Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI MAN 1 BANDAR LAMPUNG Meisa Nihayatunnisa’; Nur Asiyah; Beti Susilawati
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dipilih untuk mengungkap fenomena di lapangan secara mendalam melalui pengambilan data yang rinci, alami, dan kontekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru berjalan efektif melalui optimalisasi sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator/sumber belajar, fasilitator, dan evaluator yang terintegrasi dengan strategi peningkatan motivasi, seperti membangun hubungan emosional positif, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, memberikan reward, serta menetapkan tujuan belajar yang realistis. Kondisi ini terbukti meningkatkan pemahaman, keaktifan, dan capaian belajar peserta didik. Keberhasilan tersebut didukung oleh faktor internal dan eksternal, yaitu tingginya rasa ingin tahu, dukungan emosional orang tua, serta metode pembelajaran guru yang kreatif, namun masih terdapat hambatan berupa rendahnya minat belajar, kecemasan berlebih, dan lingkungan yang kurang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian pendidikan agama Islam, khususnya terkait integrasi peran guru dan strategi untuk meningkatkan motivasi belajar sehingga hasil belajar lebih baik, serta faktor yang memengaruhinya, serta membantu guru, sekolah, dan menjadi dasar pengembangan penelitian selanjutnya.
Pendidikan Agama Islam dan Pencegahan Dekadensi Moral: Studi Implementasi Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMAN 1 Jati Agung Lampung Selatan May Sheila Dwi Arianda br Purba; Nur Asiah; Beti Susilawati
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni | In Press
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i2.457

Abstract

Moral decline among students has become a critical issue in contemporary education, particularly amid the growing influence of social environments, peer interactions, and digital technology. This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education in preventing students’ moral decline at SMAN 1 Jati Agung, South Lampung. Specifically, the study examines the planning of Islamic Religious Education implementation, teachers’ strategies for internalizing religious values, and the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. This study employed a descriptive qualitative approach. The research was conducted at SMAN 1 Jati Agung, involving one Islamic Religious Education teacher and three Grade XI students as the main informants. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Islamic Religious Education was implemented through structured lesson planning, religious habituation programs, teacher role modelling, personal approaches, classroom discussions, Qur’an reading literacy, congregational prayer, and socio-religious activities. The implementation was supported by school programs, teacher–student interaction, peer involvement, and the availability of worship facilities. However, several obstacles remained, including the limited moral awareness of some students, negative social influences, and the challenge of establishing a religious culture within a public school context. This study implies that Islamic Religious Education should be strengthened as a holistic character-building system involving teachers, schools, families, and the wider community to prevent students’ moral decline more effectively.