Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Uang Panai Dalam Budaya Bugis-Makassar: Studi Kasus Sosiologi Di Kabupaten Pangkep Kadir, Ibrahim; Nonci, Nurmi; Halim, Harifuddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mengetahui Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap uang panai dan dampak sosial uang panai terhadap masyarakat di Kab. Pangkep. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis data, pertama data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dilapangan, dan data sekundcr yaitu data yang diperoleh melalui studi kcpustakaan. Teknik pengumpulan dat pun dilakukan dengan dua cara yaitu Penelitian Lapangan (Field Research) dilakukan dengan cara wawancara bersama pihak-pihak terkait lmtuk diperoleh data primer dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dilakukan dengan cara membaca serta menelaah literatur maupun buku-buku serta peraturan Undang-Undang yang terkait dengan masalah yang di teliti untuk mendapatkan data sekunder. Perjanjian pembayaran uang panai merupakan syarat pinangan berupa uang pembayaran pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Uang panai’ yang diberikan oleh mempelai laki-laki jumlahnya lebih banyak dari Mahar. Secara sosial wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan dihormati. Selain itu uang panai juga merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap wanita yang akan dinikahinya tersebut. Tetapi dengan fenomena Uang Panai’ yang terbilang tidak sedikit nominalnya banyak pemuda-pemuda yang mengucilkan harapannya untuk segera menikah, malah tidak jarang mempengaruhi psikologi seseorang untuk melakukan hal-hal yang tidak lazim, misalnya kasus pemuda yang membawa lari atau mengajak kabur anak gadis orang (silariang).
SILARIANG (Studi Konstruksi Sosial pada Etnis Makassar di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa) Nurmi Nonci
Jurnal Ilmu Sosiologi Dialektika Kontemporer Volume 1 Nomor 02 Periode Juli-Desember 2013
Publisher : dialektika kontemporer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji tentang perkawinan silariang pada etnis Makassar khusus di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Silariang ditengah masyarakat masih menjadi fenomena sosial yang sampai hari ini dipahami sebagai sistem norma yang menata serangkaian tindakan untuk memahami kebutuhan dasar masyarakat. Didalamnya berisi peran tertentu untuk menjalankan fungsi-fungsinya dari sistem norma tersebut.Dalam etnis Makassar, penyimpangan terhadap norma sosial seringkalai sangat dilematis apalaagi jika penyimpangan tersebut berkaitan dengan hal-hal sakral, seperti dalam kasus perkawinan yang dapat menciptakan ketegangan dan konflik-konflik sosial (Konflik antar keluarga). kawin lari adalah suatu perkawinan yang dilakukan setelah pemuda/laki-laki dengan gadis/perempuan pergi meninggalkan keluarga atas kehendak berdua. Berdasarkan uraian tersebut, maka permasalahan yang akan diangkat adalah "Konstruksi sosial perkawinan silariang". Fokus Penelitian "Konstruksi sosial komunitas Makassar atas perkawinan silariang menyangkut struktur/institusi dan aktor". Data diperoleh melalui wawancara mendalam, analisis dokumentasi, dan pengamatan. Metode penelitian digunakan adlaah deskriptif kualitatif. Mengutakanan wawancara mendalam terhadap fenomena dan informasi, serta tokoh masyarakat yang mempunyai pengetahuan luas tentang kawin silariang.
How Language Learner Identity Can Be a Helpful Construct in Language Learning and Teaching Yunita Rahmasari; Nurmi Nonci
International Journal in Applied Linguistics of Parahikma Volume 3 Number 1, January 2021
Publisher : Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The interest in learner identity within the field of second and foreign language acquisition has been garnering increased attention. This increase can be understood due to the shift from the dominance of psycholinguistic approach to a greater demand for including socio-anthropological dimensions in the field of second language acquisition (SLA). In SLA, the relationship between learner identity and language learning can provide the field with a more comprehensive theory on the link between learners and the larger social world and how it can accommodate the learner’s language learning. Accordingly, this paper looks for how language learner identity is constructed through language learning and how it can eventually benefit the practice of language teaching and learning.
Role of supply chain in Cocoa Blue Print Model Performance in National development program Nurjannah Nonci; Nurmi Nonci; Harifuddin Halim; Muliani Muliani
International Journal of Supply Chain Management Vol 8, No 6 (2019): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.834 KB)

Abstract

This paper aims to reveal the application of Blue Print Model in the national cocoa movement program in Indonesia. This model compares the achievement of targets with expectations. The study was carried out by comparing targets to be achieved with targets obtained on three variables: seed rejuvenation, side-grafting activities, and intensification of cocoa plants. The results show that the target obtained is different from the expected target in the three variables. This means that the implementation of Blue Print Model in the national cocoa movement program was unsuccessful. However, with the integration of supply chain factors and blur print performance (BPP) measures, it is found that there is a significant relationship between the both. Meanwhile, some factors of supply chain have also shown their insignificant influence on the value of BPP.
Effect of Tarekat Khalwattiyah-Samman on Fishermen's Work on The South Coast of South Sulawesi Abdul Malik Iskandar; Syamsul Bahri; Muhammad Masdar; Nurmi Nonci; Faidah Azuz; Harifuddin Harifuddin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i1.18093

Abstract

 Coastal fishermen communities hold religious rituals as Sufism practices. One of which is Tarekat Khalwatiyah-Samman, which affects their daily work. This paper aims to identify the substance of the Khalwatiyah-Samman teachings. It deciphers the effect of this teaching on the work of fishermen on the south coast of South Sulawesi. This research is qualitative with social and empirical approaches. Data collection was done through in-depth interviews, observation, and literature study. It employed qualitative data processing and analysis. The results showed that the substance of the Khalwatiyah-Samman teachings lies in its three doctrines: the purification of the soul, the concept of the essence of God, and the concept of human essence. In addition, the influence of Khalwatiyah-Samman's teaching on the work of fishermen on the south coast of South Sulawesi is the emergence of attitudes in work such as complacency; God has determined everything, and they do not have a competitive spirit and spirit of achievement. Accordingly, the substance of the Khalwatiyah-Samman teaching is that God has determined all human actions, and humans only live it. Moreover, the effect of the Khalwatiyah-Samman teaching is to form an attitude of fatalism in fishermen or resignation. Masyarakat nelayan di wilayah pesisir memegang teguh ritual keagamaan sebagai praktik Sufisme. Salah satunya yaitu Tarekat Khalwatiyah-Samman yang berpengaruh terhadap pekerjaan sehari-hari nelayan. Tulisan ini bertujuan memahami substansi ajaran Tarekat Khalwatiyah-Samman. Penelitian ini mengungkap efek Tarekat Khalwatiyah-Samman terhadap pekerjaan nelayan di pesisir selatan Sulawesi Selatan Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan sosial dan empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Kajian ini menggunakan pengolahan dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ini substansi ajaran Tarekat Khalwatiyah-Samman terletak pada tiga doktrinnya yaitu penyucian jiwa, konsep esensi Ketuhanan dan konsep esensi manusia. Pengaruh tarekat Khalwatiyah-Samman terhadap pekerjaan nelayan di pesisir selatan Sulawesi Selatan adalah timbulnya sikap dalam bekerja seperti cepat puas, segala hal telah ditentukan oleh Tuhan, mereka tidak memiliki jiwa bersaing dan semangat berprestasi. Karena itulah substansi ajaran Khalwatiyah-Samman adalah semua perbuatan manusia telah ditentukan Tuhan dan manusia hanya menjalaninya. Adapun efek Tarekat Khalwatiyah-Samman adalah membentuk sikap fatalism pada nelayan atau kepasrahan.
The Urgency of Social Capital in Local Community Development Syamsul Bahri; Rusdi Maidin; Asmirah; Iskandar; Nurmi Nonci; Andi Burchanuddin; Harifuddin
Formosa Journal of Social Sciences (FJSS) Vol. 2 No. 3 (2023): September, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjss.v2i3.6462

Abstract

The concept of social capital is widely associated with development, and the term 'development' is always synonymous with changing from an old situation to a new situation with the representation of new values and abandoning old values. This condition is reflected in almost all development that takes place in all corners of the village in Indonesia. The result of such development is physical material progress, but non-material regression such as local socio-cultural values. In this context, this paper is intended to illustrate the urgency of local social capital in rural community development. The social setting of this paper is Tapong Village in Maiwa District, Enrekang Regency, South Sulawesi Province. Tapong village has great socio-cultural potential and social capital that needs to be preserved through development programs, especially culture, so that it can become a local asset. This potential is in the form of the Appa Alliri Customary Institution, and various rituals. Both of these assets are local wisdom as well as socio-cultural assets that live on to this day
Kepedulian Masyarakat Terhadap Sampah Di Pantai Soreang Desa Tamalate Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan Septian Anugerah Darwis; Nurmi Nonci; Muh. Rusdi Maidin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam bulan oktober 2019 sampai dengan oktober 2020 di desa tamalate kecamatan galesong utara. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mendalam tentang kenapa masyarakat memilihnya membuang sampah di pantai dan apakah sampah yang sudah dibuang dipantai sangat terganggu oleh keberadaan baunya atau tidak menggangu keberadaan bau yang tidak enak oleh sampah, terus jenis-jenis sampah apa yang sering membuang dipantai soreang apakah sampah organik, sampah non-organik, dan sampah campuran. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif adapun poin-poin diambil dalam metode kuamtitatif yaitu, tempat penelitian, waktu penelitian, fokus penelitian, teknik pengumpulan data seperti kuesioner angket, observasi, dengan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pantai soreang ini memang banyak sekali sampah yang sudah menumpuk di pantai soreang ada beberapa jenis sampah yang dapat dilihat dipantai seperti sampah organik dan sampah non-organi. Kemudian beberapa sebagian masyarakat yang peduli dengan pantainya tidak membuang sampah di pantai soreang dan tidak peduli pantainya membuang sampah di pantai soreang tidak bertanggung jawab.
Perubahan Perilaku Pada Masyarakat Di Sekitar Industri Pariwisata Di Labuan Bajo Kab. Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Mersiana Wangu; Nurmi Nonci; Muh. Rusdi Maidin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Desa wae kelambu kabupaten Manggarai barat dengan ditunjukan untuk mengetahui bagaimana bentuk interaksi antara masyarakat local dengan wisatawan dan apa saja faktor yang mempengaruhi perubahaan pola prilaku pada masyarakat di sekitar industri pariwisata. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, Teknik pengumpulan data meliputi tahapan-tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Adat istiadat dan kebiasaan yang begitu kuat sehingga sulit untuk diubah seperti masyarakat Labuan Bajo yang masih menjaga adat-istiadat kebiasaan lamanya seperti sikap saling membantu masyarakat lain bila ada acara dan caci untuk memeriahkan suatu acara, dan jika ada tetangga yang terkena musibah masyarakat suka saling membantu agar dapat mengurangi beban tetangga. Dengan adanya saling berinteraksi dengan masyarakat lain mengakibatkan terjadinya perubahan kecil yang tidak terbawa pengaruh langsung perubahan itu seperti anak-anak dan remaja yang sudah mulai mengikuti busana/pakaian yang mengikuti tren tetapi tetap mempertahankan budayanya.
Peran Orang Tua Dalam Mengawasi Penggunaan Gadget Pada Anak Remaja Di Perumahan BTP Kelurahan Buntusu Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Abdan Tasnim; Nurmi Nonci; Rusdi Maidin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan danmengurai tentang peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak remajanya dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 2 buah keluarga. Pemilihan informan ini dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Sedangkan dalam melakukan analisis data dilakukan dengan reduksi data, kemudian penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Peran Orang Tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak remajanya yaitu dengan cara memberikan nasihat yang lembut kepada anak agar tidak terlalu sering bermain Hp, memberikan waktu dan perhatian yang banyak kepada anak-anak hal ini dilakukan agar anak-anak tidak merasa sendiri dan selalumerasa diperhatikan, mengisi waktu kosong anak agar tidak selalu mengingat Hp. (2) Kesulitan yang dihadapi orang tua saat ini adalah persoalan waktu, karena selalu sibuk dengan urusan pekerjaan, sehingga lupa untuk membagi waktu bersama anak-anak. The purpose of this study is to describe and describe the role of parents in supervising the use of gadgets in their teenagers and the difficulties they face. The research method used is descriptive qualitative with the number of informants as many as 2 families. The selection of these informants was selected using the purposive sampling technique. Data collection techniques used are Observation, Interview, and Documentation. Meanwhile, in conducting data analysis, data reduction was carried out, then data presentation, and conclusion drawing. The conclusions of this study are: (1) The role of parents in supervising the use of gadgets in their teenagers is by giving gentle advice to children so as not to play cellphones too often, giving a lot of time and attention to children, this is done so that children -Children do not feel alone and always feel cared for, filling children's empty time so they don't always remember their cellphones. (2) The difficulty faced by parents today is a matter of time, because they are always busy with work, so they forget to share time with their children.
Strategi Pedagang Ikan Keliling Dalam Meningkatkan Kehidupan Sosial Ekonomi Di Kelurahan Mautapaga Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggra Timur Annisa Annisa; Nurmi Nonci; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v2i1.1532

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan Strategi Pedagang Ikan Keliling dalam meningkatkan kehidupan sosial ekonomi di Kelurahan Mautapaga dan untuk menemukan strategi yang baru dan efektif untuk para pedagang ikan keliling agar usahanya bisa tetap eksis dan kehidupan keluarganya tetap selalu terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 7 orang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, (1) Strategi pedagang ikan keliling dalam meningkatkan kehidupan sosial ekonomi dengan cara meningkatkan pendidikan untuk anak-anak mereka, bekerja sama antar pedagang ikan, menjual ikan segar yang sesuai dengan selera pembeli, memberikan hutang kepada pembeli khususnya pelanggan jika telah mendapatkan kembali modal dan keuntungan, dan memberikan bonus kepada pembeli ketika musim ikan berlimpah, (2)  Faktor pendukung dan penghambat yaitu kesehatan, modal, selera pembeli, faktor alam seperti hujan, angin, dan ketika bulan terang. The purpose of the writing of this article is to describe strategy fish traders roving in enhance the lives of socioeconomic in kelurahan mautapaga and to find a new strategy and effective for the traders mobile fish to their business can remain in existence and life family’s fixed can always be met.This study using methods kualitatif descriptive by the number of informants as many as 7 people .The conclusion of this research which is, ( 1 ) strategy fish traders roving in enhance the lives of the economy by social ways to improve education for their children, in cooperation between fish traders, sells fresh fish that is in accordance with tastes buyers , give a debt to the buyer especially their customers if have regained capital and profit , and give a bonus to the buyer when fish abundant season, ( 2 )  factors both supporters and a barrier that is, the health, capital, buyers tastes, natural factors such as rain, the wind, and when the moon light.