Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : infokom

Metode K-Nearest Neighbors Untuk Prediksi Penjualan Suku Cadang (Sparepart) Motor Honda Muhammad Erwanto; Muhammad Rafi Aziat
INFOKOM Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan barang dalam penjualan menjadi penentu dalam mendapatkan keuntungan secara maksimal pada suatu perusahaan. Namun keuntungan perusahaan dapat termakan oleh pembelian produk yang tidak profit sehingga keuntungan menjadi tidak maksimal. Dengan memprediksikan suatu produk tersebut apakah laris atau tidak laris akan meminimalkan kesalahan dalam pembelian produk untuk stok. Dengan metode K-Nearest Neighbors merupakan suatu metode yang menggunakan algoritma supervised dimana hasil dari query instance yang baru diprediksikan berdasarkan mayoritas dari label class pada K-Nearest Neighbors. Algoritma K-Nearest Neighbors merupakan sebuah metode untuk melakukan prediksi terhadap obyek baru berdasarkan k tetangga terdekatnya. Sehingga dengan aplikasi data mining metode K-Nearest Neighbors memudahkan perusahaan dalam melakukan prediksi penjualan suatu produk apakah termasuk kategori laris atau tidak laris dan dapat memaksimalkan nilai omzet penjualan sparepart. Selain itu banyaknya data penjualan yang diinputkan akan mempengaruhi ketepatan dalam menentukan hasil prediksi. Sehingga diperlukanya data penjualan yang lebih banyak untuk meningkatkan keakuratan penentuan prediksi laris dan tidak laris pada penjualan suku cadang (sparepart) motor. Dilihat dari banyaknya permintaan konsumen yang tidak menentu ternyata terdapat beberapa produk terlaris dan tidak terlaris, sehingga berdasarkan data 8 bulan terakhir maka dibutuhkan sebuah prediksi penjualan produk terlaris, agar mempermudah pihak usaha penjualan sparepart motor dalam perencanaan penyedia stok. Berdasarkan hasil pengujian nilai K dari 1, 3, 5, dan 7 menghasilkan nilai k=3 sebagai nilai tengah k yang mempunyai akurasi tertinggi selama proses pengujian. Hal ini dibuktikan dari nilai error yang kecil sebesar 0,465 % dan nilai error tertinggi adalah sebesar 1,414 %. Rata-rata nilai K yang menghasilkan error terkecil adalah nilai k=3. Hasil pengujian lainya juga menunjukkan bahwa Tingkat akurasi proses prediksi menggunakan metode K-Nearest Neighbors dipengaruhi oleh jumlah data latih yang menjadi masukan sistem.
PERBANDINGAN METODE MAUT DAN SMART UNTUK MENENTUKAN CALON PENERIMA BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI PADA DESA KADIPATEN Erwanto, Muhammad; Virgiyanti; Muthiah, Siti
INFOKOM Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program pemerintah yang memberikan bantuandana untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Desa Kadipaten adalah salah satu desa penerima bantuankelangsungan hidup kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, berupa perbaikan rumah yangkondisinya tidak layak untuk ditempati. Masalah yang terjadi pada instansi dalam menentukan calonpenerima bantuan rumah tidak layak huni adalah proses penentuan calon penerima bantuan masih bersifatsubjektif, artinya yang tidak berhak justru menerima bantuan tersebut. Berdasarkan permasalahantersebut, penulis membuat sistem pendukung keputusan yang dimana membandingkan metode MAUTdan SMART untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk kriteria yang digunakan pekerjaan,penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, material atap, material dinding, material lantai, mck dan statusrumah. Berdasarkan hasil perhitungan metode MSE, diperoleh hasil perhitungan perbandingan antarametode MAUT yaitu 444.3286 sedangkan SMART 443.9798. Dapat disimpulkan bahwa metode dengannilai akhir dari metode MSE yang lebih kecil yaitu metode SMART adalah metode terbaik dan dapatdirekomendasikan untuk menentukan calon penerima bantuan rumah tidak layak huni pada DesaKadipaten. Bedasarkan hasil penelitian dengan menggunakan dua metode yang berbeda menyatakanbahwa Sukarman dengan skor 0.900, Lilis Lismayanti dengan skor 0.888, Ahmad Subagjo dengan skor0.883, Ipah Saripah dengan skor 0.854 dan Riyanto dengan skor 0.846 ini direkomendasikan sebagaicalon penerima bantuan rumah tidak layak huni.
PERBANDINGAN METODE SMARTER DAN ELECTRE UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PENERIMAAN PRODEO PENGADILAN AGAMA Susi Widyastuti; Muhammad Erwanto; Wilda Adela P
INFOKOM Vol. 19 No. 1 (2026): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akses terhadap keadilan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Salah satu bentuk implementasinya adalah layanan prodeo, yaitu pembebasan biaya perkara bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. Namun, pelaksanaan layanan prodeo di Pengadilan Agama Kota Cirebon masih menghadapi kendala dalam hal penentuan prioritas penerima, karena belum adanya mekanisme pengambilan keputusan berbasis multi-kriteria yang mampu menilai berbagai aspek secara objektif dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yaitu SMARTER (Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Ranks) dan ELECTRE (Elimination Et Choix Traduisant la Realite), dalam menentukan prioritas penerima layanan prodeo di Pengadilan Agama Kota Cirebon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif-komparatif, menggunakan data permohonan prodeo yang mencakup kriteria seperti tingkat penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, kondisi kesehatan, dan urgensi perkara. Sistem pendukung keputusan yang dibangun berbasis web dengan database MySQL, serta menggunakan bahasa pemrograman PHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu menghasilkan peringkat prioritas penerima prodeo secara objektif dan transparan, namun terdapat perbedaan dalam kompleksitas perhitungan dan efisiensi waktu komputasi. Metode SMARTER memiliki keunggulan dalam kesederhanaan dan kecepatan proses, sedangkan metode ELECTRE lebih unggul dalam mempertimbangkan dominasi antar alternatif dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dengan demikian, penerapan sistem pendukung keputusan berbasis metode SMARTER dan ELECTRE diharapkan dapat membantu Pengadilan Agama Kota Cirebon dalam menetapkan prioritas penerima layanan prodeo secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan transparansi serta kepercayaan publik terhadap proses seleksi bantuan hukum.
PENERAPAN SISTEM PAPERLESS MEMANFAATKAN OWNCLOUD SEBAGAI PRIVATE CLOUD COMPUTING DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS I CIREBON Muhammad Erwanto; Susi Widyastuti; Dwi Sri Rahyu
INFOKOM Vol. 19 No. 1 (2026): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Tahanan Negara Klas I Cirebon memiliki tugas pokok yaitu Unit Pelaksanaan Teknis di bidang penahanan untuk kepentingan penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan wilayah hukum Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat. Rumah Tahanan Negara Kelas I Cirebon masih menggunakan banyak kertas dalam proses pelaporannya, contohnya pada proses pengecekan dokumen.
METODE K-MEANS CLUSTERING TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN WEBSITE E-GOVERNMENT DISKOMINFO DAN STATISTIK KOTA CIREBON Irfan Sholahuddin Gozali; Muhammad Erwanto; Mozha Leexandria Abduh; Riyan Ilhami Firdaus
INFOKOM Vol. 19 No. 2 (2026): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang baik dan hemat merupakan tujuan penting dalam menerapkan pemerintahan elektronik. Untuk mengetahui sejauh mana sistem itu berhasil, diperlukan pengecekan terhadap tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan website tersebut. Saat ini, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik membutuhkan pendekatan khusus dan sistem yang cukup baik untuk mengatur serta memproses banyak data hasil survei kepuasan pengguna agar informasi yang diperoleh bisa diandalkan dan mudah dipahami. Sebagai solusi, penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi sistem informasi untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan website pemerintahan elektronik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan data. Algoritma K-Means diimplementasikan dalam sistem ini dengan cara menganalisis data penilaian dan membaginya ke dalam beberapa kelompok tertentu, sehingga instansi tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi hasil pengelompokan tersebut. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya aplikasi sistem informasi yang digunakan untuk memproses data tingkat kepuasan pengguna website pemerintahan berbasis teknologi informasi. Sistem ini bisa memudahkan dalam mengelola data, mempercepat pembuatan laporan, dan membantu instansi menemukan indikator pelayanan yang perlu dievaluasi. Penelitian ini diharapkan bisa memberi saran yang baik bagi lembaga dalam menilai layanannya, memperluas informasi di bidang ilmu sistem informasi bagi masyarakat, serta menjadi acuan yang berguna untuk penelitian berikutnya.