Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi dan Pendampingan Pemilahan Timbulan Sampah Peserta Bumi Perkemahan Desa Wisata Tinalah Sipayung, Renan J. Indra; Morib, Margeritha Agustina; Widiastuti, Widiastuti; Ariyani, Ninik; Wikana, Iwan; Heriadi, Heriadi; Harianja, Jhonson Andar; Bangguna, David S. V. L.; Sanam, Melvi; Sanam, Adel Faniati; Mahardika, Daniswara Indra; Putra, Only Jeje A.
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.21098

Abstract

Tinalah Tourism Village is a natural tourism destination located in Purwoharjo Village, Samigaluh District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta. Tinalah Tourism Village is growing with increasing tourist visits, camping activities. The increase in tourists has caused an increase in waste generation. Based on observations that waste in the Camping Ground environment has so far been carried out by piling up and burning, not implementing a recycling and reuse system. This Community Service Activity aims to raise awareness among camp participants in the importance of waste management by implementing the principle of a circular economy. The Community Service Activity for waste measurement education was enthusiastically welcomed by the managers of the Tinalah Tourism Village Camping Ground, scout leaders and camp participants. The waste produced is inorganic waste (paper, plastic), and organic waste (food scraps).
Pengaruh Penggunaan Limbah Abu Arang Briket Dan Serbuk Batu Bata Merah Sebagai Pengganti Sebagian Semen Iwan Wikana; Theos Hati Saro Harefa; Iwan Rahmat Gulo
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil UKRIM (JTS UKRIM)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v1i1.521

Abstract

Beton didefinisikan sebagai campuran bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan hidrolik (Semen Portland), agregat kasar, agregat halus dan air, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan (campuran atau aditif). Produksi semen menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Memanfaatkan limbah abu briket arang dan limbah bubuk bata merah adalah alternatif. Pada penelitian ini digunakan 12 benda uji silinder (15 cm x 30 cm) dengan menggunakan serbuk bata merah dan abu briket arang sebagai pengganti semen secara parsial ditambah 3 buah beton normal dengan ukuran yang sama tanpa menggunakan bahan pengganti semen sebagian. Persentase penggantian sebagian semen dengan bubuk bata merah 2% abu arang briket 6% (BB2A6), bubuk bata merah 2% abu arang briket 9% (BB2A9), bubuk bata merah 2% abu arang briket 12% (BB2A12), dan bubuk bata merah 2% abu briket arang 15% (BB2A15) sesuai berat semen. Dari hasil penelitian, pengaruh penggunaan variasi 2% serbuk bata merah dan abu briket arang 6% adalah variasi yang memiliki nilai kuat tekan rata-rata terbesar yaitu 14,29 MPa dari semua variasi.
Tinjauan Eksperimental Kuat Lentur Kusen Beton Dan Kusen Kayu Wikana, Iwan; Telaumbanua, Frankly Wawan
JURNAL TEKNIK SIPIL UKRIM Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil UKRIM (JTS UKRIM)
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jtsukrim.v2i1.723

Abstract

Kusen beton adalah salah satu eksperimen yang bisa mendukung program pemerintah menanam seribu pohon untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang hijau. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan membuat kusen dari bahan bangunan beton sedemikian rupa sehingga mampu menggantikan fungsi kusen kayu. Dengan menggunakan air, semen, pasir dan kerikil sebagai adukan beton juga dengan ditambahkannya tulangan baja maka kusen beton diharapkan mampu memikul beban dengan kapasitas kuat lentur yang memadai. Dalam penelitian ini kusen yang digunakan berukuran tinggi 200 cm dan lebar 80 cm, dengan dimensi penampang 11,5 cm x 6 cm, tulangan baja yang digunakan berdiameter 6 mm dengan perbandingan campuran beton 1 semen : 3 pasir : 2 kerikil. Pengujian dilakukan terhadap 2 (dua) bentuk kusen yang berbeda dan 1 (satu) kusen kayu dengan pengujian pembebanan terpusat di tengah bentang balok kusen. Berdasarkan pengujian pembebanan dan lendutan, diketahui kapasitas beban maksimal kusen beton bertulang bentuk datar sebesar 561,5 kg dengan lendutan 23,91 mm, kapasitas beban maksimal kusen beton bertulang bentuk lengkung sebesar 613 kg dengan lendutan 27,425 mm dan kapasitas beban maksimal kusen kayu kamper sebesar 2125 kg dengan lendutan 68,82 mm. Dengan dilakukannya analisa kuat lentur berdasar hasil pengujian pembebanan, maka diperoleh nilai kuat lentur kusen beton bertulang bentuk datar sebesar 29,6005 MPa, kuat lentur kusen beton bertulang bentuk lengkung sebesar 30,8525 MPa dan kuat lentur kusen kayu kamper sebesar 52,3236 MPa.
Pelatihan Pengolahan Sampah Pelatihan Pengolahan Sampah Buah di Desa Wisata Tinalah Kulon Progo Sipayung, R. J. Indra; Morib, Margeritha A.; Widiastuti, Widiastuti; Ariyani, Ninik; Wikana, Iwan; Heriadi, Heriadi; Harianja, Jhonson A.; Bangguna, David S.V.L.; Sanam, Adel F.; Mahardika, Daniswara I.; Sanam, Melvi
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.757

Abstract

Sampah yang dihasilkan dari Bumi Perkemahan Desa Wisata Tinalah selama ini hanya dibakar atau ditimbun dan belum dilakukan daur ulang untuk pemanfaatan yang lain. Sampah buah tersebut selama ini hanya dibuang dan dibiarkan terurai dengan sendirinya. Kegiatan PkM (pengabdian kepada masyarakat) ini bertujuan memberikan pendampingan kepada masyarakat desa wisata dalam memanfaatkan olahan sampah buah. Proses olahan produk sampah buah diawali dengan mencuci buah, kemudian fermentasi. Setelah proses fermentasi selesai dilakukan penyaringan ampas sampah buah untuk memisahkan air hasil fermentasi. Ampas perasan sampah buah dapat digunakan sebagai kompos, sedangkan air fermentasi yang merupakan produk utama dari olahan sampah buah dijadikan jus ternak, pupuk organik cair, dan pengurai limbah. Kegiatan PkM ini banyak mendapat respon positif dari pengelola Desa Wisata Tinalah dan masyarakat penyangga desa wisata. Hal tersebut ditunjukkan dengan antusiasme peserta dalam interaksi ketika presentasi sedang berlangsung dan keaktifan peserta dalam praktik pembuatan olahan sampah buah. Keterlibatan langsung peserta membuat peserta mengingat lebih dalam proses yang dilakukan dalam membuat produk. Dalam jangka panjang, pengolahan sampah buah juga dapat dilaksanakan pada desa wisata yang lain.
Klasifikasi Level Daktilitas Baja Profil berdasarkan SNI 7860:2020 Studi Kasus Bangunan 10 Lantai Daerah Istimewa Yogyakarta Morib, Margeritha Agustina; Wikana, Iwan; Zalukhu, Berkat Saloman; Salimu, Samuel
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) baja tidak memiliki batasan tinggi struktur pada kategori desain gempa apapun. Sistem ini mensyaratkan tingkat daktilitas tinggi pada semua elemen struktur untuk memastikan kegagalan struktur tidak terjadi akibat instabilitas tekuk baik tekuk lokal maupun tekuk torsi lateral. Kegagalan struktur ditandai dengan terbentuknya sendi plastis di ujung-ujung balok saat momen plastis terlampaui. Tantangan untuk menentukan profil yang tepat dan memenuhi persyaratan seismic sesuai SNI 7860:2020 dicoba pada studi kasus bangunan 10 lantai SRPMK baja berlokasi di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Lokasi ini dipilih karena merupakan lokasi dengan tingkat kegempaan tertinggi di DIY. Perhitungan daktilitas dilakukan pada berbagai profil baja di pasaran untuk ASTM A36 dan ASTM A913M. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian profil memenuhi syarat daktilitas pada sayap dan badan dan sebagian lainnya hanya memenuhi persyaratan pada sayap. Baja dengan fy rendah (ASTM A36) memiliki lebih banyak profil yang memenuhi syarat dari pada baja dengan fy tinggi (ASTM A913M). Hasil perancangan menunjukkan seluruh balok memenuhi syarat daktail tinggi dengan demand capacity ratio terbesar 99 %. Profil kolom terpilih juga telah memenuhi syarat daktail tinggi dengan demand capacity ratio terbesar 75%. Persyaratan column beam ratio terkecil adalah 1,03 > 1 sehingga memenuhi syarat SCWB.