Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MOTIVASI BELAJAR ANAK KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Juri Juri; Dessy Triana Relita
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 9, No 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.269 KB) | DOI: 10.31932/ve.v9i2.139

Abstract

Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh tantangan kemiskinan yang dialami menjadikan lemahnya motivasi belajar anak. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi belajar anak keluarga penerima manfaat program keluarga harapan di kabupaten sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Hasil pembahasan menyatakan bahwa: 1. anak-anak mengalami peningkatan motivasi belajar. 2. Motivasi anak-anak untuk sekolah terdiri dari dua, yakni secara internal dari kesadaran diri sendiri si anak dan faktor ekternal yakni dari motivasi orangtua dan lingkungan. 3. Terdapat 59 anak yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik, baik ditingkat lokal, nasional hingga ketingkat internasional.Kata Kunci : motivasi belajar anak, keluarga penerima manfat PKH 
METODE PENANAMAN NILAI BUDAYA DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI PADA KELUARGA DAYAK DESA Fransiska Fransiska; Suparno Suparno
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.183 KB) | DOI: 10.31932/ve.v10i2.516

Abstract

Abstract: Every region in Indonesia is unique in preserving the culture of the area, one of which is through the method of planting cultural values related to early childhood care. However, along with the development of an increasingly modern era makes the planting of cultural values begin to erode with new cultures that enter the community environment. The purpose of this research is to describe the method of teaching cultural values in the care of young children in the Dayak Desa family. This research uses a qualitative approach to the type of case study research. Information in this research consisted of traditional leaders, hamlet heads, and parents with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using interactive models from Miles and Huberman. The results showed that: (1) Methods of inculcating cultural values in the care of early childhood include padah pəlajaR (advice), contoh (example), pəjamak (habituation), bətutuR (dialogue), ukum (punishment). (2) The application of the method of teaching cultural values is done through direct communication, habituation, and giving advice.Keywords: The method of Teaching Culture Value, Parenting for Early Children, Family of Dayak Desa Abstrak: Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki keunikan dalam melestarikan budaya daerahnya salah satunya adalah melalui metode penanaman nilai budaya yang berkaitan dengan pengasuhan anak usia dini. Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern membuat penanaman nilai budaya ini mulai terkikis dengan budaya-budaya baru yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang metode penanaman nilai budaya dalam pengasuhan anak usia dini pada keluarga Dayak Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Infoman dalam penelitian ini terdiri dari ketua adat, kepala dusun dan orang tua dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan interactive model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode penanaman nilai budaya dalam pengasuhan anak usia dini meliputi padah pəlajaR (nasihat), contoh (teladan), pəjamak (pembiasaan), bətutuR (dialog), ukum (hukuman). (2) Penerapan metode penanaman nilai budaya dilakukan melalui komunikasi langsung, pembiasaan dan pemberian petuah (nasihat)Kata Kunci: Metode Penanaman Nilai Budaya, Pengasuhan Anak Usia Dini, Keluarga Dayak Desa
ANALISIS PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK DI KECAMATAN SEPAUK Suparno Suparno
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i2.258

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan terhadap prestasi belajar anak di Kecamatan Sepauk. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan terhadap prestasi belajar anak di Kecamatan Sepauk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan bentuk penelitiannya Studi Kasus.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) dampak pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan dapat dirasakan masyarakat, para penerima bantuan dapat menyekolahkan anak-anaknya dan mendapatkan pendidikan yang layak, 2)  Prestasi belajar anaknya meningkat dilihat dari prestasi yang diperoleh ditngkat lokal, nasional dan internasional, 3) respon masyarakat terhadap pelaksanaan Program Keluarga Harapan sangat positif karena bantuan ini dapat membantu Keluarga Sangat Miskin dalam menyekolahkan anak-anaknya. Kata Kunci: Program Keluarga Harapan, Prestasi Belajar
UPAYA GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBENTUKAN SISWA BERKARAKTER KEBANGSAAN DI SMP NEGERI 2 BINJAI HULU TAHUN AJARAN2019/2020 Suparno Suparno; Lusiana Lusiana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.705

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya guru PKndalam membentuk siswa berkarakter kebangsaan melalui proses pembelajaran PKn di SMP N 2 Binjai Hulu,mendeskripsikan upaya guru PKn dalam membentuk siswa berkarakter kebangsaan melalui pembinaan diluar jam pelajaran PKn di SMP N 2 Binjai Hulu, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat upaya guru PKn dalam pembentukan siswa berkarakter kebangsaan di SMP N 2 Binjai Hulu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian studi kasus.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Upayaguru PKn membentuk siswa yang berkarakter kebangsaan yaitu melalui kegiatan interakurikuler dan ekstrakurikuler.Kata Kunci: Guru Pendidikan Kewarganegaraan, Siswa, Karakter Kebangsaan
PELESTARIAN TRADISI DAN SENI DAERAH BERWAWASAN NASIONAL MENUJU MASYARAKAT PERBATASAN KETUNGAU TENGAHMALAYSIA YANG KOMPETITIF DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Suparno Suparno; Apoy Apoy
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i2.217

Abstract

Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh tantangan serius yang dihadapi budaya lokal adalah mempertahankan eksistensinya di tengah terpaan arus globalisasi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelestarian tradisi dan seni daerah berwawasan nasional menuju masyarakat perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia yang kompetitif di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Hasil pembahasan menyatakan bahwa: 1. Pemahaman tentang kebudayaan tradisi dan seni daerah mayoritas orang-orang tua yang seyogiananya memahami sedangkan generasi muda banyak yang tidak memahaminya. 2. Pelestarian tradisi dan seni daerah di wilayah perbatasan Ketungau Tengah-Malaysia sudah ada namun belum maksimal sehingga perlu adanya dukungan dan pembinaan dari pemerintah. 3. Faktor pendukung dari pelestarian tradisi dan seni daerah yaitu adanya semangat orang-orang tua yang masih ingin menjaga kebudayaannya dan adanya fasilitas sarana dan prasarananya yang ada serta generasi mudanya yang produktif berjumlah banyak. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu minat generasi muda untuk belajar kurang.  Kata Kunci : Tradisi dan Seni Daerah, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BATU NANTA PADA PERIODE 2017-2022 Suparno Suparno; Agnesia Hartini; Merri Anjelina
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.2998

Abstract

This research is motivated by in Community Participation in Social Life in Infrastructure Development in Batu Nanta Village in the 2017-2022 Period. The purpose of this study is to describe how community participation is in planning, implementing, and accountability in infrastructure development in Batu Nanta Village in the 2017-2022 period, to describe how community participation is in expressing opinions and providing material in supporting infrastructure development in Batu Nanta Village in the Period 2017-2022. The research method used in this research is descriptive qualitative and the form of this research is descriptive. The results of this study indicate that: 1) The people of Batu Nanta Village are quite good at participating in the planning, implementation and accountability of infrastructure development. This is what causes social life in Batu Nanta Village to occur individual interactions with other individuals in the community, especially when the village development planning meeting is held. 2) community participation in Batu Nanta Village, namely there are two forms, namely participation in the form of giving their opinion at the MusrenbangDes, giving contributions called PADes (Original Village Income) to support infrastructure development. Keywords: community participation, social life, infrastructure development. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VII C DI SMP NEGERI 2 TEMPUNAK TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Suparno Suparno; Agnesia Hartini; Ardianti Susila
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i1.1632

Abstract

SMP Negeri 2 Tempunak pada masa pandemi covid-19 tidak melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka setiap harinya tetapi hanya melalui penugasan seperti pemberian soal yang setiap 2 minggu siswa harus mengambil dan menyerahkan tugasnya ke sekolah, dengan demikian tentunya proses pembelajaran tidak berjalan secara efektif. Hal tersebut akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa pada masa pandemi covid-19 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII C di SMP Negeri 2 Tempunak tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa pada masa pandemi covid-19 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII C di SMP Negeri 2 Tempunak terdiri dari faktor internal dan eksternal. Prestasi belajar siswa juga mengalami penurunan pada masa pandemi covid-19 karena proses belajar mengajar tidak berjalan secara efektif. Guru berperan penting dalam mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Peran guru yaitu memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat untuk belajar, guru  memberikan teguran dan bimbingan kepada siswa yang prestasi belajarnya mengalami penurunan, guru memberikan buku paket kepada siswa dan siswa diberikan keringanan waktu oleh guru jika telat mengumpulkan tugas. kata Kunci : Faktor-faktor prestasi belajar, pandemi covid-19, mata pelajaran pendidikan                     Kewarganegaraan. 
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN SEBAGAI BENTUK PERWUJUDAN PASAL 34 AYAT (1) DI DESA NANGA TEKUNGAI KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Suparno Suparno; Mardawani Mardawani; Alvonsius Helmi Yahya
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5766

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan struktural di desa-desa pedalaman Indonesia, termasuk Desa Nanga Tekungai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pemerintah Indonesia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berupaya menanggulangi kemiskinan sekaligus menunaikan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 tentang perlindungan bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi PKH di Desa Nanga Tekungai, meliputi pelaksanaan, mekanisme penyaluran, serta dampak ekonominya bagi masyarakat penerima manfaat (KPM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu melalui wawancara mendalam kepada pendamping sosial, pelaksana program, serta keluarga penerima manfaat, dilengkapi dokumentasi kebijakan dan laporan pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Nanga Tekunga berjalan sesuai pedoman, namun masih terdapat kendala yang dihadapi, di antaranya: keterbatasan pemahaman sebagian penerima manfaat terhadap tujuan program, keterlambatan proses pencairan bantuan, serta intensitas pendampingan yang masih perlu. Meski demikian, PKH terbukti mampu meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta mulai mendorong kemandirian ekonomi. Implementasi PKH di desa ini secara nyata telah memenuhi amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 dan menjadi instrumen penting perlindungan sosial di tingkat lokal Kesimpulannya, PKH memberikan dampak positif nyata dalam pengentasan kemiskinan di Desa Nanga Tekungai, meskipun masih memerlukan optimalisasi beberapa aspek teknis dan pemberdayaan penerima manfaat. Harapannya, penguatan kapasitas pendamping sosial dan peningkatan literasi masyarakat akan membuat program ini semakin efektif dalam kemiskinan secara berkelanjutan.Kata kunci:  Implementasi, Program Keluarga Harapan, Penanggulangan Kemiskinan, Pasal 34 Ayat (1)
SOSIALISASI PEMAHAMAN ETIKA DIGITAL BERBASIS GOOD CITIZEN PADA MAHASISWA BARU DI STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG Sapto Purnomo; Suparno Suparno; Septha Suseka; Dimas Nurcahyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6344

Abstract

ABSTRACTUnderstanding digital ethics for students is crucial to supporting their success in communicating and interacting in everyday life. Digital citizenship is expected to foster technological and political literacy, critical thinking, and environmental sensitivity. Strengthening digital citizenship contributes to students' personal resilience, characterized by the formation of thought patterns and behaviors. Students who are able to utilize digital devices are expected to become individuals who can grasp the future. Digitalization brings changes in ways of thinking, living, and communicating, and this can be achieved by strengthening digital citizenship. Digital citizenship is expected to influence students' ability to accept, adapt, and act intelligently and wisely towards diversity. Students who possess digital citizenship insight are expected to develop an attitude of loving, preserving, and maintaining both local and national culture within themselves. This insight is also expected to shape students' personalities with a soul that loves their homeland, has a positive vision and goals, and is able to maintain the nation's noble values amidst the rapid flow of globalization.Keywords: Socialization, Digital Ethics, Good Citizen ABSTRAKPemahaman etika digital bagi mahasiswa sangat penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa berkomunikasi dan berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Digital citizenship diharapkan dapat membuat mahasiswa menjadi melek teknologi, politik, berpikir kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Penguatan digital citizenship berkontribusi pada ketahanan pribadi mahasiswa yang ditandai dengan terbentuknya pola pikir dan perilaku. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan perangkat digital diharapkan menjadi orang yang dapat menggenggam masa depan. Karena digitalisasi memberikan perubahan cara berpikir, cara hidup, serta cara berkomunikasi dan hal ini dapat diupayakan dengan penguatan digital citizenship. Digital citizenship diharapkan mempengaruhi mahasiswa dalam memiliki kemampuan menerima, beradaptasi, bersikap cerdas dan bijaksana terhadap keberagaman. mahasiswa yang memiliki wawasan digital citizenship diharapkan tumbuh sikap mencintai, melestarikan, serta menjaga kebudayaan baik lokal maupun nasional dalam dirinya. Wawasan tersebut juga diharapkan dapat membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki tingkah laku jiwa yang cinta terhadap tanah air, memiliki visi dan tujuan yang positif, serta mampu mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.  Kata Kunci: Sosialisasi, Etika Digital, Good Citizen