Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTIBAKTERI ESKTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) Oktariani Pramiastuti; Endang Istriningsih; Denis Parasdinata
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i1.401

Abstract

Daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada formulasi sediaan sabun cair dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun sirsak dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif dengan tidak menggunakan ekstrak daun sirsak dan menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun cair ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi variasi 10%, 15%, 30% dan kontrol negatif memenuhi persyaratan mutu sabun mandi menurut SNI 06-332-1994. Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 10% memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata zona hambat sebesar 16,5 mm, pada konsentrasi 15% diameter rata-rata zona hambat sebesar 25 mm, pada konsentrasi 30% diameter rata-rata zona hambat sebesar 27,5 mm. Sedangkan pada kontrol negatif tidak mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Cantik Sehat Tanpa Risiko Sebagai Upaya Edukasi Penggunaan Kosmetik Secara Aman di SMK Bina Nusa Slawi Desi Sri Rejeki; Talita Azaria; Nabilla Fitri Azhari; Aulia Syalfadillah; Shofa Khoirun Nida; Endang Istriningsih; Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Girly Risma Firsty; Oktariani Pramiastuti; Rima Harsa Atqiya Alquraisi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.988

Abstract

Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.
Penetapan Kadar β-Karoten Tanaman Krokot(Portulaca oleracea) dan Wortel (Daucus carota L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis Girly Risma Firsty; Winda Widiarti; Endang Istriningsih; Oktariani Pramiastuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9261

Abstract

Senyawa β-karoten merupakan provitamin A yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan manusia, terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan serta penglihatan mata manusia. Telah diketahui bahwa wortel dan krokot mengandung β-karoten yang dibutuhkan tubuh untuk menekan efek dari paparan radikal bebas atau sebagai antioksidan. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui perbandingan kadar β-karoten yang terkandung dalam wortel dan krokot menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yaitu dengan uji warna antimon triklorida dan uji KLT, pengukuran kuantitatif dilakukan dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil KLT diperoleh nilai Rf antara pembanding dan wortel yang mempunyai nilai sama yaitu sebesar 0,93, serta nilai Rf antara pembanding dan krokot juga sama yaitu sebesar 0,95. Hasil kadar β-karoten yang diperoleh pada ekstrak wortel sebesar 2,40 mg/gram ± 0,02% dan pada ekstrak krokot sebesar 6,91 mg/gram ± 0,25%. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan β-karoten pada krokot lebih tinggi dibandingkan wortel. Hasil analisis data menggunakan uji t independen (SPSS) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sampel krokot dan wortel (P0,05).
Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Farmasi Universitas Bhamada Slawi Mengenai Bahaya Bahan kimia Pada Produk Kecantikan Tanpa Izin Edar BPOM Dina Syabrina lutfa; Fika Rizqiyana; Prihastini Setyo Wulandari; Endang Istriningsih
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.61

Abstract

The increasing use of beauty products among university students, especially females, raises concerns about the potential risks of harmful chemical ingredients, particularly in products lacking distribution authorization from Indonesia’s National Agency for Drug and Food Control (BPOM). As future healthcare professionals, pharmacy students are expected to possess strong knowledge and awareness about the safety of cosmetic products. This study aims to assess the level of knowledge and attitudes of pharmacy students at Universitas Bhamada Slawi regarding the dangers of chemical substances in unlicensed beauty products, and to analyze the relationship between the two variables. This descriptive quantitative research involved 246 pharmacy students selected using purposive sampling. Data were collected through a validated online questionnaire and analyzed using univariate analysis and the chi-square test. The findings revealed that 72.4% of students had an excellent level of knowledge, 26.4% had good knowledge, 0.8% fair, and 0.4% poor. Most respondents also showed a cautious and responsible attitude in selecting beauty products. Statistical analysis indicated a significant correlation between knowledge and attitude (p < 0.001), suggesting that students with higher knowledge levels are more selective in choosing safe cosmetic products. This study concludes that higher levels of knowledge significantly influence students’ awareness and behavior toward the use of safe, BPOM-approved beauty products. The results can serve as a foundation for further education and public health promotion related to cosmetic safety and regulation.
Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi pada Masyarakat Desa Sitail Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Nala Firda Apriyani; Osie Listina; Endang Istriningsih
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.74

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dan prevalensinya terus bertambah serta menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Upaya pencegahan sejak dini sangat penting, terutama melalui edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku sehat pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi pada individu usia 15-64 tahun di Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan metode one group pretest-posttest. Terdapat 97 orang yang dipilih secara simple random sampling. Intervensi berupa edukasi tentang hipertensi dilakukan satu kali menggunakan leaflet. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis univariat menunjukkan sebelum mendapatkan edukasi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sesudah diberikan edukasi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan perilaku upaya pencegahan hipertensi sebelum diberikan edukasi mayoritas responden memiliki perilaku cukup dan sesudah diberikan edukasi seluruh responden memiliki perilaku baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan hipertensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0,001 dan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku pencegahan hipertensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0,001.