Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN PENYULUH PERTANIAN PADA PROGRAM “NGAWADAHAN” DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KOTA BANDUNG Dewijanti, Indra Irjani
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 4 No 2 (2020): Edisi Mei - Agustus 2020
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.579 KB) | DOI: 10.31955/mea.v4i2.2682

Abstract

Peran Penyuluh Pertanian sangat ditentukan oleh situasi yang dihadapi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Penyuluh Pertanian pada program “NGAWADAHAN” dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di Kota Bandung. Data sekunder diperoleh dari Bappelitbang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, serta data primer melalui in-depth interview dengan responden terpilih, yang selanjutkan diolah melalui analisis deskriptif. Penelusuran data dari para penyuluh lapangan dan peserta program “Ngawadahan” sejak bulan Agustus - September 2021. Data yang dikumpulkan berupa kegiatan penyuluhan pada program “Ngawadahan” yang terkait dengan ketahanan pangan rumah tangga. Informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukan bahwa peran penyuluh dalam melakukan kegiatan Penyuluhan pada program “Ngawadahan” yaitu peran penyuluh sebagai pendukung kebijakan program pemerintah, motivator bagi petani dan fasilitator dalam mendukung kegiatan program “Ngawadahan”. Secara khusus, peran penyuluh lebih banyak di arahkan pada upaya dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan (71.15%) terutama untuk komoditas holtikultura yakni sebesar 54 % dengan cara metode penyuluhan langsung dengan cara memberikan pelatihan secara gratis.
Hubungan Karakteristik Petani Dengan Kompetensi Agribisnis Pada Petani Tanaman Hias Di Kecamatan Cihanjuang Rahayu Kabupaten Bandung Barat Dewijanti, Indra Irjani
Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis Vol 4 No 2 (2022): Juli : Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/juspa.v5i1.536

Abstract

Pembangunan agribisnis berawal dari kualitas petani sebagai pelaku utama. Kualitas petani berhubungan dengan karakteristik yaitu: pendidikan formal, luas lahan, pengalaman, motivasi dan modal berusahatani. Petani yang berkualitas merupakan wujud kompetensi yang dimiliki. Untuk itu, penelitian ini bertujuan: : Untuk mengetahui distribusi karakteristik petani, menganalisa kompetensi agribisnis yang harus dikuasai oleh petani dan menganalisa hubungan karakteristik dengan kompetensi agribisnis. Penelitian dirancang sebagai penelitian survey, jumlah responden 50 petani tanaman hias, diambil secara Propotional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan 2 bulan dari bulan Januari sampai dengan maret 2022. Lokasi penelitian diambil secara purposive sampling. Analisa data dipergunakan uji Konkordasi Kendall W dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, mayoritas petani berpendidikan formal SMA, memiliki lahan sempit, cukup berpengalaman, motivasi sedang dan memiliki cukup modal. Aspek pengetahuan dalam kompetensi agribisnis memperoleh nilai skor tertimbang rata-rata 75, sikap 3, 2 dan keterampilan 3. Hal ini artinya, petani umumnya menguasai pengetahuan dan keterampilan agribisnis yang harus dikuasai dan bersikap positif terhadap agribisnis yang diusahakan. Hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis pada umumnya memiliki kesepakatan tinggi. Namun, ketiga aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap tersebut saling bebas dalam memberikan penilaian berbagai bidang agribisnis. Kesimpulan, masih ada bidang agribisnis baik pengetahuan maupun ketrampilan yang kurang dikuasai petani dan ada beberapa kegiatan penunjang kompetensi agribisnis dianggap kurang penting. Saran penelitian adalah perlu diadakan penyuluhan secara intensif mengenai pengetahuan tentang agribisnis dan pelatihan ketrampilan bagi petani.
PENDAMPINGAN DAN PENYULUHAN MANFAAT TANAMAN OBAT KELUARGA DESA PINGGIR SARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG BARAT Dewijanti, Indra Irjani; Karyani, Tuti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9725

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan terdiri dari program inti dan program tambahan yang bertujuan: (1) Membuat data pengelompokan tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional di desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari, (2) Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pengolahan dan pemanfaatan dari tanaman obat keluarga, (3) Melakukan penanaman TOGA di desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari (4). Memberikan penyuluhan peluang usaha minuman herbal. Metode yang dilakukan meliputi survey lokasi penanaman, pengolahan tanah sampai siap tanam, pengadaan bibit tanaman obat, pemupukan dan pemeliharaan, serta penyuluhan tentang manfaat dan cara pengolahan tanaman obat. . Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah tersedianya lahan TOGA yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa Pinggirsari , serta adanya pemahaman mengenai cara pengolahan dan pemanfaatan TOGA untuk pengobatan mandiri dan pemahaman membuka usaha minuman herbal
Agro-Tourism and Community Development in Papua: Local Perspectives on Economic Opportunities Dewijanti, Indra Irjani; Samual, Sitti Hadija; Hermawan, Anggita Ekaningtyas; Elmekawy, Ahmed Taha
Advances in Tourism Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ats.v3i1.72

Abstract

This study explores the intersection of agriculture and tourism in Papua, Indonesia, focusing on the potential of agro-tourism as a driver of sustainable economic development. While much of Indonesia’s agro-tourism research has concentrated on Bali and Java, little is known about how Papuan communities perceive the integration of farming, food heritage, and tourism. Drawing on twelve in-depth interviews with farmers, local entrepreneurs, and community leaders, this study adopts a qualitative, narrative-based approach to examine opportunities and constraints in developing agro-tourism. The findings reveal that tourism provides new economic pathways for farmers through the commercialization of coffee, cacao, and sago-based products, as well as cultural food experiences. At the same time, challenges such as limited infrastructure, market access, and policy support constrain the sector’s growth. Importantly, participants highlighted the cultural significance of agriculture in Papuan identity, suggesting that agro-tourism offers not only economic benefits but also a means of preserving heritage and strengthening community pride. This study contributes to the literature by extending agro-tourism debates into Papua’s under-researched context and provides practical insights for policymakers and NGOs seeking to foster inclusive and culturally grounded tourism development in eastern Indonesia.