Dini Anggraini
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DAMPAK UMKM ASAM GLUGUR TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PELAKU USAHA DI DUSUN V KINANGKUNG, DESA PASAR X, KECAMATAN KUTALIMBARU, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Najwa Nabila; Dini Anggraini; Aldyansah Arrahman Rianto; Sigit Bahuraksa; Raissa Amanda Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran UMKM asam glugur dalam mempengaruhi kesejahteraan ekonomi rumah tangga pelaku usaha di Dusun V Kinangkung, Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara. UMKM yang bertumpu pada pemanfaatan komoditas lokal dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat pedesaaan melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia d wilayah tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM asam glugur memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga dan berperan sebagai sumber penghidupan utama yang relatif berkelanjutan. Selain dampak ekonomi, keberadaan usaha ini juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, seperti ketergantungan pada kondisi cuaca, keterbatasan lahan produksi, dan belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa UMKM berbasis komoditas lokal tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai strategi bertahan hidup rumah tangga pedesaan yang memerlukan dukungan kebijakan dan pendampingan berkelanjutan.
Implementasi PPh Pasal 4 Ayat 2 Dalam Sektor Ekonomi Dini Anggraini; Maulida Rahma
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jakbs.v2i1.1052

Abstract

The majority of a country's budget comes from taxation. The main source of funding is taxes, which are used to promote national growth. Income taxes make the most money for the government. One of the purposes of final income tax is to supply services related to renting land and/or buildings, such as renting rooms. As stated in Income Tax Article 4 Paragraph (2), all company actors use accounting to document all transactions related to tax collection activities. Article 4 PPh is applied to the Indonesian economy in this article. Sources of income subject to this tax include providing construction services, renting land and buildings, and protecting property rights. This article highlights the ease of taxation, payment and tax reporting as an effort to cut administrative costs for both taxpayers and the Directorate General of Taxes (DJP). This research is a qualitative methodology; Specifically, it is a literature review that uses many citations from publicly available sources. The author offers a qualitative method by demonstrating how PPh paragraph 2 article 4 is applied in the economic sector. This research found that by emphasizing accountability and openness in financial activities, the implementation of this tax has helped expand the Indonesian economy.
Peran Strategi Digital Perbankan Syariah Dalam Mendukung Perkembangan Ekonomi dan Ketahanan Menghadapi Tantangan Fintech Dini Anggraini; Putri Wahyuni; Khaidar rahmaini jamila
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jakbs.v3i4.3969

Abstract

The development of digital technology has driven significant transformation in the banking industry, including Islamic banking. Digitalization is an important strategy for Islamic banking to improve service efficiency, expand financial inclusion, and maintain competitiveness amid the rapid growth of financial technology (fintech). This study aims to analyze the implementation of digitalization in Islamic banking, examine the role of Islamic banking digital strategies in supporting economic development, and assess the resilience of Islamic banking in facing fintech challenges. The research method used is a qualitative approach with a type of library research, through collecting and analyzing data from books, scientific journals, laws and regulations, and official publications of related institutions. The results show that the digital strategy of Islamic banking contributes positively to increasing financial inclusion, empowering MSMEs, operational efficiency, and Islamic economic growth. In addition, strategic collaboration between Islamic banking and fintech, supported by regulatory strengthening, digital risk management, and compliance with sharia principles, is key in maintaining the resilience of Islamic banking in the digital era.
Falah Sebagai Tujuan Akhir dalam Ekonomi Islam: Prespektif Kesejahteraan Dunia dan Akhirat Ahmad Wahyudi Zein; Dini Anggraini; Hikmah Indri Yani Harahap; Tri Wina Sabrina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep falah dalam Islam berasal dari kata Arab yang berarti kemenangan, kemuliaan, dan keberhasilan. Dalam perspektif Islam, falah mencakup keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, berlandaskan ketaatan kepada prinsip-prinsip syariat, nilai-nilai etika, dan pembangunan sosial. Ekonomi Islam yang berorientasi pada falah tidak hanya berfokus pada aspek material, tetapi juga spiritual, dengan tujuan menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan (maslahah) bagi individu dan masyarakat. Konsep ini menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai syariat dan etika Islam. Berbeda dengan pendekatan ekonomi konvensional yang sering kali berorientasi pada keuntungan semata, falah menekankan pada pencapaian maslahah atau kemaslahatan bersama, termasuk keadilan sosial, distribusi kekayaan yang merata, dan kesejahteraan berkelanjutan. Tantangan implementasi falah di era modern meliputi dominasi materialisme, ketimpangan ekonomi, dampak globalisasi, dan teknologi digital. Dengan pendekatan multidimensi, falah dapat menjadi kerangka utama dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan keberlanjutan.
Optimalisasi Pembayaran Digital Melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM Kota Medan Zainarti; Safnah Soleha; Tri Wina Sabrina; Dini Anggraini
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v3i2.1328

Abstract

Transformasi digital dalam sistem ekonomi global telah membawa perubahan signifikan terhadap cara transaksi dilakukan, termasuk dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Indonesia, penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu bentuk inovasi sistem pembayaran digital yang bertujuan menciptakan transaksi yang cepat, efisien, dan inklusif.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS memberikan berbagai dampak positif, seperti efisiensi waktu transaksi, pencatatan keuangan otomatis, serta peningkatan kredibilitas usaha di mata konsumen. Sekitar 55% transaksi harian berhasil dialihkan ke sistem digital, mempercepat layanan dan memperluas pasar. Studi ini menyimpulkan bahwa QRIS adalah alat strategis dalam mendorong digitalisasi UMKM, namun optimalisasinya membutuhkan dukungan infrastruktur, edukasi, dan kolaborasi multi-pihak untuk hasil yang lebih luas dan berkelanjutan.