Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yangbanyak dialami oleh lansia dan sering disebut sebagai silent killer karena dapatberlangsung tanpa gejala yang jelas, namun berisiko menyebabkan komplikasiseperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upayanonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan tekanandarah adalah terapi relaksasi otot progresif. Terapi ini bekerja dengan memberikanefek relaksasi pada otot sehingga menurunkan aktivitas saraf simpatis,meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan membantu melebarkan pembuluhdarah sehingga tekanan darah dapat menurun. Tujuan : Mengetahui efektivitasrelaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderitahipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Metode :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitianberjumlah 35 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan selama 2 minggudengan 6 kali pertemuan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan PairedSample t-test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darahsistolik mengalami penurunan dari 154,06 mmHg menjadi 128,60 mmHg,sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik menurun dari 91,77 mmHg menjadi75,09 mmHg. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansisebesar 0,001 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antaratekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif.Kesimpulan : Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cemani, Kecamatan Grogol,Kabupaten Sukoharjo. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan efektif dalam membantumengendalikan tekanan darah pada lansia.