This Author published in this journals
All Journal ANIMATOR semanTIK
La ode Muhammad Bahtiar Aksara
Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN HASIL PRODUKSI BENIH febriana; jumadil Nangi; Isnawaty; La ode Muhammad Bahtiar Aksara
Jurnal Informatika Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurnal Informatika Ilmu Komputer dan Sistem Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPTD Balai Benih Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara adalah lembaga yang memproduksi benih yang dihasilkan dari 4 kabupaten di sektor pertanian di Sulawesi Tenggara. Benih yang dihasilkan akan disalurkan atau dijual ke penangkar dan kelompok-kelompok tani yang diperlukan sebagai benih tanaman pangan. Kualitas benih unggul yang telah lulus uji lab membuat benih lebih dicari di pasaran petani. Hal tersebut dapat menambah nilai jual yang tinggi sehingga mencapai target pada setiap masa tanam per enam bulan. Cara jual benih pada UPTD Balai Benih dominan pada penangkar sehingga apabila cuaca yang mengakibatkan benih terlambat panen, maka penangkar (petani) akan mencari benih ke tempat lain. Hal tersebut dapat menurunkan nilai jual dari UPTD Balai Benih. Mengatasi hal tersebut, dibangun suatu aplikasi berbasis website dengan menerapkan sebuah algoritma k-means clustering sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan pengelompokkan benih yang laris terjual sebagai benih dan yang laris terjual sebagai konsumsi, Dengan menggunakan 10 data uji dapat disimpulkan bahwa anggota benih yang laris terjual sebagai benih yaitu 5 varietas yakni Mekongga, Inpari 30, Inpari 33, Situbagendit dan 5 varietas yang laris terjual sebagai konsumsi yakni Lamuru, Argomulyo, Situbagendit, Anjasmoro, Bison. Pengujian system pada penentuan strategi pemasaran hasil produksi benih menggunakan pengujian black box dan pengujian metode menggunakan metode silhouette coefficient dengan hasil -0,8 yang berarti cluster dapat tervalidasi.
SISTEM PENDETEKSI FORMALIN PADA DAGING IKAN MENGGUNAKAN GROVE HCHO BERBASIS IoT Wa Ode Lisnawati; Hasmina Tari Mokui; La ode Muhammad Bahtiar Aksara
Jurnal Informatika Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 2 (2023): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurnal Informatika Ilmu Komputer dan Sistem Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formalin merupakan zat yang berbahaya apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan gangguan saraf penciuman. Salah satu alternatif alami yang telah dikembangkan di Indonesia untuk pendeteksi formalin pada bahan makanan dengan menggunakan kertas numerik dari cairan kunyit, cara deteksi tersebut sangat ekonomis akan tetapi kurang akurat karena pendeteksianya hanya berfungsi sebagai kontrol positif dan negatif. Sehingga perlu adanya inovasi deteksi formalin yang cepat dan akurat sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu bagaimana merancang pendeteksi kadar formalin pada daging ikan dengan menggunakan grove HCHO sensor, Pada penelitian ini menggunakan sensor grove HCHO untuk membaca adanya zat formalin, wemos sebagai kendali utama pada sistem ini, dan hasilnya akan ditampilkan melalui smartphone serta Buzzer sebagai alarm jika terdapat adanya formalin. Pengujian yang dihasilkan dengan menggunakan algoritma Fuzzy Tsukamoto bahwa grove HCHO Sensor dapat mendeteksi kadar formalin dengan indikator batas aman, waspada, dan bahaya. Pengujian dilakukan pada sampel yang dicampur formalin degan komposisi 15% pada waktu percampuran yang berbeda beda yaitu 1 menit, 5 menit, dan 10 menit. Pengujian pertama sampel memiliki nilai 3,62 Ppm dengan kondisi waspada, pengujian kedua memiliki nilai 6,51 Ppm dengan kondisi waspada, pengujian ketiga memiliki nilai 8,17 Ppm dengan kondisi waspada, berdasarkan dari hasil pengujian tersebut sistem dapat dikatakan berhasil.
Klasifikasi Daerah Rawan Longsor menggunakan Metode Deep Learning Berbasis Data Citra Sentinel-1 Cakra Cakra; Baharuddin Baharuddin; Andi Muhammad Islah; Samsuddin; La Ode Muhammad Bahtiar Aksara
SemanTIK : Teknik Informasi Vol. 11 No. 2 (2025): SemanTIK : Teknik Informasi
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/semantik.v11i2.246

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang sering terjadi di wilayah tropis dengan kerugian besar terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sulawesi Tenggara termasuk salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi akibat kondisi topografi berbukit, curah hujan tahunan yang tinggi, serta aktivitas manusia seperti deforestasi dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model klasifikasi daerah rawan longsor menggunakan metode Deep Learning berbasis Convolutional Neural Network (CNN) dengan memanfaatkan data radar Sentinel-1 GRD. Data penelitian mencakup 54 lokasi InaRisk BNPB dari enam kabupaten di Sulawesi Tenggara. Proses penelitian meliputi akuisisi data Sentinel-1, pra-pemrosesan (speckle filtering, kalibrasi radiometrik, koreksi topografi), ekstraksi patch multi-skala, pembangunan dan pelatihan CNN menggunakan TensorFlow/Keras, serta evaluasi model dengan metrik Accuracy, Precision, Recall, F1-score, dan AUC-ROC. Hasil penelitian menunjukkan model terbaik diperoleh pada patch 128×128 dengan akurasi 85,71%, presisi 85,81%, recall 85,71%, F1-score 85,46%, dan AUC-ROC 0,9807. Temuan ini menunjukkan potensi CNN dalam mendukung pemetaan kerawanan longsor secara akurat untuk mitigasi bencana di Sulawesi Tenggara. Landslides are disasters that frequently occur in tropical regions, causing severe impacts on social, economic, and environmental aspects. Southeast Sulawesi is among the regions with high susceptibility due to its hilly topography, high annual rainfall, and human activities such as deforestation and mining. This study aims to develop a landslide susceptibility classification model using a Deep Learning approach based on Convolutional Neural Networks (CNN) by utilizing Sentinel-1 GRD radar data. The research dataset consists of 54 InaRisk BNPB locations across six districts in Southeast Sulawesi. The research process includes Sentinel-1 data acquisition, preprocessing (speckle filtering, radiometric calibration, topographic correction), multi-scale patch extraction, CNN model construction and training using TensorFlow/Keras, and model evaluation with metrics such as Accuracy, Precision, Recall, F1-score, and AUC-ROC. The results show that the best model was achieved using 128×128 patches, reaching an accuracy of 85.71%, precision of 85.81%, recall of 85.71%, F1-score of 85.46%, and AUC-ROC of 0.9807. These findings demonstrate the potential of CNN to support accurate landslide susceptibility mapping for disaster mitigation in Southeast Sulawesi.