Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENGGALI POTENSI ECO PARK MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DESA TAPULAGA TERINTEGRASI KULIAH KERJA NYATA TEMATIK Asmadin Asmadin; Gusti Adhi Wibawa; Saenuddin Saenuddin; Irawati Irawati; Andi Tenri Ampa; Yahya Yahya; Mukhsar Mukhsar; La Agusu
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8319

Abstract

Upaya perlindungan garis pantai dari terpaan gelombang laut dapat menggunakan pertahanan alami dari vegetasi Mangrove melalui penguatan komunitas masyarakat terintegrasi program KKN Tematik. Tujuan program ini adalah memberi penguatan terhadap komunitas masyarakat pesisir, aparat desa dan mahasiswa peserta KKN Tematik tentang potensi eko park mangrove untuk mengoptimalkan potensi pendapatan desa. Metode pengabdian pada masyarakat terdiri atas tiga bahagian: pertama, perencanaan terdiri dari survei lokasi, perijinan, dan wawancara; kedua, pelaksanaan, yaitu diskusi, bench mark, kunjungan lapang pada lokasi mangrove, penyerahan adopsi bibit mangrove; dan ketiga, evaluasi untuk mereduksi berbagai isu selama kegiatan berlangsung. Program PKM dilaksanakan pada minggu pertama awal Agustus 2024 di desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Hasil program menunjukkan bahwa konsepsi Tokoh karang taruna dan kepala desa Tapulaga mendorong kawasan eko park pada area mangrove di Dusun 1 dan 2. Kepala Desa lebih menitikberatkan pengembangan eko park mangrove bersebelahan dengan kantor Kelompok Pengawas Pesisir Wahana Lestari dan kelompok Nelayan Lestari yang selama ini terus dipertahankan sebagai lokasi persemaian mangrove Desa Tapulaga. Perlindungan garis pantai dengan memanfaatkan jaring yang dipasang di sepanjang Mangrove meningkatkan kemampuan melindungi masuknya sampah laut ke ekosistem mangrove. Kerja bakti bersih pantai desa Tapulaga bersama mahasiswa KKN Tematik meningkatkan upaya partisipasi dan kolaborasi. Upaya intensif melalui penanaman mangrove melalui eko edu wisata yang edukatif dan rekreatif meningkatkan percepatan pelestarian lingkungan secara berkesinambungan.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Kendari Andi Tenri Ampa; Makkulau; Gusti Ngurah Adhi Wibawa; Lilis Laome; La Gubu; Norma Muhtar
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.194

Abstract

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Kendari adalah salah satu satuan pendidikan yang melaksanakan Pendidikan formal dan informal di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Universitas Halu Oleo (UHO) sebagai Perguruan Tinggi berlokasi di Kota Kendari memenuhi tanggung jawab melakukan tugas Tri Darma Perguruan Tinggi. Permasalahan yang ditemukan di Pamong Belajar SKB Kota Kendari, yaitu mengalami kesulitan untuk menyelesaikan permasalahan yang diperoleh atau didapat di masyarakat dan kesulitan untuk menentukan metode atau analisis yang cocok untuk menyelesaikan problem yang diperoleh di lapangan. Hasil program ini berupa materi konsep Statistika Dasar dan pengolahan data serta interpretasinya yang mudah dipelajari dan digunakan. Sedangkan tujuan memberikan materi Manajemen Data adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan rintisan program baru yang dibutuhkan masyarakat dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan data yang akurat dan mudah diperoleh sejalan dengan Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tentang Data Sektoral dari berbagai instansi dapat dihimpun menjadi Satu Data. Peserta mempraktekkan di komputer masing-masing dan diberikan contoh langsung bagaimana menyimpan data/berkas di Google Drive. Diajarkan juga cara membuat instrumen identifikasi kebutuhan Belajar Masyarakat melalui Google Form. Pada kegiatan ini, peserta berptaktek langsung didampingi oleh Pemateri dan beberapa mahasiswa Statistika
Peningkatan Kompetensi Pegawai Balai Guru Penggerak (BGP) Sulawesi Tenggara Dalam Penerapan Infografis dengan Canva Lilis Laome; Mukhsar Mukhsar; Arman Arman; Bahriddin Abapihi; Andi Tenri Ampa; Dian Cristien Arisona; Muhammad Ihwal; Arif Nur Alfian
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1235

Abstract

Kurangnya memahami pemanfaatan aplikasi Canva dalam pembuatan infografis sehingga visualisasi data di kalangan pegawai BGP kurang optimal. Tujuan pengabdian ini agar pegawai BGP di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat memanfaatkan aplikasi Canva dan membuat infografis dalam memvisualisasi data dalam pembuatan laporan kegiatan. Mekanisme metode pengabdian dalam pelaksaan kegiatan ini berupa perencanaan/persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Pengabdian dilaksanakan di Kantor BGP Sulawesi Tenggara. Dari pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan aplikasi Canva dalam membuat infografis berjalan dengan baik.
Pemodelan Geographically Weighted Regression (GWR) pada Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Papua Niskal Mentari; Andi Tenri Ampa; Muhammad Ihwal; Ruslan Ruslan; Irma Yahya; Dian Christien Arisona
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.1-12

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur pembangunan suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemodelan IPM serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di Pulau Papua dengan mempertimbangkan heterogenitas spasial. metode yang diterapkan dalam penelitian ini digunakn pendekatan geografis yaitu Geographically Weighted Regression (GWR) dalam memodelkan IPM. Variabel penelitian mencakup indeks pembangunan manusia di Pulau Papua sebagai variabel respons (Y), dan variabel prediktor (X) yaitu angka kematian bayi (X1), persentase penduduk miskin (X2), akses terhadap sanitasi layak (X3), dan tingkat pengangguran terbuka (X4). Model GWR merupakan pengembangan dari model regresi spasial dimana setiap parameter dihitung setiap lokasi pengamatan, sehingga setiap lokasi akan memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Fungsi pembobot dalam pemodelan GWR ini adalah Fixed Kernel Gaussian. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua variabel prediktor berpengaruh terhadap IPM di Pulau Papua. Model GWR didapatkan akurasi R2 98,38% dan AIC 164,7. R2 menunjukkan kemampuan menjelaskan 98,38% variabilitas data respon, dan nilai AIC 164,7 yang mencerminkan efisiensi serta kecocokan model terhadap data spasial. Dari parameter GWR terbentuk 9 kelompok dimana terdapat beberapa faktor yang berbeda-beda pada setiap daerah di kabupaten/kota yang ada di Pulau Papua
Pemodelan Spasial Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Sulawesi Menggunakan Spatial Error Model Baharuddin; Syafaat Nugiansa; Muhammad Ihwal; Makkulau; Lilis Laome; Andi Tenri Ampa
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v4i1.2459

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pulau Sulawesi tahun 2023 menunjukkan kesenjangan yang signifikan antarkabupaten/kota, yang ditandai dengan variasi nilai yang cukup tinggi. Ketimpangan ini mengindikasikan keterbatasan model klasik dalam menangani ketergantungan spasial antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan faktor-faktor yang memengaruhi IPM, dengan membandingkan kinerja model regresi OLS dan Spatial Error Model (SEM). Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan data sekunder BPS tahun 2023. Matriks pembobot spasial dikonstruksi menggunakan k-Nearest Neighbors (k=4), dan uji autokorelasi spasial dilakukan dengan indeks Moran. Hasil penelitian mengonfirmasi adanya autokorelasi spasial positif pada IPM. Model SEM terbukti lebih unggul daripada OLS dengan nilai AIC yang lebih rendah dan mampu menangkap ketergantungan spasial melalui parameter λ yang signifikan. Variabel kepadatan penduduk berpengaruh positif signifikan, sedangkan persentase penduduk miskin berpengaruh negatif signifikan terhadap IPM.