Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERLIBATAN KARYAWAN DENGAN MENGOPTIMALKAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Panca Tuah Tuha; Maulan Aklil; Fahrizal Fahrizal
Strategic: Journal of Management Sciences Vol. 4 No. 3 (2024): Strategic : Journal of Management Science
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/strategic.v4i3.277

Abstract

Objektif. Nilai Budaya BerAKHLAK yang diimplentasikan dengan sahih dan niat untuk memberikan pelayanan publik seharusnya akan memberikan posisi yang semakin kuat keterlibatan karyawan dalam lingkungan kerjanya, apalagi perilaku OCB dengan ihklas digerakan setiap ASN tentunya semakin memberikan mudahnya pencapaian visi organisasi. Masih sedikitnya penelitian ini, mendorong pentingnya kajian ini untuk dilakukan. Metode Riset. Metode secara kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara probability sampling di dapat sebanyak 359 dari 3505 pegawai ASN di Kota Pangkalpinang. Simple random sampling dengan menerapkan kalkulasi slovin. Pengolahan data dengan bantuan software SmartPLS 4.1 Hasil. Pengaruh Core Value BerAKHLAK terhadap keterlibatan karyawan signifikan; Pengaruh signifikan Core Value BerAKHLAK dengan efek yang sangat besar terhadap OCB; serta Hubungan signifikan OCB dengan pengaruh kuat pada keterlibatan karyawan; Pengaruh tidak langsung signifikan OCB sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara Core Value BerAKHLAK dan keterlibatan karyawan Kesimpulan. Budaya kerja BerAKHLAK memainkan peran penting dalam menciptakan keterlibatan karyawan dan perilaku kewargaan organisasi. Perilaku ekstra-role (OCB) berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai organisasi dengan keterlibatan karyawan
Efektivitas Taktik Pengaruh dalam Kepemimpinan: Perspektif Etika, Budaya, dan Gender Maulan Aklil; Panca Tuah
Journal of Knowledge Management Vol 19 No 1 (2025): Journal of Knowledge Management
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Influence tactics are a crucial aspect of leadership because they determine how a leader shapes the behavior, attitude, and commitment of followers. However, the effectiveness of the use of influence tactics cannot be separated from the ethical, cultural, and gender dimensions that frame interactions within organizations. This research is important because there is still a lack of comprehensive studies that integrate these three dimensions in evaluating the legitimacy and success of influence tactics. The aim of this study was to analyze how nine influence tactics can be understood and accepted in the perspective of ethical values, cultural norms, and gender construction. The method used is qualitative-based literature study, by examining scientific literature from journals, books, and relevant research. The results of the study show that rational persuasion, consultation, and inspirational pleas are the most ethical and effective tactics. Instead, pressure, licking, and coalitions have the potential to lead to manipulation, psychological pressure, and organizational resistance. Cultural preferences affect acceptance of certain tactics, while gender bias influences perceptions of female leaders' influence styles. The contribution of this article is to offer a framework for evaluating influence tactics that are more contextual and ethical, as well as providing practical direction for the development of more inclusive, adaptive, and sustainable leadership in multicultural and digital organizations.