Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Paradox of Legislative Performance: Human Resource Capacity and Executive Dominance in the Regional People’s Representative Council of Teluk Bintuni Regency Charlos G Maay; Muhammad Irvan Nur Iva; Herman H; Andi Kasmawati; Didik Iskandar
Journal of Public Policy and Local Government (JPPLG) Volume 3, Issue 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/ddr0j674

Abstract

This study examines the paradox of legislative performance in the Regional People’s Representative Council of Teluk Bintuni Regency during the 2021–2024 period, where increasing legislative output does not necessarily reflect stronger institutional capacity or independence. This study uses a qualitative case study approach to examine legislative performance in the Regional People’s Representative Council of Teluk Bintuni Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis involving council members, secretariat staff, and representatives of the regional government. Data were analyzed using an interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, to identify patterns related to human resource capacity, executive dominance, and legislative performance. The findings show that legislative performance reflects a combination of increasing output and persistent structural constraints. The realization of the Regional Legislation Program demonstrates a generally rising trend, indicating improved legislative productivity. However, the majority of council members have a secondary education background, which reflects limited formal capacity in legislative functions. In addition, the executive dominates the legislative process, as indicated by the high proportion of draft regulations initiated and prepared by the executive. Institutional coordination is formally established but uneven in effectiveness, while public participation mechanisms remain limited and not consistently institutionalized. This study concludes that legislative performance is characterized by a paradox in which improvements in quantitative output are not accompanied by stronger institutional capacity or independence. These findings highlight the need to move beyond output-based assessments and to consider structural and relational factors in understanding legislative performance in decentralized governance systems.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular Melalui Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah di Kelurahan Maccini Parang Kota Makassar Muhammad Luthfi Siraj; Suprianto Suprianto; Ismail Ismail; Didik Iskandar; Syarifiuddin Syarifiuddin; Een Astari Ahmad
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 2, Issue 1, 2026
Publisher : LPPM-INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v2i1.116

Abstract

Permasalahan sampah perkotaan di Kota Makassar masih menjadi tantangan akibat meningkatnya timbulan sampah rumah tangga, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah, serta belum optimalnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular dalam pengelolaan bank sampah di Kelurahan Maccini Parang, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, penyuluhan, praktik simulasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan tentang ekonomi sirkular, keterampilan pemilahan sampah, serta penguatan pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat yang ditandai dengan 88% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, 80% mampu melakukan pemilahan sampah secara mandiri, serta 72% aktif berpartisipasi dalam kegiatan bank sampah setelah pelatihan. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan program mencapai 80%. Program ini juga menghasilkan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran lingkungan, terbentuknya kebiasaan pemilahan sampah dari sumber, penguatan operasional bank sampah, serta munculnya peluang ekonomi dari pemanfaatan sampah yang dengan pendekatan ekonomi sirkular melalui bank sampah terbukti efektif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Alun-Alun English Camp Berbasis Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Organisasi Kepemudaan untuk Penguatan Literasi Bahasa Inggris Remaja di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Tri Cahyo Nugroho
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10311

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan model pelaksanaan Alun-Alun English Camp Chapter 2 sebagai ruang penguatan literasi Bahasa Inggris remaja berbasis kolaborasi Pemerintah Daerah dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Barru. Kegiatan dilaksanakan pada 22–23 Mei 2026 di Alun-Alun Colliq Pujie/Alun-Alun Kota Barru dan diikuti oleh remaja/pelajar tingkat SLTP dan SLTA se-Kabupaten Barru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik Bahasa Inggris melalui empat tahap, yaitu persiapan, pengondisian peserta, pelaksanaan inti, serta evaluasi dan penutupan. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi panitia dan mitra, pemasangan tenda, pembagian kelompok, briefing peserta, penyampaian materi English Camp, pembukaan resmi, workshop “Peduli Lingkungan”, Malam Pentas AEC, Practice English Camp, Outbound, dan English Challenge Games. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Alun-Alun English Camp terlaksana sebagai program pengabdian berbasis ruang publik yang memadukan pembelajaran nonformal, praktik komunikatif, kerja kelompok, penampilan, permainan edukatif, dan pemberdayaan remaja. Kolaborasi lintas aktor menjadi faktor penting dalam memperkuat legitimasi kegiatan, mobilisasi peserta, pengelolaan teknis, dan peluang keberlanjutan program. Kata kunci: English Camp, literasi Bahasa Inggris, pembelajaran nonformal, ruang publik, organisasi kepemudaan, pemberdayaan remaja.
Pendampingan Penyusunan Policy Brief untuk Penyelenggaraan Pelayanan Perkotaan (RP2P) Kota Makassar Didik Iskandar; Andi Aslinda; Anisa Fitri
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/nzhh5939

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perwakilan organisasi masyarakat dalam menyusun policy brief sebagai instrumen strategis untuk menyampaikan aspirasi publik sekaligus mengontrol kebijakan penyelenggaraan pelayanan perkotaan (RP2P) di Kota Makassar. Dalam konteks tata kelola kota yang semakin kompleks, keterlibatan warga menjadi esensial, terutama dalam mengkomunikasikan gagasan dan preferensi kebijakan kepada para pengambil keputusan secara sistematis. Melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan intensif, kegiatan ini memfasilitasi pemahaman aktor non-pemerintah terhadap konsep, struktur, dan strategi penyusunan policy brief. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun argumentasi berbasis bukti serta mengenali jalur advokasi kebijakan yang efektif. Penguatan kapasitas ini berperan penting dalam mendorong tata kelola pelayanan kota yang lebih inklusif, responsif, dan akuntabel. Pengabdian ini menegaskan bahwa policy brief bukan hanya alat teknokratik, tetapi juga medium demokratisasi kebijakan yang perlu diperluas penggunaannya di level masyarakat sipil.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Pertanian dan Perkebunan Berbasis Potensi Lokal di Kabupaten Tambrauw Muh. Nasrullah; Sitti Hardiyanti Arhas; Didik Iskandar; Andi Nuzul Akbar; Andi Putri Tenriyola
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/ekd57418

Abstract

Kabupaten Tambrauw di Papua Barat Daya memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang belum sepenuhnya dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi lokal. Urgensi kegiatan ini terletak pada kebutuhan untuk mengembangkan model pertanian berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat kapasitas masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi unggulan sektor pertanian dan perkebunan, memperkuat peran kelompok tani wanita dalam kegiatan hortikultura, serta merumuskan strategi pengembangan tanaman industri yang berwawasan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) pada 9 Juli 2025 di Aula Bappedalitbang Tambrauw, dengan melibatkan perwakilan pemerintah daerah, dan stakeholder terkait. Diskusi difokuskan pada identifikasi potensi, tantangan, dan peluang pengembangan sektor pertanian berbasis keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perkebunan berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Hortikultura menjadi sektor strategis untuk pemberdayaan ekonomi perempuan, sedangkan pengembangan tanaman industri seperti kelapa, sawit, dan nilam perlu diarahkan pada sistem tumpangsari serta penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesehatan tanah. Rekomendasi utama dari kegiatan ini adalah pembentukan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Terpadu sebagai sarana pelatihan, riset, dan penguatan ekonomi masyarakat Tambrauw.    
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Karang Taruna melalui Pelatihan Manajemen Organisasi di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Herman H.
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/ww0md124

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna melalui pelatihan manajemen organisasi di Kabupaten Barru. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya tata kelola organisasi, lemahnya administrasi kelembagaan, belum jelasnya pembagian tugas pengurus, serta belum tersusunnya program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan penyusunan dokumen kelembagaan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup dasar kelembagaan Karang Taruna, fungsi manajemen organisasi, administrasi organisasi, penyusunan program kerja, kepemimpinan kolaboratif, komunikasi internal, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi strategis Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan dan mitra pembangunan masyarakat. Peserta juga mampu menyusun peta masalah kelembagaan, rancangan pembagian tugas pengurus, rancangan program kerja prioritas, serta komitmen tindak lanjut untuk memperbaiki tata kelola organisasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan Karang Taruna membutuhkan kombinasi antara pelatihan, pendampingan, partisipasi anggota, dan dukungan pemerintah desa/kelurahan. Karang Taruna yang memiliki kapasitas kelembagaan kuat berpotensi menjadi aktor penting dalam menggerakkan partisipasi pemuda, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Barru.      
Dynamics of organizational change in the development of customary institutions: A Case Study of Keitemung Indigenous Organization Design Rode Waicang; Akmal Ibrahim; Nurdin Nara; Hasniati Hasniati; Didik Iskandar
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v14i2.65972

Abstract

This research analyzes the contextualization of indigenous community identity and the adaptation process resulting from the establishment of Adat Villages in Jayapura Regency. Using a qualitative approach as a foundation, the study applies social identity theory in the case study of Keitemung Adat Village. Data were collected through observation, interviews, documentation studies, and Focus Group Discussions (FGD), involving 14 informants from various levels of government and the indigenous community. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, conclusion drawing, and verification. The findings show that the social structure based on customary norms and cultural values plays a crucial role in maintaining community integration and stability. Effective leadership, the practice of mutual cooperation, and conflict resolution based on deliberation strengthen the role of cultural norms as coordination tools. Despite organizational changes due to government policies, cultural values continue to function as the main pillars, supporting social harmony and reinforcing collective identity within the cultural and social framework.