Ahmad Arifin
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Penyertaan Tindak Pidana Pencurian Motor Ditinjau Dari Hukum Pidana Positif dan Fiqh Jinayah Ahmad Arifin; Aliyana Farha Ramadina; Ahmad Roja; Dessy Desvina; Deden Najmudin
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 12 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i12.836

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bentuk penyertaan tindak pidana pencurian motor yang ditinjau dari hukum pidana positif dan Fiqh Jinayah, serta pertanggungjawabannya. Metode penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif yang didasarkan pada landasan KUHP dan fiqh jinayah. Berdasarkan pembahasan yang telah diijabarkan dapat disimpulkan bahwa dalam tindak pidana pencurian motor, jika berdasarkan pidana positif bentuk penyertaan pleger (orang yang melakukan eksekusi pencurian motor), doen plagen (orang yang menyuruh melakukan pelaku untuk mencuri motor), medeplager (orang yang turut melakukan), uitlokker (orang yang membujuk melakukan) dan medeplichtige (membantu melakukan) memiliki pertanggungjawaban hukum yang berbeda-beda. Sedangkan, pada fiqh Jinayah hanya dibagi menjadi dua bagian yaitu turut berbuat langsung dengan hukuman berupa hudud dan turut berbuat tidak langsung dengan hukuman berupa ta’zir.
ANALISIS YURIDIS HAK CIPTA KEPADA USER ATAS KARYA HASIL GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA Ahmad Arifin; Ajmal Nazirul Mubiin; Bagus Adek Setiyanto; Ikhwan Aulia Fatahillah
At-Tanwir Law Review Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Universtitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/atlarev.v5i2.4504

Abstract

Perkembangan Generative artificial intelligence (AI) telah menimbulkan persoalan hukum baru terkait status perlindungan hak cipta atas karya yang dihasilkannya. Sistem hukum Indonesia belum memberikan kepastian hukum mengenai posisi karya AI, karena peraturan yang berlaku masih mengasumsikan manusia sebagai satu-satunya subjek hukum hak cipta. Rumusan masalah dalam penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah karya yang dihasilkan oleh sistem Generative AI dapat dikualifikasikan sebagai ciptaan yang dilindungi oleh hak cipta menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, serta bagaimana posisi hukum pengguna (user) terhadap karya tersebut, khususnya dalam kaitannya dengan klaim kepemilikan dan hak pemanfaatan karya hasil teknologi Generative AI. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya yang sepenuhnya dihasilkan AI belum memenuhi syarat perlindungan hak cipta, kecuali terdapat kontribusi kreatif manusia. Oleh karena itu, diperlukan reformasi regulasi untuk memberikan kepastian hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.