Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Provinsi Riau Nabila Noor Aliffia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 8 (2021): Edisi 2 Juli s/d Desember 2021
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest and land fires can produce Greenhouse Gases (GHGs), most of which are in the form of carbon dioxide (CO2) which are harmful to health and the environment. The purpose of this study was to determine the appropriate forest and land fire control strategy to be applied in Riau Province. The method used in this study is by referring to government regulations and regional regulations of Riau Province. The results showed that the forest and land fire control strategy was divided into 3 activities, namely: forest and land fire prevention, forest and land fire suppression, and post forest and land fire control.Keywords: Control strategies, Forest Fires, handling, prevention, suppression
Pemanfaatan Bahan Baku Limbah Pertanian sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos dan Asap Cair di Desa Benai Kecil Provinsi Riau Aryo Sasmita; Shinta Elystia; David Andrio; Yohanes Yohanes; Jecky Asmura; Gunadi Priyambada
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.341

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan di desa Benai Kecil, Kabupaten Kuantan Singingi. Desa ini dipilih karena dikenal sebagai daerah penghasil karet dan sawit di Propinsi Riau. Tujuan kegiatan ini masyarakat dapat melakukan penanganan limbah pertanian tanaman karet dan kelapa sawit yaitu mengolahnya menjadi pupuk kompos dan asap cair. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan pelatiahan kepada masyarakat membuat kompos dan asap cair. Indikator capaian kegiatan adalah perubahan pemahaman masyarakat tentang pembuatan kompos dan asap cair, bahan pembuatan kompos & asap cair, cara pembuatan kompos dan asap cair dan manfaat atau kegunaannya dari limbah pertanian. Dari hasil praktek, kompos yang dihasilkan masyarakat cukup baik, warna dan bau kompos seperti tanah, tidak panas (suhu antara 30-35 derajat Celcius), Namun pada pembuatan asap cair, masyarakat menghadapi kendala, yaitu produk asap cair yang dihasilkan sangat sedikit, walaupun proses pembuatannya sudah cukup lama, sekitar 5 jam dan asap cair yang dihasilkan belum mencapai grade 1, yaitu pengawet yang dapat digunakan untuk produk makanan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat memahami teknik pembuatan kompos dan asap cair dari limbah pertanian dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase capaian ≥ 80% dan keinginan masyarakat yang besar untuk melakukan sendiri pembuatan kompos dan asap cair. Hal ini terliat dari antusiasme masyarakat saat kegiatan pelatihan pembuatan kompos dan asap cair.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos dengan Teknologi Komposter terhadap Masyarakat RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya M. Reza; Shinta Elystia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.908 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.140

Abstract

Desa Rejosari memiliki 17 RW 70 RT dengan 4.888 KK. Potensi sampah yang dihasilkan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah di beberapa tempat yang ada di lingkungan RT 01 RW 03. Hasil observasi tim pengabdian diketahui tidak adanya sistem pengangkutan sampah dari pemerintah, sehingga masyarakat membakar sampah, membuang sampah di lahan kosong, dan dibuang ke sungai. Munculnya masalah yaitu sampah-sampah yang dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan timbulnya wabah penyakit. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti menjadi pupuk kompos serta barang kerajinan yang bernilai ekonomi. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT 01) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos dengan Teknologi komposter. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos oleh tim dan warga masyarakat sekitar. Kegiatan ini dihadiri narasumber berasal dari dosen Teknik Lingkungan Universitas Riau dan warga masyarakat di wilayah RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan teknologi komposter serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman serta bisa meningkatkan perekonomian.
ANALISIS RISIKO POSTUR KERJA DI INDUSTRI KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM DAN NORDIC BODY MAP PADA STASIUN PEMANENAN DAN PENYORTIRAN TBS Gunadi Priyambada; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2019)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.tl.2019.25.1.4

Abstract

 Abstrak: Aktivitas pemanenan, pemuatan dan penyortiran kelapa sawit yang dilakukan secara manual beresiko untuk menyebabkan gangguan otot rangka atau muscoleskeletal disorders (MSDs). Hal ini disebabkan pekerjaan secara manual, posisi kerja berdiri dan membungkuk dilakukan secara berulang (repetitive) selama 10 jam selama 6 hari kerja sehingga tidak sesuai dengan antropometri tubuh pekerja. Analisis kuesioner Nordic Body MAP menunjukkan keluhan terbesar yang dirasakan pekerja panen pada bagian punggung (90%), pinggang (89,3%), betis kiri (90%) dan betis kanan (83,9%). Sedangkan pada pekerja pemuatan keluhan dirasakan pada bahu kiri (85%), paha kiri (82,5%) dan betis kiri (90%). Analisis postur kerja menggunakan metode OWAS juga mendukung hasil analisis kuesioner NBM dengan hasil analisa sikap bahu membungkuk dominan dilakukan sebesar 68% (kategori 2), sikap kedua lengan berada di atas bahu 53% (kategori 2) dan sikap kaki bertumpu pada kedua lutut yang ditekuk sebesar 47% (kategori 3) dengan kombinasi kode postur pemanenan 4-2-2-2 (kategori 3). Hasil analisis beban kerja pada divisi pemanenan diperoleh hasil %CVL 51% (7,25 Kkal/menit), pemuatan 55% (8,58 Kkal/menit) dan sortase 40% (6,6 Kkal/menit) dengan kategori sedang sehingga diperlukan perbaikan karena pekerja mengalami kelelahan. Analisis korelasi menggunakan metode spearman rank test menujukkan bahwa pengaruh beban kerja pada divisi panen dan sortasi mempunyai hubungan yang signifikan, dengan nilai p-value 0,00027 (OR 10 CI 95% 1,56-64,2) pada proses pemanenan dan 0,0008 (OR 11 CI 1,7-71,28) pada proses pemuatan sehingga terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara beban kerja dengan keluhan MSDs. Kata kunci: beban kerja, kelapa sawit, muscoleskeletal disorders, Nordic Body MAP, OWAS Abstract: Harvesting, loading and sorting activities in palm oil industry that conducted manually have some risks that can cause musculoskeletal disorders (MSDs). This is happened due to repetitive of manual working, standing and bending position for 10 hours and 6 working days, this activity does not match the anthropometry of worker body. Questionnaire analysis Nordic body MAP showed that the biggest complaints from harvesting workers are on their backs (90%), waist (89.3%), left calf (90%) and right calf (89.3%) and from loading workers are on rheis left shoulder (85%), left thigh (82.5%) and left calf (90%). Ergonomic risk analysis by OWAS Method also support the questioannaire analysis with result that the shoulders stooping attitude done by 68% workers (category 2), both arms above the shoulder attitude done by 53% (category 2), and leg rest to the two knee which is bent done 47% (category 3) with harvesting ergonomic combination 4-2-2-2 (category 3). Ergonomic analysis result in harvesting activity is CVL 51% (7.25 Kkal/minutes), Loading activity 55% (8.58 Kkal/minutes) and sorting activity 40% (6.6 Kkal/minutes) with medium category. Therefore, improvement is required because workers has fatigue. Correlation analysis using spearman rank test showed that the influence of ergonomics in harvesting and sorting division has a significant relation with value 0.00027 (OR 10 CI 95% 1.56-64.2) in harvesting and 0.0008 (OR 11 CI 1.7-71.28) in sorting. There was significant relation (p<0.05) between ergonomics and muscolekeletal disorders. Keywords: ergonomic, palm oil,  Muscoleskeletal disorders, nordic body maps, OWAS
Pelatihan Pemanfaatan Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Pengolahan Sampah Organik sebagai Alternatif Pakan Ternak pada Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kab. Kampar, Prov. Riau David Andrio; Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.583

Abstract

Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin berada di Desa Kuntu Kabupaten Kampar. Dengan bertambah jumlah santri setiap tahunnya menyebabkan semakin banyak sampah di lingkungan pesantren. Pengelolaan sampah dipesantren belum baik, sampah hanya dikumpulkan di satu tempat lalu dibakar. Pembakaran dapat menyebabkan pencemaran udara dan akan berdampak pada lingkungan sekitar pesantren. Sesuai Motto yang telah digariskan oleh pendiri Pesantren adalah Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu agama) disamping penguasaan ilmu pengetahuan, juga diperlukan keterampilan. Pondok pesantren mengadakan inovasi/terobosan baru dalam mengembangkan ilmu dan keterampilan yang Tafaqquh Fiddin dengan beberapa program keterampilan life skill. Salah satu keterampilan life skill yang bisa dilakukan yaitu inovasi pengolahan sampah organik sebagai media budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Hal tersebut dimulai dari identifikasi masalah bersama dengan para santri, diskusi dan pemberian solusi serta pelatihan budidaya maggot dengan secara interaktif dengan melibatkan teori dan praktek bersamaan agar lebih mudah difahami. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (85%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%). Tujuan utama dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu pengolahan sampah organik untuk mengurangi jumlah sampah di sekitar lingkungan sebagai pakan larva lalat BSF. Selain itu dapat juga memberikan tambahan pendapatan para santri.
Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kabupaten Siak Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.792

Abstract

Salah satu sumber air bersih yang digunakan masyarakat Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kab. Siak untuk mandi, mencuci, masak, dan minum adalah air tanah. Air tanah digunakan bersumber dari sumur gali maupun sumur bor. Dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan warna air sumur masyarakat kuning seperti sirup lemon, baunya seperti bau karat dan bau telur busuk jika baru di pompa, rasanya jika untuk kumur-kumur seperti agak asam dan ngilu di gigi, sehingga jika ini dikonsumsi dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang tanpa tindak lanjut dapat membahayakan masyarakat desa setempat. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kabupaten Siak. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan teknologi pengolahan air bersih oleh tim PKM, Mahasiswa Kukerta UNRI, dan warga masyarakat sekitar. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat menjernihkan air secara mandiri dengan teknologi pengolahan air, tercukupi kebutuhan akan air bersih yang sehat, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa sebagai bagian dari kebutuhan dasar setiap manusia. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (95%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (85%). Teknologi filter pengolahan air yang dirancang menjadi solusi dalam membantu memperbaiki kualitas air sumur gali dan sumur bor sehingga sesuai dengan standar air bersih yang dipersyaratkan.
Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Maggot Black Soldier Fly sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Belah, Kec. Kampar, Kab. Kampar Aryo Sasmita; Shinta Elystia; David Andrio; Gunadi Priyambada; M. Reza; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JAMSI - November 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.951

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Desa Batu Belah setiap tahunnya, akan mempengaruhi produksi sampah yang dihasilkan. Hingga saat ini, pengelolaan sampah organik dan anorganik di tingkat desa masih menjadi tantangan. Penanganan sampah ditingkat rumah tangga dan desa umumnya dengan cara dibakar. Hasil pembakaran berupa asap tentunya dapat menimbulkan polusi udara yang berdampak negatif terhadap Kesehatan. Minimnya edukasi dalam pengelolaan sampah menyebabkan Sebagian besar jumlah sampah hanya menjadi timbunan di Tempat Pembuangan akhir (TPA). Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk edukasi, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan akan hal tersebut. Salah satunya pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan media budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly). Limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, sebanyak 35 peserta hadir untuk  mengikuti acara ini. Hasil dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu  menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik seperti sampah sayuran dan buah menggunakan maggot BSF yang  selanjutnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan alternatif pakan ternak. Dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (100%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%).
Pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik menjadi Produk yang Tepat Guna terhadap Siswa/i SMA N 1 Kampar Timur dalam Menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan Shinta Elystia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada; David Andrio; M. Reza; Ivnaini Andesgur; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1127

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan berbentuk padat yang dihasilkan dari kegiatan keseharian manusia dan berisiko menimbulkan masalah lingkungan. Berbagai metode telah dikembangkan dengan harapan dapat menurunkan penggunaan barang sekali pakai hingga teknologi yang dapat mereduksi volume serta berat dari sampah yang dihasilkan. Proses pengolahan sampah organik dan anorganik secara tepat guna menjadi salah satu inovasi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Pengenalan sistem pengolahan sampah di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi dan mendukung program pemerintah sekolah adiwiyata di SMA Negeri 1 Kampar Timur yang berwawasan lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan siswa/i kelas XI Jurusan IPA dan IPS dengan jumlah 34 orang. Prosedur yang dilakukan adalah dengan pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan keranjang takakura yang dilengkapi system sirkulasi udara untuk mempermudah pelepasan panas dan mampu mempercepat pertumbuhan bakteri dekomposter sehingga menghasilkan pupuk kompos lebih cepat. Selain itu, pengenalan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah anorganik menjadi produk kerajinan juga diterapkan sehingga mampu merangsang keinginan siswa/i untuk melihat celah potensi ekonomi. Hasil pengabdian ini 1) meningkatnya pemahaman siswa mengenai tata cara pembuatan kompos metode Keranjang Takakura, 2) Meningkatnya kepedulian siswa dalam pengelolaan sampah, dan 3) Tersedia Komposter Keranjang Takakura di lingkungan sekolah.
Analisis Beban Kerja Fisik Pekerja Pabrik Kelapa Sawit di PT X Menggunakan Metode Cardiovascular Load (CVL) Gunadi Priyambada; Jecky Asmura; Muhammad Reza; Anggi Safriyana; Widya Aryanti
Journal of Green Engineering for Sustainability Vol 1 No 01 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Universal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The palm oil industry is developing very rapidly in Indonesia, so the absorption of labor in palm oil factories has also increased. The demand to be able to produce Crude Palm Oil (CPO) optimally pushes the risk of physical work, especially at the sorting station. This study aimed to determine the effect of age, gender, and cigarette consumption on increasing workload using the Cardiovascular Load (CVL) method. This research was carried out by collecting pulse data for 8 workers using a pulse oximeter which was carried out before work (DNI) and while working (DNK). The results showing the level of physical workload on sorting workers using the CVL method found that 4 employees had a CVL percentage between 30% - 60%, namely having a moderate physical workload that required improvement. In comparison, the other 4 employees had a CVL percentage <30%, namely no significant loading occurs. The energy consumption expended by sorting workers is ±107 Kcal/hour.
Analisis Beban Kerja Fisik Pekerja Pabrik Kelapa Sawit di PT X Menggunakan Metode Cardiovascular Load (CVL) Priyambada, Gunadi; Asmura, Jecky; Reza, Muhammad; Safriyana, Anggi; Aryanti, Widya
Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability Vol 1 No 1 (2023): Journal of Green Engineering for Sustainability
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Universal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63643/jges.v1i1.155

Abstract

The palm oil industry is developing very rapidly in Indonesia, so the absorption of labor in palm oil factories has also increased. The demand to be able to produce Crude Palm Oil (CPO) optimally pushes the risk of physical work, especially at the sorting station. This study aimed to determine the effect of age, gender, and cigarette consumption on increasing workload using the Cardiovascular Load (CVL) method. This research was carried out by collecting pulse data for 8 workers using a pulse oximeter which was carried out before work (DNI) and while working (DNK). The results showing the level of physical workload on sorting workers using the CVL method found that 4 employees had a CVL percentage between 30% - 60%, namely having a moderate physical workload that required improvement. In comparison, the other 4 employees had a CVL percentage <30%, namely no significant loading occurs. The energy consumption expended by sorting workers is ±107 Kcal/hour.