Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Program Health Education Class (HEC) Dalam Upaya Penanggulangan Masalah Stunting di Desa Maranatha Mutmaina Mutmaina; Arfiah Arfiah; Arini Arini; Sherllia Sofyana; Ita Rizkiyati; Andi Fahira Nur; Bidaniarti Bidaniarti; Siska K. Sinanang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1333

Abstract

Stunting masih menjadi masalah pada anak yaitu gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya di Kelurahan Desa Maranatha. Dimana penelitian sebelumnya menyatakan bahwa angka stunting di desa Maranatha mencapai 16,6%. Tujuan dari kegiatan ini adalah kami sebagai tim akan menjalankan program dengan melakukan pendekatan melalui Healt Education Class (HEC) yang berjudul “Upaya Penanggulangan Masalah Stunting Di Desa Maranatha” yang akan melibatkan masyarakat terutama ibu-ibu dan remaja. Metode kegiatan ini terdiri dari 4 bagian yaitu survei lokasi, Pendekatan kepada masyarakat, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi . Sejumlah 20 ibu yang memiliki bayi dan balita, Remaja 30-50 siswa/i SMK BK di desa maranata Sulawesi tengah, kabupaten sigi, kecamatan sigi biromaru. Kegiatan ini terbukti efektif dalam upaya penanggulangan masalah stunting. Hal tersebut dapat dilihat dari Presentase salama Pre- test 40% kategori baik, 50% cukup, dan 10% kurang dan terjadi peningkatan pengetahuan selama post-test dengan kategori baik menjadi 100% Pada bayi dan balita. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok Program Ormawa Membangun Negeri yaitu program Health Education Class (HEC) dalam upaya penaggulangan masalah stunting di Desa Maranatha dapat meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat ibu-ibu atau khususnya remaja menikah usia dini tentang bahayanya stunting, dapat meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya remaja tentang stunting akibat dari pernikahan dini, serta meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
The Correlation Between Health Locus of Control and Compliance In Taking Medication Toward Patients With Tuberculosis in the Working Area of Nosarara Public Health Center, Palu Central Sulawesi Sulistiawati K. Lambeja; Ni Nyoman Udiani; Mutmaina
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10084

Abstract

Background: Nosarara Public Health Center (PHC) is one of PHC that has the highest tuberculosis cases in Palu, and during 2023 had 81 cases, which about 34 (45%) patients who successfully recovered, 2 patients died, and 45 (55%) patients who were still on treatment. However, only 11 patients who underwent 6 months of the treatment process. The purpose of this study was to determine the correlation between Health locus of control with compliance in taking medication in Tuberculosis patients in the Nosarara Public Health Centre. Methods: This is a quantitative study with an analytical observational design with a cross-sectional approach. The total of population in this study were 81 TB patients who undergoing treatment at the Nosarara Public Health Centre, and the total of sample were 67 respondents that were taken by using the Slovin formula, and data analysis by using the Chi-square test. Results: This study shows that most respondents have a good Health Locus of Control (41.8%) and for treatment compliance category had non-compliant (62.7%), the results of the chi-square test of Health Locus of Control with compliance in taking medication = 0.000 <0.05 which indicates had a significant correlation. Conclusion: There is a correlation between health locus of control and medication compliance toward Tuberculosis patients in the Nosarara Public Health Centre working area. Suggestion: It is expected for patients to always cooperate and improve compliance so that Tuberculosis disease can be resolved properly.
Hubungan Status Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Bronkopneumonia Pada Pasien Anak Di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Anastassia Greatia; Agnes Erlita Distriani Patade; Mutmaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5214

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi penyebab morbiditas pada anak. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap dapat menurunkan perlindungan imun dan Meningkatkan risiko bronkopneumonia. Tujuan: Menganalisis hubungan status imunisasi dasar dengan kejadian bronkopneumonia pada pasien anak di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang pada 41 anak, menggunakan consecutive sampling dan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki imunisasi dasar tidak lengkap dan mengalami bronkopneumonia berulang; terdapat hubungan signifikan (p = 0,001). Simpulan: Status imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian bronkopneumonia pada anak.