Apoy Apoy
STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELESTARIAN TRADISI DAN SENI DAERAH BERWAWASAN NASIONAL MENUJU MASYARAKAT PERBATASAN KETUNGAU TENGAHMALAYSIA YANG KOMPETITIF DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Suparno Suparno; Apoy Apoy
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.217

Abstract

Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh tantangan serius yang dihadapi budaya lokal adalah mempertahankan eksistensinya di tengah terpaan arus globalisasi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelestarian tradisi dan seni daerah berwawasan nasional menuju masyarakat perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia yang kompetitif di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Hasil pembahasan menyatakan bahwa: 1. Pemahaman tentang kebudayaan tradisi dan seni daerah mayoritas orang-orang tua yang seyogiananya memahami sedangkan generasi muda banyak yang tidak memahaminya. 2. Pelestarian tradisi dan seni daerah di wilayah perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia sudah ada namun belum maksimal sehingga perlu adanya dukungan dan pembinaan dari pemerintah. 3. Faktor pendukung dari pelestarian tradisi dan seni daerah yaitu adanya semangat orang-orang tua yang masih ingin menjaga kebudayaannya dan adanya fasilitas sarana dan prasarananya yang ada serta generasi mudanya yang produktif berjumlah banyak. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu minat generasi muda untuk belajar kurang.  Kata Kunci : Tradisi dan Seni Daerah, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KETUNGAU TENGAH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Juri Juri; Septha Suseka; Apoy Apoy
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.707

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan Pemahaman Siswa Terhadap  Nilai-nilai Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ketungau Tengah. Untuk mendeskripsikannya melalui pembinaan jam sekolah dan menerapkannya di lingkungan sekolah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ketungau Tengah, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Kemudian teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pemahaman siswa terhadap Nilai-nilai Pancasila melalui proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan mencoba menerapkannya di lingkungan sekolah dan menerapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 2) menanamkan nilai-nilai Pancasila mengikuti upacara bendera setiap hari senin maupun saat memperingati hari besar nasional, kerja kelompok. 3) faktor pendukung mewujudkan visi misi sekolah dengan menerapkan tata tertib sekolah dengan adanya kebijakan kepala sekolah. Faktor penghambatnya siswa belum mengerti dan tidak mempunyai niat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya diterapkan, meskipun sudah diarahkan oleh gurunya kurangnya rasa peduli mereka terhadap guru dan nilai-nilai Pancasila tersebut, sehingga menghamat penerapan dan penanaman nilai-nilai Pancasila tersebut, maka dari itu perlu lebih dalam mereka memahami nilai-nilai Pancasila tersebut guna untuk menerapkan dan menanamkannya di lingkungan sekolah. Kata kunci: Pemahaman Siswa, Nilai-nilai Pancasila.