Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Panel dan Aki terhadap Waktu Operasi Pompa Air pada Sistem Hidroponik Tenaga Surya Pande Putu Agus Santoso; Diah Mahmuda; Iklas Sanubary
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 3 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 3 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v7i3.2525

Abstract

Masalah utama sistem hidroponik tenaga surya adalah belum ditemukannya metoda untuk mengoptimalkan waktu operasi pompa air. Diduga bahwa, jumlah panel surya dan aki, berpengaruh terhadap waktu operasi pompa air. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh variasi rangkaian jumlah panel surya dan aki terhadap waktu operasi pompa air. Penelitian eksperimen ini memiliki variable terikat berupa waktu operasi pompa air serta variable bebas berupa variasi jumlah panel dan aki. Langkah penelitian adalah (1) merangkai panel surya (P) dan aki (A) dengan variasi 1P1A, 2P1A, 3P1A, 4P1A, 1P2A, 2P2A, 3P2A, dan 4P2A. (2) Menjemur setiap jenis rangkaian selama satu jam. (3) Memindahkan rangkaian pada tempat teduh dan menghidupkan pompa air. (4) Mencatat data waktu operasi pompa air. (6) Melakukan analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin banyak penel surya maka waktu operasi pompa air semakin lama. (2) Semakin banyak aki maka waktu operasi pompa air semakin lama
Rancang Bangun Alat Pengering Tenaga Surya (Solar Dryer) Portabel Berbentuk Prisma Segitiga Iklas Sanubary; Iman Syahrizal; Mizan Junaidi
Jurnal Teknik Mesin Vol 16 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.16.2.1213

Abstract

This research aims to design a solar dryer to increase drying room temperature. The drying room is designed in the shape of a triangular prism. The dried test material is Arabica coffee. The method used in this research is experimental by comparing the drying results in a solar dryer (inside) and traditional method (outside). Data collection was carried out for 3 days, starting at 09.00 WIB to 15.00 WIB with intervals every 1 hour. The data measured are the temperature inside and outside the solar dryer and the mass of the test material before and after drying. The results showed that the difference in the average temperature measured inside and outside the solar dryer on day 1 was 11.1 oC, on day 2 it was 11.6 oC and on day 3 it was 8.3 oC. The total mass reduction of the test material during 3 days of drying inside the solar dryer was 180.91 gram and outside the solar dryer was 164.03 gram. The average drying rate inside the solar dryer was 10 gram/hour while outside the solar dryer was 9.1 gram/hour. Based on these result, solar dryer can produce higher temperatures, greater mass reduction and higher drying rates than traditional methods
Kajian Eksperimental Pengering Kopi Hybrid dengan Sistem Kontrol Temperatur Berbasis Mikrokontroler Sanubary, Iklas; Santoso, Pande Putu Agus; Suhendra, Suhendra
Jurnal Teknik Mesin Vol 17 No 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.17.2.1605

Abstract

This study aims to determine the performance of a hybrid coffee dryer with a microcontroller-based temperature control system. The heating sources used are sunlight and electric heater. The type of coffee used is liberica. The research method used is experimental, with the independent variable being time and the dependent variables being temperature and mass. Data collection was carried out for 4 consecutive days, starting at 09.00 WIB to 15.00 WIB with a data collection interval of every 20 minutes. The data measured were the temperature inside and outside the drying room and the mass of coffee before and after the drying process. Data analysis was done based on graphs, determining the drying rate and testing the coffee moisture content. The results showed that the average temperature difference measured inside and outside the drying room for 4 consecutive days was 17.21 oC. The total reduction in coffee mass in the dryer for 4 consecutive days was 572 grams with an average drying rate of 23.83 grams/hour. The results of coffee moisture content testing showed that the hybrid coffee dryer reduced coffee moisture content from 56.01% to 8.79%.
Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering Syahrizal, Iman; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Erlangga, Erlangga; Sanubary, Iklas; Erwin, Erwin; Sundari, Ellys Mei
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 3 No 1 (2025): April
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v3i1.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian. Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering. Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel. Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas. Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm. Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm. Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar. Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar.
RANCANG BAGUN DAN UJI FUNGSIONAL PORTABLE SPRAY BERBASIS PANEL SURYA Santoso, Pande Putu Agus; Januarhan, Diko; Syahrizal, Iman; Sanubary, Iklas; Nopriandy, Feby; Erwin, Erwin
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16198

Abstract

Kualitas produk pertanian sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penyemprotan pestisida untuk melindungi tanaman dari gangguan hama. Penyemprotan dengan alat semprot konvensional memiliki kekurangan seperti membutuhkan lebih banyak tenaga kerja, kapasitas terbatas, membebani punggung, dan paparan sinar matahari yang harus dirasakan oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menjelaskan spesifikasi alat semprot tanaman portabel berbasis panel surya dan (b) menjelaskan hasil uji fungsional alat semprot portabel berbasis panel surya. Metode penelitian adalah metode desain rekayasa, yang terdiri dari studi literatur dan perhitungan komponen panel surya, gambar teknik, proses pembuatan, uji fungsional, dan analisis data. Hasil penelitian adalah (a) telah berhasil dirancang dan dibangun alat semprot portabel berbasis panel surya, dengan ukuran panjang 160 cm, lebar 47 cm, dan tinggi 186 cm. Alat ini dilengkapi dengan enam nosel. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan dua panel surya fleksibel 85 Wp, baterai 12V 20Ah, SCC 10A, dan pompa air 30 W. Alat ini memiliki dua roda dengan diameter 50 cm dan bergerak dengan cara didorong. (b) Hasil uji fungsional menunjukkan bahwa rata-ratan daya listrik yang dapat dihasilkan oleh perangkat ini adalah 62,39 W. Rata-rata aliran air yang dapat dikeluarkan oleh semua nosel pada perangkat ini adalah 3,17 ml/detik.     Kata kunci:  alat semprot tanaman, panel surya., pembuatan, perancangan, portebel.
STUDI KOMPARATIF KINERJA PENGERING KOPI SISTEM HYBRID BERDASARKAN KECEPATAN ALIRAN UDARA Sanubary, Iklas; Santoso, Pande Putu Agus; Anjiu, Leo Dedy; Ningsih, Irma Fahrizal Butsi; Elandi, Elandi
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja pengering kopi sistem hybrid berdasarkan variasi kecepatan aliran udara. Pengering kopi hybrid memanfaatkan sumber pemanas  yang berasal dari sinar matahari dan heater yang dikontrol secara otomatis berbasis suhu menggunakan arduino. Perlakuan yang diberikan pada pada masing-masing pengering berupa variasi kecepatan aliran udara pada saluran inlet sebesar 2 m/s dan 4 m/s. Jenis kopi yang digunakan adalah kopi liberika dengan massa 1000 gram dan kadar air awal 45,996%. Proses pengeringan dilakukan selama 3 hari secara berturut-turut, mulai dari 09.00 WIB sampai 15.00 WIB, dengan pengambilan data setiap 30 menit. Data yang diukur berupa suhu dan kelembapan udara ruang pengering, serta massa dan kadar air biji kopi. Selama 3 hari proses pengeringan, pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 52,5 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 30,2%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 526 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 6,285%, sedangkan  pada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s diperoleh suhu udara rata-rata sebesar 47,8 oC, kelembapan udara rata-rata sebesar 42,8%, pengurangan massa biji kopi dari 1000 gram menjadi 530 gram, dan penurunan kadar air biji kopi dari 45,996% menjadi 7,072%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan aliran udara berpengaruh terhadap peningkatan suhu dan penurunan kelembapan udara ruang pengering, serta pengurangan massa dan penurunan kadar air biji kopi. Oleh karena itu, kinerja pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 4 m/s lebih baik daripada pengering kopi hybrid dengan kecepatan aliran udara 2 m/s.
Rekayasa dan Uji Kinerja Mesin Pencampur Bumbu Balado Pada Keripik Singkong Menggunakan Penggerak Motor Listrik Suhendra, Suhendra; Sanubary, Iklas; Rizal, Rizal
Mekanisasi : Jurnal Teknik Mesin Pertanian Vol 3 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM), Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/mekanisasi.v3i2.1104

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha keripik salah satunya adalah proses pencampuran bumbu keripik singkong. Pencampuran umumnya dilakukan menggunakan cara tradisonal. Proses pencampuran ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan dengan mengembangkan sistem pencampuran bumbu secara mekanis. Penelitian ini dilakukan untuk merancang bangun dan menguji mesin pencampur bumbu balado pada keripik singkong dengan penggerak motor listrik. Tahapan penelitian meliputi proses perancangan, pembuatan, pengujian dan analisis data hasil pengujian. Bahan uji yang digunakan sebanyak 1 sampai 0,5 kg keripik singkong. Waktu pencampuran dalam pengujian adalah 2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit dengan kecepatan putar pencampuran adalah 21 rpm. Data pengujian yang diambil adalah kapasitas pencampuran dan persentase kerusakan. Spesifikasi mesin hasil rancang bangun memiliki dimensi panjang 800 mm, lebar 450 mm dan tinggi 780 mm, sistem transmisi menggunakan puli dan sabuk, jenis sabuk adalah tipe A-43, dan motor penggerak ¼ HP. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mencampur 0,5 kg keripik dalam 2 menit dengan kapasitas 15 kg/jam dengan rata-rata persentase kerusakan keripik 1,67%.