p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Witriyani
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Konsumsi Program Makan Bergizi Gratis dengan Status Gizi Siswa SDN 5 Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Ivan Angga Saputra; Totok Wahyudi; Witriyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1127

Abstract

Latar Belakang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya menyediakan kebutuhan gizi anak usia sekolah melalui penyediaan makanan di lingkungan sekolah. Tingkat konsumsi makanan yang diberikan dapat menjadi salah satu gambaran penerimaan siswa terhadap program tersebut. Namun hubungan antara tingkat konsumsi MBG dengan status gizi siswa masih perlu dikaji, khususnya pada konteks sekolah dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan status gizi siswa SDN 5 Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 129 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling . Tingkat konsumsi MBG diukur melalui observasi sisa makanan ( sampah piring ) menggunakan metode estimasi visual Comstock selama tiga hari pengukuran, status gizi ditentukan berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) menggunakan aplikasi WHO AnthroPlus . Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi rank Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat konsumsi MBG dalam kategori baik sebanyak 62 siswa (48,1%) dan status gizi normal sebanyak 78 siswa (60,5%). Hasil uji spearman rank menunjukkan koefisien korelasi (ρ) sebesar -0,062 dengan nilai p-value sebesar 0,487 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan status gizi siswa SDN 5 Cemani Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis, tingkat konsumsi, sampah piring , status gizi, IMT/U
Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Cemani Grogol Sukoharjo Natalia Francisca Ladjar Soares; Witriyani; Musta’in
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1433

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangbanyak dialami oleh lansia dan sering disebut sebagai silent killer karena dapatberlangsung tanpa gejala yang jelas, namun berisiko menyebabkan komplikasiseperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upayanonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanandarah adalah terapi relaksasi otot progresif. Terapi ini bekerja dengan memberikanefek relaksasi pada otot sehingga menurunkan aktivitas saraf simpatis,meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan membantu melebarkan pembuluhdarah sehingga tekanan darah dapat menurun. Tujuan : Mengetahui efektivitasrelaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderitahipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Metode :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitianberjumlah 35 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan selama 2 minggudengan 6 kali pertemuan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan PairedSample t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darahsistolik mengalami penurunan dari 154,06 mmHg menjadi 128,60 mmHg,sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun dari 91,77 mmHg menjadi75,09 mmHg. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansisebesar 0,001 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antaratekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif.Kesimpulan : Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol,Kabupaten Sukoharjo. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan efektif dalam membantumengendalikan tekanan darah pada lansia.
Efektivitas Rendam Kaki Air Hangat Kombinasi Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman Angelina Ryan Paraswati; Witriyani; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1560

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Terapi nonfarmakologis berupa rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu mengontrol tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan one group pretest-posttest pada dua lansia penderita hipertensi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan merendam kedua kaki dalam air hangat suhu 38–40°C yang dikombinasikan dengan 20 gram jahe merah selama 15 menit setiap hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden. Pada Ny. R, tekanan darah menurun dari 160/110 mmHg menjadi 138/87 mmHg, dengan penurunan sistolik 22 mmHg dan diastolik 23 mmHg. Pada Ny. K, tekanan darah menurun dari 151/73 mmHg menjadi 136/68 mmHg, dengan penurunan sistolik 15 mmHg dan diastolik 5 mmHg. Kedua responden juga menunjukkan toleransi terapi yang baik dan kondisi lebih rileks. Penerapan rendam kaki air hangat kombinasi jahe merah dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pendamping yang sederhana dan mudah diterapkan untuk membantu mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi.