Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of The Effect of Maintenance and Calibration Against Localizer Equipment Performance Feti Fatonah; Lilis Kurnianingsih; Taruna Jaya
Jurnal Syntax Transformation Vol 4 No 11 (2023): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v4i11.843

Abstract

To support aviation safety, equipment facilities are needed that are able to provide information, guidance, and signs so that aircraft are safe from the time they take off until they land. So that the risk of landing failure can be minimized, equipment is needed that can guide aircraft to land correctly and safely (Supriyadi, 2012). One of the navigation aids is the Instrument Landing System (ILS). An instrument Landing System (ILS) is an instrument landing tool (non-visual) that assists pilots in carrying out aircraft approach and landing procedures at an airport. ILS provides information that is accurate enough so that pilots can make landings in all weather conditions. This really helps airports in carrying out their services, so that air traffic activities can run safely and smoothly. There are three information components of the ILS system, namely: Localizer Transmitter as a guide to the right/left of the runway axis/axle, Glide Slope Transmitter as a guide to the landing angle on the runway axis. Marker Beacon (Inner, Middle, Outer Marker Beacon) which is located at a certain distance from the threshold as a horizontal distance guide to the runway threshold. In aviation navigation services, Localizer equipment must be ready to operate and maintained, so maintenance and reporting procedures are required which have been stipulated in the Guidelines for Maintenance and Reporting of Aviation Electronics and Electrical Facilities Equipment. Apart from maintenance, navigation aids require calibration to ensure that the performance of the Localizer navigation aids is in good condition and can provide a good angle for landing in accordance with the provisions of the Instructions and Procedures for Carrying Out Calibration of Flight Facilities and Procedures. The method used in this research is a quantitative method. Based on the results of the F test, all independent variables, namely maintenance, and calibration, simultaneously or together influence the performance of the localizer equipment. This is proven by the calculated F result of 24.403 > F table 3.18 and a significance value of 0.000 < 0.05.
Analisis Standar Keamanan dan Pelayanan Terhadap Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali Apriliyana Asri; Muhammad Sabilal Alief; Lilis Kurnianingsih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6895

Abstract

Aviation safety is a crucial component in the aviation industry, and the implementation of consistent service and security standards across all airport environments is an essential part of flight safety. All these aspects have been regulated by ICAO, which is responsible for regulating and establishing flight standards worldwide. This research investigates how security and service standards are applied at I Gusti Ngurah Rai International Airport in Bali and how this impacts the operational safety of flights. This study was conducted using a literature review method, sourced from 8 news articles, 9 journals  and conducted interviews through electronic media to verify the conditions on the ground. The quality of terminal operations supervision services and passenger services at the terminal is the main topic of the research. The results of this study show that the majority of safety procedures have been implemented in accordance with regulations. The application of good service and security standards greatly helps to maintain flight safety and increase the confidence of airport service users.
Analisis Efektivitas Penerapan Program Central Flight Dispatch Pilot E-Briefing di Lion Air Muhammad Rafif Raditya Daniswara; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan program central flight dispatch pilot e-briefing di Lion Air berdasarkan persepsi pilot sebagai pengguna sistem. Pilot e-briefing merupakan bentuk digitalisasi proses briefing sebelum penerbangan yang digunakan untuk menyampaikan informasi operasional secara lebih cepat, terintegrasi, dan paperless antara Flight Operation Officer/flight dispatcher dan pilot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Variabel dalam penelitian ini adalah efektivitas penerapan pilot e-briefing yang diukur melalui tiga indikator, yaitu efisiensi waktu, kelengkapan dan ketepatan informasi, serta kualitas dan kecepatan pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 208 pilot Lion Air yang aktif menggunakan layanan pilot e-briefing. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, dan One Sample T-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,899. Secara deskriptif, efektivitas pilot e-briefing memperoleh nilai rata-rata 4,16 dan termasuk kategori efektif. Hasil One Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi <0,001, sehingga penerapan pilot e-briefing dinyatakan efektif secara statistik. Dengan demikian, program ini mampu mendukung efisiensi briefing, kelengkapan informasi, dan pengambilan keputusan sebelum penerbangan.
Pengembangan Model Bisnis Menggunakan Business Model Canvas dan SWOT Untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis PT Jayawijaya Dirgantara Muhammad Daffa Putra Ferlanda; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9052

Abstract

Jayawijaya Dirgantara merupakan salah satu maskapai kargo yang berperan penting dalam mendukung distribusi logistik ke wilayah Papua, khususnya rute Sentani-Wamena. Data operasional periode 2019–2025 menunjukkan fluktuasi volume kargo yang signifikan, termasuk penurunan drastis sebesar 72% pada tahun 2025 yang dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas armada akibat status scrapped salah satu pesawat Boeing 737-200 (PK-JRW). Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis PT. Jayawijaya Dirgantara menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) serta merumuskan strategi bisnis yang paling efektif berdasarkan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan terkonsentrasi secara vertikal, dengan segmen pelanggan yang bertumpu pada satu institusi utama yaitu Perum BULOG, proposisi nilai berbasis keandalan on-time performance, serta arus pendapatan tunggal dari jasa angkutan kargo. Analisis SWOT mengidentifikasi lima kekuatan, empat kelemahan, empat peluang, dan empat ancaman, dengan skor IFE sebesar 2,42 dan EFE sebesar 2,32 yang memosisikan perusahaan pada sel V Matriks Internal-Eksternal dengan arah strategi hold and maintain. Perumusan matriks SWOT menghasilkan prioritas strategi berupa pemulihan kapasitas armada melalui skema dry lease atau wet lease (WO-1) dan negosiasi klausul penyesuaian tarif berbasis fluktuasi harga bahan bakar (ST-1). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan dalam mengembangkan model bisnis yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Peran Integrated Operation Control Center (IOCC) Terhadap Efektivitas Kinerja Flight Operation Officer (FOO) pada Maskapai Wings Air Erdy Razak Nurhasan; Lilis Kurnianingsih; Gema Firdaus Aviantara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9054

Abstract

Operasional penerbangan membutuhkan koordinasi, ketepatan informasi, dan pengendalian yang terintegrasi karena perubahan pada satu aspek operasional dapat memengaruhi pelaksanaan tugas unit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Integrated Operation Control Center (IOCC) dalam mendukung pelaksanaan tugas Flight Operation Officer (FOO) serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri atas 44 FOO Wings Air. Kuesioner disebarkan kepada seluruh anggota populasi menggunakan teknik sampling total dan diperoleh 37 kuesioner yang terisi lengkap serta dapat diolah. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert, sedangkan data sekunder diperoleh dari SOP, handbook, dan data flight assignment. Variabel peran IOCC diukur melalui kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem kerja, kualitas layanan, dan manfaat sistem bagi pekerjaan FOO. Efektivitas kinerja FOO diukur melalui pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran IOCC memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,65 dan efektivitas kinerja FOO sebesar 4,58, yang keduanya termasuk kategori sangat tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,208 + 0,638X. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,409 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,030 dengan nilai p < 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,357 menunjukkan bahwa peran IOCC menjelaskan 35,7% variasi efektivitas kinerja FOO, sedangkan 64,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peran IOCC berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kinerja FOO pada Maskapai Wings Air.