Andi Burchanuddin
Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bosowa

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Adaptasi Sosial Mahasiswa Sabah Dalam Lingkungan Universitas Bosowa Makassar Anselmus Agus Tinus; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan meneliti tentang adaptasi sosial mahasiswa Sabah dalam lingkungan akademik di Universitas Bosowa Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Adaptasi Sosial Mahasiswa Sabah Dalam Lingkungan Universitas Bosowa Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana proses adaptasi sosial mahasiswa Sabah dalam lingkungan Universitas Bosowa (UNIBOS). Objek penelitian ini adalah mahasiswa Sabah yaitu 4 informan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu purposive sampling teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak dukungan dalam proses adaptasi sosial maka, semakin kuat adaptasi yang terjalin. Jika suatu proses adaptasi lemah, maka penyesuaian diri pun akan berjalan sangat lambat. Dalam proses adaptasi yang terjadi terdapat dua faktor penghambat yakni, Internal dan Eksternal. Faktor internal biasanya muncul dari karakteristik seseorang/individu yaitu kelainan, fisik, psikologi, dan mental. Sedangkan disisi lain yaitu eksternal muncul dari tempat tinggal, bahasa, dan kebudayaan.
Perilaku Sopir Angkutan Kota Terhadap Keselamatan Penumpang Di Kota Makassar: (Studi Kasus Terhadap Angkutan Trayek Sentral-BTP) Toto Iswanto Litimi; Harifuddin Halim; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi sopir pete-pete terhadap perilaku kendaraan di jalan dan untuk mengetahui perilaku sopir pete-pete dalam mengemudi di jalanKota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 4 orang sopir pete-pete.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan di lapangan tentang persepsi sopir pete-pete terhadap perilaku pengemudi di jalan yaitu harus menaati aturan lalu lintas, tidak boleh menelpon sambil mengemudi, tidak dalam keadaan mabuk pada saat   mengemudi, tidak boleh ngebut-ngebutan, dan dilarang parkir dan mengambil penumpang   di sembarangan tempat. Kemudian juga tentang perilaku sopir pete-pete dalam berkendaraan di jalan kota Makassar yaitu melanggar lampu lalu lintas, berhenti mendadak di sembarang tempat, membelok dan memotong jalan kendaraan lain tanpa memberi isyarat. This study aims to describe the perception of pete-pete drivers on the behavior of vehicles on the road and to determine the behavior of pete-pete drivers in driving on Makassar City roads. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis technique by means of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research found in the field about the perception of the Pete-pete driver on the behavior of the driver on the road, namely obeying traffic rules, not making calls while driving, not being drunk while driving, not speeding, and prohibited from parking and picking up passengers. in any place. Then also about the behavior of the Pete-pete driver in driving on the Makassar city road, namely violating traffic lights, stopping suddenly at any place, turning and cutting other vehicles without giving a signal.
Pendampingan Anak Tuna Netra SLB-A Yapti Kota Makassar Hilda Yana Sa; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang proses, pendampingan, dan evaluasi pembelajaran orientasi dan mobilitas bagi anak tunanetra di SBL-A YAPTI Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SLB-A YAPTI KotaMakassar. Subjek penelitia yaitu guru kelas siswa tunantera. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Proses pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan lima jam pelajaran dalam lima hari yang dilakukan sendiri oleh guru kelas, yang terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Evaluasi dari rancangan dan proses pelaksanaan pembelajaran dilakukan setelah pembelajaran orientasi dan mobilitas selesai.. This  research  aimed  to  knew  and  described  the  design,  occompaniment,  and  evaluation  of learning orientation and mobility for child Blind in SLB-A Yapti Makassar City. This research used a descriptive qualitative research method that was done in SLB-A Yapti Makassar City. The research subject was a class of visually impaired student teacher. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. Validity of data was tested using the triangulation technique. The process of learning is carried five hours of lessons in a five days conducted alone by the class teacher, consisting of three stages, namely preliminary activities, core activities and closing activities. Evaluation of the design and process of learning implementation is carried out after orientation and mobility learning is completed.
Peran Orang Tua Terhadap Anak Yang Kecanduan Game Online di Dusun Kaluppang Kabupaten Pinrang Nur Fatimah; Husain Hamka; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i1.1529

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua terhadap anak yang kecanduan game online dan apa solusi yang diberikan kepada anak yang kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi dan mengamati yang digunakan untuk  membuat deskriptif, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, situasi, kondisi, atau fenomena dengan menggunakan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan objek yang diamati secara langsung, dengan memberikan pertanyaan kepada dua keluarga sebagai informan yang mewakili para keluarga lainnya yang anaknya mengalami kecanduan game online di Dusun Kaluppang, di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.  Dari penelitian ini yaitu, (1) Peran orang tua terhadap anak yang kecanduan game online adalah dengan cara memberikan nasihat kepada anak-anaknya agar tidak bermain game online, memberikan waktu dan perhatian yang banyak kepada anak-anaknya, dan mengisi waktu kosong anak-anaknya agar tidak selalu mengingat game online, (2) Solusi terehadap anak yang kecanduan game online adalah dengan cara mengurangi jajan untuk anak-anak, dan memberikan perhatian yang lebih kepada anak. The purpose of this paper is to find out how the role of parents towards children who are addicted to online games and what solutions are given to children who are addicted to online games. This study uses qualitative methods with descriptive analysis. Data obtained through interviews and documentation studies and observing which are used to make descriptive, systematic, factual and accurate descriptions of facts, characteristics, situations, conditions, or phenomena by using data in the form of written or spoken words from people -people and objects that were observed directly, by asking questions to two families as informants who represented other families whose children were addicted to online games in Kaluppang Hamlet, in Massewae Village, Duampanua District, Pinrang Regency. From this research, namely, (1) The role of parents towards children who are addicted to online games is by giving advice to their children not to play online games, giving a lot of time and attention to their children, and filling their children's free time. so that they do not always remember online games, (2) The solution for children who are addicted to online games is to reduce snacks for children, and give more attention to children.
Peran Pendidikan Formal Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa Di SMA YP-PGRI 2 Makassar Dionisius Edison; Syamsul Bahri; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i1.1530

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kenakalan siswa, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan dan paya sekolah dalam menanggulangi kenakalan pada siswa SMA YP-PGRI 2 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan  untuk  menggambarkan  atau  menganalisis  suatu  hasil  penelitian  tetapi  tidak digunakan untuk membuatkesimpulan yang lebih luas. Penelitian ini berlokasi di SMU PGRI Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja (siswa) yang ada di SMA YP-PGRI 2. Sampel penelitian ini adalah siswa dan guru di SMA YP-PGRI 2. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kebijakan sekolah dalam   rangka mengatasi kenakalan remaja di bagi menjadi tiga upaya yaitu kuratif, represif dan preventif. Adapun kebijakan yang telah di terapkan SMA YP-PGRI  2 Kota Makassar dalam mengatasi kenakalan remaja yaitu: peraturan sekolah yang bersifat tegas, pembatasan jam siswa berada di lingkungan sekolah maksimal jam 16.00, pengembalian siswa kepada orang tua, pengembangan pendidikan karakter, pengembangan pendidikan spiritual, layanan Bimbingan Konseling, menciptakan situasi sekolah yang kondusif dan pengubahan budaya melalui kegiatan positif. This study aims to determine the form of student delinquency, the factors that cause delinquency and the school's effort in tackling delinquency in high school students YP-PGRI 2 Makassar. This study uses qualitative methods with descriptive analysis. Methods used to describe or analyze a research result but are not used to make broader conclusions. This research is located in SMU PGRI Makassar City. The population in this study were all teenagers (students) in SMA YP-PGRI 2. The samples of this study were students and teachers at SMA YP-PGRI 2. The data collection methods used by the author in this study were documentation, interviews and observation. The results of this study indicate that school policies in order to overcome juvenile delinquency are divided into three efforts, namely curative, repressive and preventive. The policies that have been implemented by SMA YP-PGRI 2 Makassar City in overcoming juvenile delinquency are: strict school regulations, limiting the hours students are in the school environment a maximum of 16.00, returning students to their parents, developing character education, developing spiritual education, Counseling Guidance services, creating a conducive school situation and changing culture through positive activities.
Pergeseran Makna Tradisi Belis (Mas Kawin) Dalam Perkawinan Masyarakat Desa Wee Baghe Kabupaten Sumba Barat Daya Marten Tamo Ama; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i1.1531

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Wee Baghe Kabupaten Sumba Barat Daya dengan tujuan   untuk   mengetahui: (1)   bagaimana   bentuk   pergeseran   makna   tradisi   belis (maskawin)dalam perkawinan menurut adat -istiadat masyarakat desa Wee Baghe Kabupaten Sumba Barat Daya. (2) faktor apa yang menyebabkan sehingga terjadinya pergeseran makna tradisi dalam adat-istiadat masyarakat Desa Wee Baghe Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskripsi kualitatif, pengumpulan data dengan menggunakan, observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data meliputi tahapan-tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses acara adat perkawinan dalam pemberian belis (maskawin) telah mengalami pergeseran dimana proses pemberian belis oleh pihak keluar laki-laki terhadap keluarga perempuan telah bergeser secara simbolik, salah satunya adalah   uang pengganti hewan atau dalam bahasa adatnya masyarakat Wee Baghe (Ranga saku dana). This research was condn ucted in Wee Baghe Village, Southwest Sumba Regency with the aim of knowing: (1) how the shifting form of the tradition of belis (mas kawin) in marriage according to the traditions of the Wee Baghe village community, Southwest Sumba Regency. (2) what factors caused a shift in the meaning of tradition in the customs of the people of Wee Baghe Village, Southwest Sumba Regency. This research was conducted with a qualitative description research method, the data used, observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are the stages of the data stages, data reduction, data presentation, and data retrieval. The results of this study indicate that in the process of traditional marriage ceremonies in offering belis (bride and groom) there has been a shift where the process of giving belis by male outsiders to women's families has shifted symbolically, one of which is money when animals or in the traditional language of the Wee Baghe community. (Ranga pocket funds).
Penyimpangan Perilaku Anak Jalanan: Studi Deskriptif Terhadap Anak Jalanan di Kota Makassar Syahril R. Hi Gani; Husain Hamka; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i1.1533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi yang melatarbelakangi terjadinya perilaku penyimpangan anak jalanan di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif data. Analisis deskriptif digunakan untuk mendiskriptifkan data informan yang didapat melalui observasi dilapangan dan kemudian di wawancarai. Hasil dari  wawancara itu kemudian dapat diketahui bentuk bentuk dari penyimpangan yang dilakukan oleh anak jalanan di kota makassar. Sehingga dapat mengetahui sebab akibat dari perilaku anak jalanan itu sendiri. Dan setelah dilakukan penelitian ditemukan bentuk bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh anak jalanan di kota makassar yaitu memberontak, pelanggar, suka meminta sesuatu secara paksa, mencuri, dan memakai narkoba. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut mereka lakukan karena adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya, baik dari lingkungan keluarga inti ataupun lingkungan sosialnya. This study aims to determine the construction that lies behind the occurrence of deviant behavior of street children in Makassar City. This study uses a descriptive data analysis method approach. Descriptive analysis is used to describe informant data obtained through observation in the field and then interviewed. The results of the interview can then be known as a form of deviation carried out by street children in the city of Makassar. So that they can know the cause and effect of the behavior of street children themselves. And after the research was found a form of deviation was carried out by street children in the city of Makassar, namely rebellion, offenders, forcibly asking for something, stealing, and using drugs. They do the forms of deviation because of the influence of the surrounding environment, both from the core family environment or social environment.
Tindakan Sosial Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Malaria di Kota Jayapura Juan Lily Pasau; Asmirah Asmirah; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2695

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles, memasukkan parasit dari air liur nyamuk ke dalam darah seseorang. Terkhusus di Kabupaten Jayapura, penyakit malaria masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya untuk mengeliminasi penyebab dan penyebaran Penyakit Malaria. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat sehingga rentan terhadap malaria dapat ditinjau dari berbagai aspek yaitu sejauh mana pengetahuan masyarakat memahami malaria, bagaimana sikap masyarakat terhadap penyakit malaria dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan malaria. Bentuk tindakan pencegahan malaria yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan adanya himbauan pemerintah agar masyarakat lebih hidup bersih dan sehat, dengan menjaga kesehatan seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan rajin berolahraga. gotong-royong dan juga peran dari lingkungan sosial Malaria is a contagious infectious disease that is spread through the bite of an Anopheles mosquito, introducing the parasite from the mosquito's saliva into a person's blood. Particularly in Jayapura District, malaria is still a threat to society. Jayapura District Government continues to strive to eliminate the causes and spread of Malaria. In this study, the type of research conducted by researchers is using a qualitative descriptive approach. The results of the study showed that the behavior of people who are so vulnerable to malaria can be viewed from various aspects, namely the extent to which people understand malaria, how people's attitudes towards malaria and community readiness in preventing malaria. The form of malaria prevention action taken by the community is by calling on the government to live a cleaner and healthier life, by maintaining health such as eating nutritious food, getting enough rest and exercising diligently. mutual cooperation and also the role of the social environment.
Perilaku Pengungsi Afganistan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Muh. Nur Armin Alam; Syamsul Bahri; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v3i1.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota Makassar, bagaimana adaptasi sosial pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota makassar dan faktor-faktor pendorong penyebab bermigrasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentu informan menggunakan teknik Snowball Sampling yang dilakukan dengan sistem jaringan informan pengungsi afganistan. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan observaasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Bagaimana perilaku pengungsi Afganistan ialah bersubstansi atas 2 perilaku yaitu perilaku alami (innate behavior) ialah perilaku yang dibawa sejak lahir yang berupa refleks dan insting seperti contohnya ada pengungsi yang merasa nyaman dan senang untuk menjalani kehidupan di CH tamalanrea. Namun ada juga pengungsi yang terlihat murung dikarenakan masih memikirkan keluarganya di negara asalnya. Dan juga masih memikirkan kapan ia akan resettlement. Dan perilaku operan (operan behavior) merupakan perilaku yang dibentuk, dipelajari, dan dapat dikendalikan oleh karena itu dapat berubah melalui proses belajar. Perilaku sosial berkembang melalui interaksi dengan lingkungan.. contoh perilaku operan yang dialami oleh pengungsi afganistan ialah mereka belajar untuk berkomunikasi di negara yang ia tempati sementara. Seperti belajar berbahasa Indonesia untuk dapat berinteraksi dengan lancar dengan warga lokal dan itu menjadi reward untuk dirinya sendiri. 2) Bagaimana adaptasi sosial pengungsi afganistan ialah dapat diketahui bahwa sebagian besar pengungsi Afganistan beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Baik itu lingkungan bersama pengungsi asing lainnya maupun lingkungan warga lokal sekitar. Jadi adaptasi sosial pada pengungsi afganistan di kecamatan tamalanrea kota makassar dapat beradaptasi dengan baik karena mereka mengetahui beberapa konsekuensi apabila melanggar peraturan-peraturan yang berlaku. 3) Apa saja factor-faktor pendorong pengungsi Afganistan bermigrasi yaitu factor politik atau keamanan lah yang menjadi factor utama atau factor pendorong mereka bermigrasi. Seperti kita tahu, negara Afganistan merupakan negara konflik. Namun ada pun factor ekonomi dan factor status sosial yang menjadi factor penarik para pengungsi untuk bermigrasi. Karena jika mereka bermigrasi, mereka dapat mengubah kondisi ekonomi nya dan otomatis merubah status sosialnya. This study aims to find out (1) How is the behavior of Afghan refugees in Tamalanrea sub-district, Makassar city (2) How is the social adaptation of Afghan refugees in Tamalanrea sub-district, Makassar city (3) What are the driving factors that cause migration. This type of research is descriptive qualitative, determining informants using techniquesSnowball Sampling which was carried out with the Afghan refugee informant network system. In data collection techniques, observations, interviews, and documentation are carried out. As well as data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate: (1) How the behavior of Afghan refugees is in substance on 2 behaviors, namely natural behavior (innate behavior) is behavior that was brought from birth in the form of reflexes and instincts, for example there are refugees who feel comfortable and happy to live life in CH tamalanrea . But there are also refugees who look gloomy because they are still thinking about their families in their home countries. And also still thinking about when he will resettlement. And operant behavior (operan behavior) is a behavior that is formed, learned, and can be controlled because it can change through the learning process. Social behavior develops through interaction with the environment. An example of operant behavior experienced by Afghan refugees is that they learn to communicate in the country they temporarily live in. Like learning to speak Indonesian to be able to interact fluently with local residents and that is a reward for himself. 2) How is the social adaptation of the Afghan refugees. It can be seen that most of the Afghan refugees adapt well to their surroundings. Be it the environment with other foreign refugees or the environment of the local residents. So the social adaptation of Afghan refugees in the Tamalanrea sub-district of Makassar City can adapt well because they know some of the consequences if they violate the applicable regulations. 3) What are the factors driving Afghan refugees to migrate, namely political or security factors which are the main factors or factors driving them to migrate. As we know, Afghanistan is a country of conflict. However, there are also economic factors and social status factors which are the factors that attract refugees to migrate. Because if they migrate, they can change their economic conditions and automatically change their social status