Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN FASILITAS PELAYANAN SIRKUMSISI MODERN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN DI RUMAH SUNAT MILLENIAL KARANGANYAR Didik Purwanto; sutrisno; Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/atm66z02

Abstract

Latar Belakang: Layanan sirkumsisi modern semakin diminati masyarakat karena menawarkan kenyamanan, teknologi terkini, dan proses pemulihan yang cepat. Fasilitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap layanan kesehatan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar. Metode : Jenis penelitian analitik korelational dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien sirkumsisi di rumah sunat Millenial Karanganyar sebanyak 60 orang, teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 53 orang. Instrument kuesioner fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dan kuesioner kepuasan pelanggan. Uji bivariat Kendall’s tau. Hasil : Hasil penelitian fasilitas pelayanan sirkumsisi modern di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas baik ada 48 responden (90.6%). Kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar mayoritas tinggi ada 49 responden (92.5%). Kesimpulan : Ada hubungan fasilitas pelayanan sirkumsisi modern dengan kepuasan pelanggan di rumah sunat Millenial Karanganyar.
Application of the PRICE Method in Handling Acute Injuries and Trauma Among Karangpandan Volunteers Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.v24i2.23187

Abstract

Acute injuries or acute trauma often occur as a result of accidents on the road or due to other activities such as exercising or working. Acute injuries require immediate attention to avoid complications and increase the victim's comfort. One method of acute trauma relief is PRICE (protection, rest, ice, compression, elevation). Karangpandan volunteers are a self-dedicated group working independently on their own initiative to help the community. Knowledge and skills in handling injuries are important things that they must master. The implementation method is in the form of training activities on PRICE, demonstrating skills in using the PRICE method in everyday injury management. This activity involved 24 volunteers from Karangpandan Volunteers. The method of assessing knowledge and skills uses a questionnaire and checklist sheet, each containing 10 question/observation items. The results of the activity show an increase in knowledge and skills regarding the use of the PRICE method by volunteers.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Kopi Dengan Gejala Gastritis Pada Mahasiswa Sutrisno; Rizal Indera Permana Bayu Murti; Fajar Alam Putra
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1297

Abstract

Background: Gastritis is a disorder of the human digestive system. It is a lifelong, serious disease that many people experience. Coffee drinking is a contributing factor to gastritis due to its caffeine content, which can affect stomach acid. Common symptoms of gastritis include abdominal discomfort, bloating, nausea, headaches that interfere with daily activities, vomiting, and burning or stinging pain. Purpose: To determine the relationship between coffee consumption frequency and gastritis symptoms in students at the Faculty of Science, Technology, and Health, Sahid University, Surakarta. Method: This is a descriptive analytical study with a cross-sectional design, with a population of 93 students. A sample size of 56 was used, with a non-probability sampling method. The instruments used were a gastritis symptom questionnaire and a coffee consumption frequency questionnaire. The statistical test used was the Kendall-tau test. Results: The Kendall-tau correlation test showed a relationship between the frequency of coffee consumption and gastritis symptoms. The p-value was 0.002, lower than 0.05, and the r-value was 0.401. Conclusion: There is a correlation between the frequency of coffee consumption in college students and their gastritis symptoms, with a moderate correlation. Keywords: College Students; Frequency of Coffee Consumption; Gastritis Symptoms.   Pendahuluan: Gastritis merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan manusia. Gastristis menjadi salah satu penyakit sepanjang umur hidup, penyakit cukup serius yang banyak dialami seseorang. Kebiasaan minum kopi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gastritis karena kandungan kafein didalamnya yang dapat mempengaruhi asam lambung. Gejala umum yang terjadi pada penderita gastritis adalah rasa tidak nyaman pada perut, perut kembung, mual dan sakit kepala yang menggangu aktivitas sehari – hari, muntah, perih atau sakit seperti terbakar pada perut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi minum kopi dengan gejala gastritis pada mahasiswa Fakultas Sains , Teknologi dan Kesehatan  Universitas Sahid Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan  desain studi potong lintang, dengan jumlah populasi 93 mahasiswa. Sampel yang digunakan 56, dengan metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesiner gejala gastritis dan kuesioner frekuensi konsumsi kopi. Uji ststistik yang digunakan dengan uji Kendall tau Hasil: Hasil uji korelasi kendall tau menunjukan hubungan frekuensi konsumsi kopi dan gejala gastritis didapatkan nilai p sebesar 0.002, lebih rendah dari 0.05, dan nilai r sebesar 0.401. Simpulan: Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi kopi pada  mahasiswa dengan gejala gastritis yang dialami, hubungan pada tingkat sedang. Kata Kunci: Frekuensi Konsumsi Kopi; Gejala Gastritis; Mahasiswa.
Pengaruh emotional freedom technique (eft) terhadap tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis Ryan Aditya Kumara; Sutrisno; Widiyono Widiyono
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1330

Abstract

outside the body. This action can cause psychological and physical stress that interferes with the neurological system, including; disorientation, tremors and decreased concentration and anxiety. Anxiety can have an impact on behavior such as withdrawing from the environment, difficulty focusing on activities, difficulty eating, irritability, low control of anger emotions, sensitivity, difficulty sleeping. One way to reduce anxiety is to do emotional freedom technique (EFT). Non-invasive action to balance the body's natural meridian energy when symptoms of physical and emotional decline occur. Purpose: To determine the effect of EFT therapy on anxiety levels in patients with chronic kidney failure with hemodialisis. Method: The type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design. The population in this study were patients undergoing hemodialisis in the ICU Rooms. The research sample used was 27 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: The study showed that anxiety before and after the EFT intervention decreased with median score 22 before intervention and 15 after interventiio. The results of the Wilcoxon signed rank test obtained a p value of 0.001 Conclusion: There is an effect of emotional freedom technique on anxiety in patients undergoing hemodialisis. Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Disease; Emotional Freedom Technique; Hemodialisis; Paliative.   Pendahuluan: Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan diluar tubuh.  Tindakan ini dapat menimbulkan stres psikologis dan fisik yang mengganggu sistem neurologi antara lain; diorientasi, tremor dan penurunan konsentrasi dan kecemasan. Cemas dapat berdampak pada perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, sulit fokus dalam beraktifitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya pengendalian emosi amarah, sensitive, susah tidur. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu melakukan emotional freedom technique (EFT). Tindakan non invasive untuk menyeimbangkan energi meridian alam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pada pasien Gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodilisis di Ruang ICU. Sampel penelitian yang digunakan adalah 27 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dan setelah intervensi EFT mengalami penurunan dengan nilai median sebelum intervensi 22 dan setelah intervensi 15. Hasil uji dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p: 0.001 Simpulan: Ada pengaruh emotional freedom technique terhadap kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Emotional Freedom Technique; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Kecemasan; Paliatif.