Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

College Adjusment Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Madura Endang Fauziyah Susilawati; Putri Oktaviana; Taufiqur Rahman; Nindawi; Kuzzairi
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol 6 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v6i1.374

Abstract

Latar Belakang: Penyesuaian diri diperlukan untuk memaksimalkan keefektifan pembelajaran di Perguruam Tinggi, sehingga mahasiswa dapat berprestasi dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat adaptasi mahasiswa baru Poltera. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 311 mahasiswa Poltera angkatan 2022 dengan jumlah besar sampel 175  dan diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner tentang penyesuaian diri jenis dikotomi yang memuat 24 pertanyaan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Poltera mampu beradaptasi di tiga dimensi adaptasi yaitu hampir seluruhnya memiliki kemampuan beradaptasi akademik (97%), sosial (89%), dan institusional (88%) yang tinggi. Namun, sebagian besar (65%) beradaptasi rendah secara personal-emosional. Serta sebagian besar yang tidak mampu beradaptasi secara personal-emosional, mampu beradaptasi secara akademik (63%), sosial dan institusional (54%). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa Poltera mempunyai tingkat adaptasi tinggi di dimensi akademik, sosial, dan institusional. Namun, Sebagian besar mahasiswa tidak mampu beradaptasi secara personal-emosional. Poltera diharapkan dapat memberikan perhatian lebih ke penyesuaian personal dan emosional mahasiswa, sehingga mereka dapat berprestasi secara optimal. Kata Kunci : College, Adjusment, Mahasiswa Baru    
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG MATA PENGELASAN TERHADAP PENURUNAN SINDROM PHOTOKERATITIS PADA MAHASISWA TEKNIK BANGUNAN KAPAL Nindawi; Prastomo S; Taufiqur Rahman; Velia Luthfi Oktarena
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9120

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki potensi risiko, terutama pada pengelasan yakni timbulnya sindrom photokeratitis maka perlu adanya pengelolaan untuk memperkecil risiko. Dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung mata pengelasan sebagai upaya utama dalam pencegahanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung mata dengan sindrom photokeratitis pada mahasiswa tingkat 3 Teknik Bangunan Kapal Politeknik Negeri Madura. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 3 Teknik Bangunan Kapal Politeknik Negeri Madura sebanyak 27 orang dengan teknik pengambilan sempel Total Sampling. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu kepatuhan penggunaan alat pelindung mata pengelasan dan sindrom photokeratitis. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Madura pada tanggal 15-17 Januari 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner jenis Close ended untuk variabel kepatuhan penggunaan alat pelindung mata, dan visual fatigue indek untuk variabel sindrom photokeratitis dengan total 14 pertanyaan dan kemudian dilakukan pengolahan data untuk mengetahui kategori, dan di analisis menggunakan uji Fisher untuk mengetahui kemaknaan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa yang termasuk dalam kategori patuh tidak mengalami sindroma keratitis,yang didukung hasil uji Fisher di dapatlan P value 0,013 <0,05. Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung mata saat pengelasan dengan penurunan angka sindrom photokeratitis pada mahasiswa tehnik perkapalan, dan diharapkan prosedur pelindung mata dalam pengelasan harus tetap dipertahankan dalam menggunakan alat pelindung mata dan selalu meningkatkan asupan vitamin dalam menjaga kesehatan mata.
Penerimaan Diri Penderita Kusta Dengan Stigma: Studi Fenomenologi Mukhlish Hidayat; Arif Rahman Hakim; Edy Suryadi Amin; Nindawi; Sofyan; Novela Eka Candra Dewi
Indonesian Health Science Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v6i1.171

Abstract

Latar Belakang: Gangguan psikologis pada penderita kusta semakin meningkat akibat meningkatnya insidensi. Individu mengalami gangguan internal, seperti rasa tidak aman, malu, dan takut dihindari. Sedangkan yang berasal dari faktor eksternal seperti stigmatisasi, isolasi sosial, dan diskriminasi komunitas. Permasalahan tersebut terjadi berlarut larut sehingga berdampak pada masalah ekonomi penderita kusta yang memilih untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat bahkan tidak bekerja sebab penderita kusta takut dikucilkan oleh masyarakat. Tujuan: untuk mengekplorasi penerimaan diri penderita penyakit kusta dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada pendekatan fenomenologis. Partisipan yang diambil pada penelitian ini berjumlah 11 orang yang memiliki kriteria merupakan penderita penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Talango. Langkah analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu Perubahan saat sakit dengan subtema perubahan interaksi social dan perubahan kondisis ekonomi, penerimaan diri penderita kusta dengan subtema bentuk dan waktu serta hambatan , dan optimisme dengan subtema keinginan penderita kusta. Kesimpulan: Penyakit kusta tidak hanya berdampak terhadap fisik akan tetapi juga berdampak terhadap psikososial dan status ekonomi, stigma merupakan salah satu hal yang mempengaruhi masalah tersebut dikarenakan masih ada stigma dan penolakan dari masyarakat yang mempengaruhi penerimaan diri pada masyarakat. Hal itu merupakan kemampuan individu dalam mengolah koping menjadi lebih baik yang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang optimal.