, kisah tokoh legendaris, narasi dalam tradisi ritual, serta mitos yang terkait dengan alam dan kesenian dapat diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita rakyat Cirebon-Indramayu kaya akan unsur naratif, kosakata lokal, nilai-nilai moral, dan konteks budaya yang secara signifikan berpotensi meningkatkan pemahaman bacaan, kemampuan menulis kreatif, keterampilan berbicara dan menyimak, serta memperkuat pemahaman budaya dan pembentukan karakter siswa. Revitalisasi ini tidak hanya esensial untuk memperkuat kompetensi literasi tetapi juga untuk melestarikan warisan budaya dan memperkokoh identitas lokal siswa. Artikel ini merekomendasikan berbagai strategi pedagogis untuk integrasi efektif cerita rakyat Cirebon-Indramayu dalam kurikulum dan pembelajaran di sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality pada Pembelajaran IPS Materi Keberagaman Budaya di Sekolah Dasar Dinie Anggraeni Dewi; Tin Rustini; Komariah Komariah; Asep Anggi Buldani; Diki Somantri; Muhammad Irfan Adriansyah
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8678

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah dasar seringkali dianggap membosankan karena sifat materinya yang abstrak, terutama pada topik keberagaman budaya, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi keberagaman budaya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media AR dinyatakan "Sangat Layak" oleh ahli materi (90%) dan ahli media (91%). Uji coba pada pengguna menunjukkan respon siswa sebesar 96% dan respon guru sebesar 100%, serta nilai rata-rata evaluasi siswa mencapai skor sempurna 100. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media AR mampu memberikan pengalaman belajar imersif yang menjembatani konsep budaya yang abstrak menjadi konkret bagi siswa sekolah dasar.
Preserving Calung Through Arts Education: Situated Learning and Digital Engagement Among Sundanese Youth Uus Kusnadi; Toni Setiawan; Arif Hidayat; Ranu Sudarmansyah; Nurul Hidayah; Diki Somantri
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i2.662

Abstract

This study examines the role of arts education in preserving the traditional art of Calung among Sundanese youth in Garut, Indonesia, focusing on the integration of situated learning and digital engagement. Utilizing a post-activity quantitative descriptive approach with a one-shot case study design, research was conducted with 25 youth participants from the Cahaya Gumelar Art Group in Jongor Village. Data were collected through a Likert-scale questionnaire to measure cognitive, affective, and conative responses, supplemented by structured interviews with community leaders and cultural elders. The findings demonstrate that the program was associated with high levels of participants' cultural engagement. Post-intervention, youth displayed high levels of cultural pride (96%) and a strong commitment (92%) to continuous participation in weekly practice. The combination of hands-on situated learning with digital media production was reported to be highly effective in rekindling cultural ownership and addressing local regeneration barriers. This study provides a practical framework for combining traditional apprenticeship with modern digital platforms to sustain intangible cultural heritage, directly contributing to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 11.4 regarding the protection of cultural heritage.