Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Technopreneur (JTech)

ANALISIS PERFORMA KOMPOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FORCED DRAFT MENGGUNAKAN VARIASI JUMLAH BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG Romi Djafar; Yunita Djamalu; Siradjuddin Haluti; Sjahril Botutihe
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.948 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.120

Abstract

Ketersediaan energi semakin sedikit mendorong peningkatan harga bahan bakar minyak yang pada akhirnya menyusahkan masyarakat terutama kelompok ekonomi lemah. Guna mengatasi masalah harga minyak dan gas yang semakin mahal dan cadangannya yang terbatas maka diperlukan usaha yang terprogram dan terarah untuk mencari energi alternatif. Salah satu upaya yaitu penggunaan biomassa digunakan pada sektor rumah tangga misalnya untuk keperluan memasak. Namun masyarakat umumnya menggunakan biomassa dengan cara dibakar secara langsung. Sehingga metode pembakaran yang dihasilkan kurang efesien dan tidak ramah lingkungan. Maka dari itu, sejak dahulu kompor gasifikasi biomassa telah dibuat dan tingkat pengembangannya sampai dengan sekarang ini. Berbagai desain dan model telah banyak dikembangkan untuk mengkonversi biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Namun rancangan kompor gasifikasi yang sudah ada tersebut masih memiliki berbagai kendala antara lain proses gasifikasi yang belum optimal dan kualitas pembakaran yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah fabrikasi kompor gasifikasi biomassa tipe forced draft menggunakan blower sebagai udara primer untuk skala laboratorium. Gasifikasi biomassa menarik untuk dikembangkan mengingat Propinsi Gorontalo telah menetapkan pertanian sebagai program unggulan yang berbasis jagung. Saat ini limbah hasil pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah tersebut tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar secara langsung oleh masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal dipemukiman pelosok desa bahkan daerah terisolir sehingga dipastikan bahwa jangkauan suplai energi listik dari PLN tidak terdapat pada daerah tersebut. Oleh karena itu, Teknologi kompor gasifikasi yang dapat mengkonversi biomassa menjadi energi panas yang hemat energi dan ramah lingkungan sebagai solusi yang tepat untuk diperkenalkan kepada pemerintah daerah maupun komunitas masyarakat yang ada. Tujuan Penelitian ini adalah rancang bangun dan fabrikasi kompor biomassa dengan bahan baku tongkol jagung. Hasil fabrikasi telah diuji kinerjanya dengan variasi ukuran jumlah bahan bakar yaitu 1; 2 dan 3 kg masing-masing dengan ukuran bahan bakar 1 cm. Metode yang digunakan adalah water boiling test (WBT) terhadap 3 liter air. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil berupa start-up tercepat terjadi pada menit ke 4 dan waktu terlama pada menit ke 8, komsumsi bahan bakar yang dihasilkan berturut-turut 2.65 kg/h; 1.92 kg/h dan 2.6 kg/h. Power input berturut-turut 8.2 kWh; 5.9 kwh dan 9.3 kwh. Power output yang didapatkan adalah terendah sebesar 1.36 kWh dan tertinggi sebesar 2.1 kWh. Total operating time dari kompor masing-masing sebesar 56; 78 dan 85 menit. Sedangkan efesiensi termal kompor gasifikasi dihasilkan sebesar 23.6%.
PENGARUH JUMLAH ALIRAN UDARA TERHADAP NYALA API EFEKTIF DARI REAKTOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FIXED BED DOWNDRAFT MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG. Romi Djafar; Farid Darise
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.106 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.211

Abstract

Teknologi reaktor gasifikasi biomassa telah ada sejak abad lampau, namun proses pengembangannya terus dilakukan sampai dengan saat ini. Pengembangan terhadap gasifikasi tersebut mulai dari desain reaktor, sistem cleaning syn-gas beserta cara penentuan parameter operasi untuk mendapatkan performa reaktor gasifikasi yang lebih baik. Salah satu parameter penting dalam proses gasifikasi adalah perbandingan udara aktual terhadap jumlah bahan bakar disebut udara Air Fuel Rasio (AFR). Dalam proses gasifikasi jika AFR yang tidak sesuai akan menimbulkan berbagai persoalan. Misalnya saat AFR terlalu besar maka semakin memperkaya komposisi CO2 dan H2O karena pembakaran semakin mendekati pembakaran sempurna. Sedangkan apabila AFR terlalu kecil maka produk arang yang dihasilkan makin meningkat, jumlah produksi gas yang menjadi sedikit dan panas kalor dihasilkan juga makin rendah, hal ini dipengaruhi oleh jumlah udara yang disuplai yang minimum. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian bagaimana pengaruh suplai udara terhadap proses gasifikasi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui nyala api terbaik, nyala api efektif dari proses gasifikasi, jumlah komsumsi bahan bakar dan distribusi suhu sepanjang reaktor selama proses pengujian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor gasifikasi biomassa tipe downdraft sistem batch dari bahan bakar tongkol jagung yang memiliki nilai kadar air sebesar 12%. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan tiga perbedaan variasi kecepatan udara masing-masing 15m/s; 10m/s dam 5m/s melalui pengaturan bukaan katup yang terpasang pada pipa nozzle menggunakan alat ukur anomometer digital udara reaktor gasifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan hasil analisis berupa Air Fuel Rasio (AFR) aktual berturut-turut 1,6; 1,8 dan 1,1. Dengan Equivalen Rasio (ER) dari setiap pengujian adalah 0,22; 0,25 dan 0,15. Selanjutnya nyala api terbaik diperoleh pada AFR 1.8 dengan Equivalen Rasio 0,25 yang indikasikan dengan nyala api yang kebiruan. Sedangkan total lama operasi proses gasifikasi mulai terjadi nyala api sampai dengan nyala api tersebut padam didapatkan pada pengujian ketiga yaitu 361 menit untuk bakan bakar 5 kg.
UJI KINERJA MESIN DIESEL GENERATOR MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR MODE SISTEM DUAL FUEL SOLAR DAN SYNGAS HASIL GASIFIKASI DARI TONGKOL JAGUNG Romi Djafar; Agus Susanto Ginting
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 7 No 2 (2019): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.534 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v7i2.388

Abstract

Saat ini ketersediaan bakar fosil semakin langka serta harganya semakin meningkat sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif yang sifatnya dapat diperbaharui. Sumber energi alternatif seperti biomasa dapat dikonversi menjadi syngas melalui proses gasifikasi untuk bebrbagai keperluan misal Internal combustion engine (ICE). Pada penelitian ini dilakukan aplikasi syngas reaktor downdraft dari bahan bakar tongkol jagung untuk mesin diesel generator set. Tujuan penelitian adalah mengetahui performa reaktor gasifikasi, performa mesin diesel, dan mengetahui jumlah bahan bakar solar yang tergantikan dengan adanya penambahan syngas. Untuk mendapatkan hasil penelitian maka produser gas dilewatkan melalui saluran inlet gas analizer yang beroperasi secara real time kemudian keluar menuju intake manifold mesin diesel. Adapun variasi pembebanan yang dilakukan adalah 200-2000 Watt pada interval 200 Watt dengan kecepatan konstan mesin diesel sebesar 1500 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen syngas yang dihasilkan masing-masing kosentrasi adalah O2 (10,2-26,7%), H2 (7,9-13,6%), CH4 (6,6-19,5%), CO (9,2-16,5%), CO2 (6,3-14,5%).dan N2 (59.8-43.3%). Efisiensi gas dingin gasifikasi diperoleh sebesar 35.5% dengan komsumsi bahan bakar sebesar 1.22 kg/jam.kW. Sedangkan jumlah bahan bakar solar yang tergantikan dengan adanya penambahan syngas yaitu sebesar 47.4%. Secara menyeluruh efisiensi total sistem diperoleh sebesar 10.8%. Kata Kunci: Reaktor, Dual Fuel, Syngas. Efisiensi
PERANCANGAN KETEL NILAM SISTEM UAP LANGSUNG MENGGUNAKAN KOMPOR BIOMASA (FIREBOX) Djafar, Romi
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 12 No 2 (2024): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v12i2.1425

Abstract

Minyak atsiri seperti minyak nilam merupakan tanaman yang sangat memiliki harga yang sangat tinggi saat ini. Minyak nilam dapat digunakan berbagai industri kosmetik obat-obatan, parfum dan lain-lain. Tanaman nilam dapat dipanen perdana 6 bulan setelah tanam. Kemudian dapat dipanen selanjutnya dalam tiga bulan. Dalam sekali budi daya nilam frekuensi panen dapat dilakukan antara 8 kali hingga 13 kali tergantung perawatan dan kesuburan tanah. Setelah masa panen tiba, tanaman nilam dapat dipanen dengan digunting kemudian dikeringkan selama 2 hari setelah itu tahap pencacahan dan terakhir penyulingan. Tujuan penelitian ini adalah perancangan alat penyulingan nilam model uap langsung yang lebih efisien, hemat tenaga dan hemat bahan bakar serta tingkat rendemen yang tinggi. Adapun konstruksi dari alat penyulingan nilam terbuat dari galvanis steel terdiri dari boiler dan firebox, ruangan destilasi, kondensor dan separator. Kapasitas alat sulingan tersebut sekitar 500 kg batch kondisi full. Berdasarkan hasil desain diperoleh dimensi ruang destlasi 100 cm x 180 cm. Sedangkan ruangan boiler 120 cm x 66 cm dan bak pendingin 2 x 4 m dan terdapat pipa zig-zag kondensor ukuran 2 inci.