Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Modul Fisika Dasar Berbasis Scientific untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan Kemampuan Kognitif Yulia Dewi Puspitasari; Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 13 No 2 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i2.84

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: (1) mengembangkan dan menghasilkan modul fisika dasar berbasis scientific, (2) meningkatkan higher order thinking skill (HOTS) setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika dasar berbasis scientific.Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D). pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan tahapan Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh validator ahli, dosen, dan peer review. Uji validitas yang dilakukan adalah validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian direvisi dan diimplementasikan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA dalam mata kuliah fisika dasar. Higher order thinking skill (HOTS) mahasiswa dianalisis dengan uji prasyarat untuk mengetahui normalitas dan homogenitas data. higher order thinking skill (HOTS) dianalisis dengan uji parametrik dengan uji t test menggunakan software SPSS.Hasil dari Penelitian ini yaitu: (1) kelayakan pengembangan modul fisika dasar berbasis scientific dikategorikan baik; (2) higher order thinking skill (HOTS) mahasiswa meningkat; (3) dari empat Aspek higher order thinking skill (HOTS) kemampuan logika dan penalaran mengalami peningkatan tinggi diikuti kemampuan analisis, kemampuan evaluasi, dan kemampuan kreasi. Kemampuan kognitif mahasiswa meningkat sebesar 70%.
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Menggunakan Video Refleksi Diri dalam Kompetisi Pidato Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i2.135

Abstract

Berbicara dianggap sebagai keterampilan yang sulit dalam mengajar bahasa Inggris kepada para pelajar muda. Banyak guru dan dosen memiliki masalah dalam mengajar berbicara. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, banyak dosen mengajar bahasa Inggris dengan suasana serius. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di kelas membaca buku teks dan tugas menulis. Mereka jarang meluangkan waktu untuk berbicara bahasa tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa tidak memiliki cukup kesempatan untuk berlatih berbicara di kelas. Secara umum tujuan utama dari penggunaan teknologi sebagai alat peraga adalah membbuat proses pembelajaran lebih memotivasi dan menarik bagi mahasiswa. Salah satu solusi dari permasalahan di atas adalah dengan menggunakan video refleksi diri dalam kelas berbicara khususnya pidato. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) untuk memecahkan masalah tersebut pada mahasiswa pemula di perguruan tinggi STKIP PGRI Nganjuk. Akhirnya, para mahasiswa dapat mengatasi masalah pribadi mereka dalam berbicara bahasa Inggris sendiri.
The Effectiveness Of Interactive Approach To Teach Reading Comprehension To First Semester Students Of STIE Nganjuk Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 16 No 2 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i2.176

Abstract

The objective of the study is to investigate whether the students who is taught using interactive approach have better achievement in reading comprehension than the students who is taught by using conventional technique. This research used experimental design. The study is carried out in popuulation of students of STIE Nganjuk. It means the researcher has English for Specific Purposes (ESP) class. The result of the research is to measure the effects interactive approach has on students’ reading comprehension because they are as non-English Department learners. From the comparison of absolute gain scores between experimental group and control group, it can be concluded that the students of the experimental group have already been more proficient in dealing with the reading text because they are given interactive reading approach which has appropriate emphasis on the bottom-up and the top-down processing. Besides, while teaching them the researcher also found that the students were more attracted and motivated in learning reading when the researcher used interactive approach.