Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM PEMERINTAH TENTANG KERJA NYATA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA Septha Suseka
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i1.146

Abstract

Kerja nyata merupakan semboyan atau jargon dari pemerintahan Ir. Joko Widodo sebagai janji kampanye saat Pemilihan Presiden Republik Indonesia. Kerja nyata dalam hal ini adalah kerja yang benar-benar menghasilkan (nyata atau ada terlihat), bukan hanya kerja asal-asalan. Memang selama ini banyak pegawai negeri ataupun pegawai swasta yang asal-asalan kerja dan tidak ada menghasilkan sesuatu ataupun memenuhi target yang diharapkan. Sehingga dengan adanya semboyan atau jargon “Kerja Nyata” diharapkan seluruh masyarakat harus benar-benar berusaha dan/atau bekerja dengan hasil yang baik atau kata kerja dengan bersungguh-sungguh sesuai tugas yang diembannya, jangan kerja asal bapak senang (ABS). Kinerja sumber daya manusia pasti ada hubungan dengan kerja nyata, tanpa adanya sumber daya manusia kerja nyata tidak akan tercapai. Demikian pula kinerja, dengan adanya kinerja yang baik maka kerja nyata sudah pasti terlaksana. Jadi kinerja sumber daya manusia yang baik sesuai fungsi dan wewenangnya dipastikan kerja nyata yang dicita-citakan oleh pemimpin kita pasti akan terealisasi. Disinilah pengawasan pemerintah diperlukan untuk memantau kinerja sumber daya manusia ditingkat pusat hingga daerah. Pengawasan ini bisa langsung dilakukan oleh kepala pemerintahan, kepala daerah, kementerian terkait ataupun pimpinan dari masing-masing lembaga atau dinas bersangkutan. Pengawasan juga diikuti pembinaan dan bila perlu pemberian sanksi agar kinerja sumber daya manusia menjadi lebih baik disetiap lini lembaga atau dinas dalam pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah. Sedangkan untuk pegawai swasta untuk pengawasan kinerja sumber daya manusia nya dilakukan oleh otoritas yang ditunjuk. Namun apapun pekerjaan kita mau sebagai pegawai negeri atau pun sebagai pegawai swasta, kinerja harus ditingkatkan lebih baik agar pencapaian program pemerintah tentang Kerja Nyata akan terealisasi dan pelayanan terhadap masyarakat pun akan lebih baik.Kata Kunci: Kerja Nyata dan Kinerja Sumber Daya Manusia
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KETUNGAU TENGAH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Juri Juri; Septha Suseka; Apoy Apoy
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.707

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan Pemahaman Siswa Terhadap  Nilai-nilai Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ketungau Tengah. Untuk mendeskripsikannya melalui pembinaan jam sekolah dan menerapkannya di lingkungan sekolah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ketungau Tengah, untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus. Kemudian teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pemahaman siswa terhadap Nilai-nilai Pancasila melalui proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan mencoba menerapkannya di lingkungan sekolah dan menerapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 2) menanamkan nilai-nilai Pancasila mengikuti upacara bendera setiap hari senin maupun saat memperingati hari besar nasional, kerja kelompok. 3) faktor pendukung mewujudkan visi misi sekolah dengan menerapkan tata tertib sekolah dengan adanya kebijakan kepala sekolah. Faktor penghambatnya siswa belum mengerti dan tidak mempunyai niat dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila yang seharusnya diterapkan, meskipun sudah diarahkan oleh gurunya kurangnya rasa peduli mereka terhadap guru dan nilai-nilai Pancasila tersebut, sehingga menghamat penerapan dan penanaman nilai-nilai Pancasila tersebut, maka dari itu perlu lebih dalam mereka memahami nilai-nilai Pancasila tersebut guna untuk menerapkan dan menanamkannya di lingkungan sekolah. Kata kunci: Pemahaman Siswa, Nilai-nilai Pancasila. 
PRAMUKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEBANGSAAN SEBAGAI BAGIAN CIVIC DISPOSITION SISWA DI MTS NURUL MA’ARIF 1 DEDAI Sapto Purnomo; Juri Juri; Septha Suseka; Edo Abdullah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.3000

Abstract

Character education is an important part of education. The purpose of this study is to describe scout activities in shaping national character as part of the civic disposition of students at MTs Nurul Ma'arif 1 Dedai. This research uses qualitative descriptive method with descriptive research form. Data collection uses observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. From the results of this study found: 1). The strategy used in the implementation of extracurricular scouts is good. 2). Scout extracurricular activities at MTs Nurul Ma'arif 1 Dedai play an important role in shaping national character as part of civic disposition, namely shaping students' religious, honest and disciplinary values. 3). The obstacles faced by the coach are different student characters, facilities and infrastructure supporting scout activities and less optimal time in scout activities.  Keywords: Scout, National Character, Civic Disposition.   
PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS PADA KANTOR UNIT PELAYANAN PENDAPATAN DAERAH SINTANG) Septha Suseka
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i1.196

Abstract

Masalah dalam  penelitian  ini adalah apa sajakah faktor-faktor penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor yang ada pada Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Sintang. Adapun tujuan penelitian ini adalah menelaah faktor-faktor yang memungkinkan tercapainya atau bahkan terlampauinya target penerimaan pendapatan daerah yang dibebankan kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Sintang dan mencari titik tolak upaya pencarian sumber dana lain bagi peningkatan penerimaan pendapatan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Analisis Faktor-Faktor Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dapat dilihat dari pertama objek dan kedua subjek Pajak Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Undang – Undang Nomor: 22 Tahun 2000 tentang Pokok –Pokok Pemerintahan di Daerah ; Undang – Undang Nomor: 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah ; Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 27 Tahun 2002 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah ; dan Peraturan Daerah Propinsi Kalimantan Barat Nomor: 5 Tahun 2002 tentang Pajak Kendaraan Bermotor. Faktor pendukung penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor yaitu dengan melaksanakan operasional ke kecamatan-kecamatan tertentu di Kabupaten Sintang, sedangkan faktor penghambat penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor yaitu kurangnya kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan bermotor dengan tepat waktu yang mengakibatkan banyaknya tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor sehinga perlu ditingkatkan kreatifitas pegawai Dinas Pendapatan Daerah Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Sintang untuk membuat program “Jemput Bola” kepada para Wajib Pajak didaerah terpencil dan mendirikan gerai-gerai disetiap kecamatan serta SAMSAT Keliling “SAMSAT Corner” diwilayah Kabupaten Sintang. Semoga tujuan pembangunan di Kalimantan Barat umumnya dan Kabupaten Sintang khususnya akan tercapai apabila adanya peningkatan pendapatan pajak setiap tahunnya. Kata Kunci: Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor  
PROSES EVALUASI KEBIJAKAN RESTRIBUSI PARKIR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVALUASI RESTRIBUSI PARKIR Septha Suseka
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i2.937

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Evaluasi Kebijakan Restribusi Parkir Pada Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang. Dari permasalahan penelitian tersebut tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses Evaluasi Kebijakan Restribusi Parkir dan faktor-faktor yang mempengaruhi Evaluasi Restribusi Parkir. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, pegawai pada Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Kabupaten Sintang dan petugas parkir. Tehnik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi, kemudian alat dalam pengumpulan data yaitu pedoman wawancara dan pedoman observasi. Sedangkan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Evaluasi Kebijakan Restribusi Parkir dapat dilihat dari Pertama, objek dan subjek restribusi serta pengukuran tingkat penggunaan jasa. Objek dapat digolongkan kepada restribusi jasa umum yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 27 Tahun 2006, hal tersebut tak lepas dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. Kedua, struktur dan besaran tarip pajak. Ketiga, azas dan tata cara pemungutan restribusi. Keempat, sistim pembayaran dan tanda buku pembayaran. Dan Kelima, penyelidikan. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi Evaluasi Restribusi Parkir di Kabupaten Sintang dan faktor penghambatnya kurang kesadaran pengguna kendaraaan, kualitas dan kemampuan petugas parkir. Sedangkan faktor pendukung pembangunan sarana fisik yang memadai serta partisipasi masyarakat secara menyeluruh.Kata Kunci:Evaluasi, Kebijakan, Restribusi Parkir
ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PBL ( PROJECT BASED LEARNING ) PADA SISWA KELAS VII MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI I TEMPUNAK Sapto Purnomo; Septha Suseka; Erastus Erastus
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5768

Abstract

Pendidikan di abad ke-21 membutuhkan pendekatan yang inovatif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL) pada kelas VII SMP Negeri 1 Tempunak, Kabupaten Sintang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen untuk menggali penerapan PBL, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya guru dalam menghadapi tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, namun terdapat tantangan terkait keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru. Upaya strategis dari guru, seperti pemanfaatan media pembelajaran dan pembentukan kelompok heterogen, sangat mendukung keberhasilan penerapan PBL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PBL efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa, meskipun implementasinya memerlukan strategi guru untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur dan kesiapan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pelatihan guru dan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek, serta mengadaptasi PBL sesuai dengan konteks sosial dan budaya lokal.Kata Kunci: Project-Based Learning, Pendidikan Sosial, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi.  
SOSIALISASI PEMAHAMAN ETIKA DIGITAL BERBASIS GOOD CITIZEN PADA MAHASISWA BARU DI STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG Sapto Purnomo; Suparno Suparno; Septha Suseka; Dimas Nurcahyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6344

Abstract

ABSTRACTUnderstanding digital ethics for students is crucial to supporting their success in communicating and interacting in everyday life. Digital citizenship is expected to foster technological and political literacy, critical thinking, and environmental sensitivity. Strengthening digital citizenship contributes to students' personal resilience, characterized by the formation of thought patterns and behaviors. Students who are able to utilize digital devices are expected to become individuals who can grasp the future. Digitalization brings changes in ways of thinking, living, and communicating, and this can be achieved by strengthening digital citizenship. Digital citizenship is expected to influence students' ability to accept, adapt, and act intelligently and wisely towards diversity. Students who possess digital citizenship insight are expected to develop an attitude of loving, preserving, and maintaining both local and national culture within themselves. This insight is also expected to shape students' personalities with a soul that loves their homeland, has a positive vision and goals, and is able to maintain the nation's noble values amidst the rapid flow of globalization.Keywords: Socialization, Digital Ethics, Good Citizen ABSTRAKPemahaman etika digital bagi mahasiswa sangat penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa berkomunikasi dan berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Digital citizenship diharapkan dapat membuat mahasiswa menjadi melek teknologi, politik, berpikir kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Penguatan digital citizenship berkontribusi pada ketahanan pribadi mahasiswa yang ditandai dengan terbentuknya pola pikir dan perilaku. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan perangkat digital diharapkan menjadi orang yang dapat menggenggam masa depan. Karena digitalisasi memberikan perubahan cara berpikir, cara hidup, serta cara berkomunikasi dan hal ini dapat diupayakan dengan penguatan digital citizenship. Digital citizenship diharapkan mempengaruhi mahasiswa dalam memiliki kemampuan menerima, beradaptasi, bersikap cerdas dan bijaksana terhadap keberagaman. mahasiswa yang memiliki wawasan digital citizenship diharapkan tumbuh sikap mencintai, melestarikan, serta menjaga kebudayaan baik lokal maupun nasional dalam dirinya. Wawasan tersebut juga diharapkan dapat membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki tingkah laku jiwa yang cinta terhadap tanah air, memiliki visi dan tujuan yang positif, serta mampu mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.  Kata Kunci: Sosialisasi, Etika Digital, Good Citizen