Witdiawati Witdiawati
Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Fungsi Keluarga dengan Pelaksanaan PHBS Masa Covid-19 pada Tokoh Masyarakat Udin Rosidin; Hartiah Haroen; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati; Rohmahalia M Noor
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12923

Abstract

ABSTRACT The public health problem that threatens human life today is the spread of various diseases which have been exacerbated by the emergence of COVID-19 so that the death rate has increased. A preventive effort to overcome this is the implementation of a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). The implementation of PHBS must start from the family level, so in this case the function of the family in implementing PHBS has an important role. To be able to carry out these family functions, good knowledge is needed. So the purpose of this study was to find out the relationship between knowledge about family functions and the implementation of PHBS. The study was designed in an analytic correlation with a Cross Sectional Study approach. The results showed that: there is a significant relationship between knowledge of family functions and the implementation of PHBS (pvalue = 0.002). Based on the dimensions of family function, which have a significant relationship include the dimension of knowing the problem (pvalue=0.012), the dimension of making decisions (pvalue=0.004), the dimension of home care (pvalue 0.034), and the dimension of modifying the home environment (pvalue 0.002). Meanwhile, the dimension that has no significant relationship is the utilization of health services (pvalue 0.153). So it can be concluded that the better the knowledge about family functions, the better the implementation of PHBS. Keywords: Family Functions, Knowledge, PHBS, Community Figures  ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat yang mengancam kehidupan manusia saat ini adalah merebaknya berbagai penyakit yang diperburuk dengan munculnya COVID-19 sehingga angka kematian meningkat. Upaya preventif untuk mengatasi hal ini adalah penerapan pelaksanaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penerapan PHBS harus dimulai dari tingkat keluarga, maka dalam hal ini fungsi keluarga dalam pelaksanaan PHBS memiliki peranan penting. Untuk bisa melaksanakan fungsi keluarga tersebut diperlukan adanya pengetahuan yang baik. Maka tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang fungsi keluarga dengan pelaksanaan PHBS Pada Masa COVID-19. Penelitian dirancang secara analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan fungsi keluarga dengan pelaksanaan PHBS (pvalue=0,002). Berdasarkan dimensi  fungsi keluarga, yang memiliki hubungan signifikan antara lain dimensi mengenal masalah (pvalue=0,012), dimensi mengambil keputusan (pvalue=0,004), dimensi perawatan dirumah (pvalue 0,034), dan dimensi modifikasi lingkungan rumah (pvalue 0,002). Sedangkan dimensi yang tidak ada hubungan secara signifikan adalah pemanfaatan layanan kesehatan (pvalue 0,153). Maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan tentang fungsi keluarga maka pelaksanaan PHBS semakin baik. Kata Kunci: Fungsi Keluarga, Pengetahuan, PHBS, Tokoh Masyarakat
Studi Deskriptif: Sedentary Lifestyle pada Remaja di Era Digital Syifa Imaniar Rahma; Mamat Lukman; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19890

Abstract

ABSTRACT The development of technology in the digital era has significantly changed the lifestyle of adolescents, especially in increasing sedentary lifestyle. This lifestyle if ignored will have a negative impact on health. Therefore, it is important to understand the pattern of sedentary lifestyle in adolescents. This study aims to describe the level of sedentary lifestyle in adolescents and analyze the characteristics of respondents who contribute to sedentary time. This study is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The population of this study were X and XI grade students at SMKN 2 Garut. The sampling technique used stratified random sampling with a sample 220 adolescents. The research tool used the Adolescents Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Data analysis used univariate analysis which resulted in frequency distribution and percentage. The results of this study showed 86.8% of adolescents had a high sedentary lifestyle, with an average sedentary time reaching 8.3 hours / day. The most sedentary activity is using a computer/laptop/HP for recreation (131.8 minutes/day). Age, gender, and involvement in activities outside of school contributed to the high level of sedentary lifestyle. Adolescents in the digital era tend to have a high sedentary lifestyle, especially the use of digital devices for entertainment and low physical activity exacerbates this condition. Therefore, promotive and preventive efforts such as education and motivation are needed to increase physical activity and the negative impacts of a sedentary lifestyle. Keywords: Adolescent, Digital Era, Sedentary Lifestyle  ABSTRAK Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap gaya hidup remaja, terutama dalam meningkatkan sedentary lifestyle. Gaya hidup ini jika dibiarkan akan berdampak negative terhadap kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami pola sedentary lifestyle pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat sedentary lifestyle pada remaja serta menganalisis karakteristik responden yang berkontribusi terhadap waktu sedentary. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas X dan XI di SMKN 2 Garut. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan sampel sebanyak 220 remaja. Alat ukut penelitian menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 86.8% remaja memiliki sedentary lifestyle yang tinggi, dengan rata-rata waktu sedentary mencapai 8.3 jam/hari. Aktivitas sedentary yang paling banyak dilakukan yaitu menggunakan computer/laptop/HP untuk hiburan (131.8 menit/hari). Faktor usia, jenis kelamin, serta keterlibatan dalam aktivitas di luar sekolah turut berkontribusi terhadap tingkat sedentary lifestyle yang tinggi. Remaja di era digital cenderung memiliki gaya hidup sedentary yang tinggi terutama penggunaan perangkat digital untuk hiburan dan rendahnya aktivitas fisik memperuruk kondisi ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotive dan preventif seperti edukasi dan motivasi dalam peningkatkan aktivitas fisik dan dampak negative dari gaya hidup sedentary. Kata Kunci: Era Digital, Remaja, Sedentary Lifestyle
Kepuasan Kader Kesehatan Berdasarkan Dimensi Intrinsik Pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Kabupaten Garut Salwa Amanda Nurhaliza; Restuning Widiasih; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24790

Abstract

ABSTRACT Health cadres play an important role in community-based maternal health services. Job satisfaction, particularly intrinsic satisfaction which includes recognition, responsibility, and opportunities for development, is a key factor in sustaining the role of health cadres. However, studies related to the intrinsic satisfaction of health cadres in maternal health services remain limited. This study aimed to determine the level of health cadres’ satisfaction based on intrinsic dimensions in efforts to improve maternal health in Garut Regency. This study employed a descriptive quantitative design using secondary data documentation. The sample consisted of 96 health cadres selected through total sampling from the working areas of Sukawening, Guntur, and Pasundan Community Health Centers. Data were collected using a validated and reliable intrinsic-dimension-based cadre satisfaction questionnaire and analyzed univariately. The results showed that the highest intrinsic satisfaction was found in the aspect of opportunities for development (96.9%), while the highest level of dissatisfaction was observed in the aspect of recognition (26%). These findings indicate that most health cadres have a high level of intrinsic satisfaction; however, some dissatisfaction persists, highlighting the need to enhance opportunities for development and provide more formal recognition. Keywords: Health Cadres, Job Satisfcation, Pregnancy.  ABSTRAK Kader kesehatan berperan penting dalam pelayanan kesehatan ibu hamil berbasis masyarakat. Kepuasan kerja, khususnya kepuasan intrinsik yang meliputi pengakuan, tanggung jawab, dan peluang berkembang, menjadi faktor kunci keberlanjutan peran kader. Namun, kajian terkait kepuasan intrinsik kader kesehatan dalam pelayanan ibu hamil masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kader kesehatan berdasarkan dimensi intrinsik dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan studi dokumentasi data sekunder. Sampel terdiri dari 96 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Sukawening, Guntur, dan Pasundan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepuasan kader berdasarkan dimensi intrinsik yang telah teruji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan intrinsik tertinggi terdapat pada aspek peluang berkembang (96,9%) dan ketidakpuasan terendah pada aspek pengakuan (26%). Temuan ini menegaskan sebagian besar kader memiliki tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi, namun masih terdapat ketidakpuasan yang menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan kesempatan untuk berkembang serta peningkatan pengakuan secara formal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kehamilan, Kepuasan Kerja.