Muhammad Nur
Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas MalahayatI

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kadar HDL pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 Mitta Fidyana; Firhat Esfandiari; Esteria Maharyuni; Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.308

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a metabolic disease characterized by an increase in insulin released by pancreatic beta cells and / or insulin resistance. Excessive nutrition with excess body fat accumulation increases the risk of suffering from degenerative diseases. The purpose of this study was to study whether there was a relationship between Body Mass Index with HDL levels in patients with type 2 Diabetes Mellitus FKTP patients at the Independent Practitioner Doctor K. Hakikiyah, Lampung Tengah in 2019. This research method used observational analytic with cross sectional design. The sampling technique in this study used the total sampling quota method with a total sample of 56 people collected. Data analysis using Pearson trial. The highest BMI was the excess BB category by 33 people (58.9%), the highest HDL frequency distribution, namely the Low category by 29 people (51.8%), and obtained (p-value = 0.034 and r = -0.284 Related to Body Mass Index with HDL levels having a weak direction and a negative direction, is if BMI increases, HDL levels increase and vice versa.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kadar HDL pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 Mitta Fidyana; Firhat Esfandiari; Esteria Maharyuni; Muhammad Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.308

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a metabolic disease characterized by an increase in insulin released by pancreatic beta cells and / or insulin resistance. Excessive nutrition with excess body fat accumulation increases the risk of suffering from degenerative diseases. The purpose of this study was to study whether there was a relationship between Body Mass Index with HDL levels in patients with type 2 Diabetes Mellitus FKTP patients at the Independent Practitioner Doctor K. Hakikiyah, Lampung Tengah in 2019. This research method used observational analytic with cross sectional design. The sampling technique in this study used the total sampling quota method with a total sample of 56 people collected. Data analysis using Pearson trial. The highest BMI was the excess BB category by 33 people (58.9%), the highest HDL frequency distribution, namely the Low category by 29 people (51.8%), and obtained (p-value = 0.034 and r = -0.284 Related to Body Mass Index with HDL levels having a weak direction and a negative direction, is if BMI increases, HDL levels increase and vice versa.
Hubungan Kadar Asam Urat terhadap Stadium Gagal Ginjal Kronik pada Pasien di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Muhamad Hatami Rafsandjani; Ade Utia Detty; Festy Ladyani M; Tessa Sjahriani; Muhammad Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.22101

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi menurunnya fungsi ginjal secara progresif selama kurun waktu tertentu. Prevalensi penyakit GGK ini cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian terbanyak ke-12 di seluruh dunia. Salah satu faktor yang diduga berkaitan erat dengan progresivitas GGK ialah kadar asam urat yang tinggi (hiperuresemia). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan kadar asam urat terhadap stadium gagal ginjal kronis pada pasien di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis 49 pasien GGK di RS Bintang Amin Tahun 2025 dan dianalisis secara statistik menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh laki-laki sebanyak 26 orang (53,1%) dan pasien dengan kelompok usia 45-65 tahun sebanyak 27 orang (55,1%). Selain itu, sebanyak 39 pasien (79,6%) memiliki kadar asam urat tinggi dan 33 orang (67,35%) dari jumlah tersebut berada pada stadium berat GGK (stadium 4-5). Kesimpulan : ada hubungan yang signifikan antara kadar asam urat dengan stadium GGK, dengan nilai p=0,019 (p0,05) dan nilai odds ratio (OR) sebesar 2,7 (CI 95%; 1,31-5,65)
Hubungan Riwayat Genetik Keluarga Dengan Kejadian Rhinitis Alergi Pada Siswa SMP Negeri 2 Sumberejo Kabupaten Tanggamus Exsi Yolanova; Ade Utia Detty; Arti Febriyani Hutasuhut; Bara Ade Wijaya; Muhammad Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24659

Abstract

Rhinitis alergi (RA) merupakan gangguan pernapasan umum yang prevalensinya terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti asma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara riwayat genetik keluarga dengan kejadian rhinitis alergi pada siswa SMP Negeri 2 Sumberejo. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 165 siswa kelas 8 dan 9 yang dipilih melalui teknik total sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi rhinitis alergi di SMP Negeri 2 Sumberejo mencapai 74,5%. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara riwayat genetik keluarga dan kejadian rhinitis alergi (χ² = 110,752; df = 1; p 0,001). Kekuatan hubungan tersebut tergolong sangat kuat, dengan nilai Cramer’s V sebesar 0,819. Berdasarkan analisis tabel silang, siswa yang memiliki riwayat alergi pada kedua orang tua (kelompok risiko genetik tinggi) memiliki risiko kejadian rhinitis alergi yang jauh lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang memiliki riwayat pada salah satu atau tanpa riwayat alergi pada orang tua. Riwayat alergi keluarga, terutama bila melibatkan kedua orang tua, terbukti merupakan faktor risiko dominan dalam kejadian rhinitis alergi pada populasi penelitian ini.