Tris Harni Pebriani
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW: A STUDY ON THE USE OF GOTU KOLA EXTRACT (Centella asiatica (L.) Urb.) AS A TREATMENT FOR ACNE Endang Diyah Ikasari; Tris Harni Pebriani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1010

Abstract

Acne is an inflammatory skin condition caused by sebaceous follicles and characterized by skin inflammation in the form of a buildup of bacteria and oil that clogs pores and causes acne. Centella asiatica (L.) Urb., often known as gotu kola, has antibacterial properties that inhibit Propionibacterium acnes, thereby reducing papules, pustules, and nodules. Antioxidants, asiatic acid, and madecassic acid found in gotu kola (Centella asiatica (L.) Urb.) can treat wounds. Skin damaged by acne can be repaired and rejuvenated with gotu kola antioxidants, which also help collagen formation more quickly in the skin. This research aims to examine the ability of gotu kola (Centella asiatica (L.) Urb.) extract to inhibit acne-causing bacteria (Propionibacterium acnes) resulting from a literature review. This research method is a literature review or literature review. Research journals that met the inclusion criteria (activity test results suppressing bacterial growth activity) were collected, and a journal summary was made. A summary of the research journals is included in the table sorted by the year of publication of the journal. Based on the results of a literature review carried out by researchers, Gotu kola can be extracted using the maceration method by soaking the plant material in an extraction solvent such as ethanol or water for a specified time. This process was used to remove the active components from the plant material. The inhibition zone formed was evaluated to determine the effectiveness of the extracts or preparations containing gotu kola extract in preventing bacterial growth ...
INOVASI BUNGA LAVENDER SEBAGAI REPELLENT SPRAY DAN AROMATERAPI DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DEMUNGAN, TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG Suwarmi Suwarmi; Agus Suprijono; Yani Kresnawati; A.Ariani Hesti W.S; Eka Susanti Hp; Intan Martha Cahyani; Tris Harni Pebriani; Indah Sulistyarini; Ika Maharani; Yosua Bayu Kristianto; Dhimas Adhityasmara; Afwin Hanandi
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2019-2021 di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini mendorong dilakukannya kegiatan fogging dan edukasi serta sosialisasi pencegahan DBD yaitu penerapan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) tempat penampungan air, dan pencegahan lainya. Salah satu tanaman yang dapat menjauhkan serangga adalah bunga lavender, dimana minyaknya digunakan sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan serangga. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga Dusun Demungan terkait DBD dan cara pencegahannya, serta workshop pembuatan minyak bunga lavender sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan nyamuk dan sebagai aromaterapi. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025 di rumah Kepala Dusun Demungan yamg dihadiri oleh 50 orang peserta. Tim PkM memberikan edukasi tentang demam berdarah dan cara pencegahannya dengan bantuan power point, serta workshop tentang pembuatan repellent spray dan lilin aromaterapi dari minyak bunga lavender. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui diskusi interaktif dan pengisian kuesioner tentang tingkat kepuasan peserta. Kegiatan PkM ini bermanfaat dan berdampak positif, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi tingkat kepuasan peserta. Indikator kepuasan yang diperoleh adalah 0,90 melebihi batas indikator minimum 0,80. Nilai ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat relevan dan bermanfaat oleh masyarakat dan tujuan kegiatan PkM telah tercapai.