Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN FISIOTERAPI KOMUNITAS DALAM UPAYA PENINGKATAN KESADARAN TENTANG CEDERA OLAHRAGA PADA KOMUNITAS SEMARANG RUNNER Maya Triyanita; Restu Arya Pambudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.234

Abstract

Olahraga tidak terlepas dari adanya agerakan yang selanjutnya akan melibatkan berbagai struktur/jaringan pada tubuh manusia, misalnya sendi, otot, meniscus/discus, kapsulo ligamen dan otot. Gerakan terjadi bilamana mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi terjamin. Masyarakat perlu mengetahui dengan pasti terkait cedera olahraga, agar terhindar dari cedera olahraga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menambah manfaat dalam hal pengetahuan, pemahaman kepada masyarakat umum terkait konsep cedera olahraga. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil masyarakat telah memahami terkait konsep cedera olahraga, bagaimana cara pencegahannya dan penanganan cedera olahraga yang dapat diterapkan jika ada kejadian.
TINGKAT PENGETAHUAN ATLET TENTANG CEDERA DAN EXERCISE DITOURNAMENT FISIP FUTSAL GSG UIN WALISONGO SEMARANG Maya Triyanita; Restu Arya Pambudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.235

Abstract

Dalam pengabdian ini menyapaikan pentingnya penanganan cedera olaraga pada atlet. Dimana penanganan cedera olahraga dengan menggunakan metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) sangat penting sekali, karena di dalam metode PRICE kita diajarkan bagaimana menangani cedera atlet baik dalam latihan maupun dalam pertandingan. Penanganan cedera olahraga efektif mulai dilakukan pada minggu pertama cedera. Pengabdian ini bertujuan untuk berbagi ilmu dengan atlet tentang apa itu cedera olahraga dan terapi latihan yang tepat untuk menangani cedera pada atlet para pemain futsal di tournament FISIP GSG UIN Walisongo Semarang.
Edukasi Pemeriksaan Radiografi Lumbal Dan Terapi Mc. Kenzie Exercise Pada Klinis Low Back Pain Lucky Restyanti Wahyu Utami; Boki Jaleha; Aryadiva Nugrahaning Prayoga; Trisna Budiwati; Maya Triyanita; Novita Alfiani; Lenda Darwati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.987

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya klinis low back pain yaitu kondisi argonomi saat bekerja maupun saat melakukan aktifitas sehari-hari. Low back pain merupakan penyakit nyeri akut pada daerah punggung bawah. Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya penyakit low back pain adalah postur tubuh yang salah ketika melakukan aktifitas dan atau melakukan aktifitas tertentu dalam posisi yang statis cukup lama. Tujuan pada kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan terhadap pemeriksaan radiologi dengan radiografi lumbal dan pemeriksaan fisioterapi dengan terapis mc. kenzie exercise pada klinis low back pain terhadap lansia di Posyandu Kelurahan Krapyak Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan metode praktek. Hasil kegiatan yang diperoleh menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan lansia pada hasil pretest tiap aspeknya sebesar 0% dan rata-rata tingkat pengetahuan lansia pada hasil posttest tiap aspek sebesar 81,25%. Kesimpulan kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan tentang pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan fisioterapi pada lansia di Posyandu Kelurahan Krapyak Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang dengan masing-masing aspek mempunyai rata-rata sebesar 81,25%.
Program Fisioterapi dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dan Terapi Latihan pada Osteoarthritis Genu Bilateral Yunita Nailissa’adah; Maya Triyanita
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v3i4.130

Abstract

Background: Knee osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disorder that may cause pain, reduced muscle strength, and functional limitations. Physiotherapy interventions, including Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) and exercise therapy, are used to control pain, improve muscle performance, and support functional activity. Objective: This study aimed to describe changes in pain intensity, muscle strength, and functional ability following a physiotherapy program combining Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) and exercise therapy in a patient with bilateral knee osteoarthritis. Methods: This study used a case study design involving a patient with bilateral knee osteoarthritis. Data were collected through a series of physiotherapy assessments, intervention sessions, and subsequent evaluations. The physiotherapy program consisted of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) and exercise therapy delivered over three treatment sessions. Changes in the patient’s condition were assessed through pain intensity, muscle strength using Manual Muscle Testing, and functional ability using the Jette Scale. Results: Changes were observed in several clinical parameters after three physiotherapy sessions. Pressure pain decreased from a score of 3 to 2, while movement-related pain decreased from 4 to 3. Muscle strength improved from grade 4 to grade 5. Functional ability assessed using the Jette Scale also changed, with the score decreasing from 22 at the initial assessment to 18 at the final evaluation. Conclusion: The physiotherapy program combining Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and exercise therapy was accompanied by improvements in pain intensity, muscle strength, and functional ability in a patient with bilateral knee osteoarthritis. After three treatment sessions, reduced pain was accompanied by improved muscle strength and a lower Jette Scale score, indicating better functional ability.