Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dengan metode benam (pocket system) pada komoditas kelapa sawit dalam program pendampingan perkebunan masyarakat Ika Fitriana Dyah Ratnasari; Roni Ismoyojati; Ilham Febriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25468

Abstract

Abstrak Gulma pakis kawat merupakan salah satu jenis gulma berbahaya yang ada di areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini dikarenakan gulma tersebut menjadi kompetitor bagi tanaman kelapa sawit dalam mendapatkan unsur hara, selain itu pertumbuhan gulma pakis kawat yang sangat cepat dan sulit untuk dikendalikan. Pengolahan gulma pakis kawat menjadi biochar merupakan solusi yang tepat untuk pengendalian gulma sekaligus memberikan nilai guna gulma pakis kawat untuk dijadikan sebagai bahan pembenah tanah maupun media pelapis urea. Biochar pakis kawat yang dijadikan sebagai media pelapis urea merupakan suatu teknologi slow release fertilizer (SRF) yang saat ini banyak dikembangkan untuk mengurangi laju penguapan pupuk urea, sehingga biaya pemupukan dapat diminimalkan dan pertumbuhan kelapa sawit menjadi lebih optimal. Teknologi pemupukan urea berlapis biochar gulma pakis kawat dapat dikombinasikan dengan metode benam guna menambah efektifitas penyerapan urea oleh tanaman kelapa sawit. Metode benam juga dapat mengurangi hilangnya urea akibat aliran permukaan (run off) sehingga pemupukan menjadi lebih optimal. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani perkebunan kelapa sawit. Hasil dari kegiatan ini yaitu petani perkebunan kelapa sawit dapat mengetahui pengendalian gulma pakis kawat dan memanfaatkannya untuk dijadikan sebagai bahan baku biochar. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian diterapkan dan dikombinasikan dengan metode pemupukan yakni benam guna meningkatkan efisiensi pemupukan urea pada kelapa sawit. Kata kunci: kelapa sawit; gulma; pakis kawat; biochar; benam Abstract Wire fern weed is one of the dangerous weeds in oil palm plantations. This is because the weed is a competitor for oil palm plants in obtaining nutrients, besides the growth of wire fern weeds which are very fast and difficult to control. Processing wire fern weeds into biochar is the right solution for weed control while providing the use value of wire fern weeds to be used as soil improver and urea coating media. Wire fern biochar used as urea coating media is a slow release fertilizer (SRF) technology that is currently being developed to reduce the evaporation rate of urea fertilizer, so that fertilization costs can be minimized and oil palm growth becomes more optimal. Wire fern weed biochar-coated urea fertilization technology can be combined with the benam method to increase the effectiveness of urea absorption by oil palm plants. The benam method can also reduce the loss of urea due to run off so that fertilization becomes more optimal. The result of this activity is that oil palm plantation farmers can know how to control wire fern weeds and utilize them as raw materials for biochar. The products produced from this activity are then applied and combined with the fertilization method, namely benam, to increase the efficiency of urea fertilization in oil palm. Keywords: oil palm; weeds;  wire fern; biochar; pocket system
Pembelajaran metode pembedahan organ reproduksi hewan pada kalangan pelajar di Kabupaten Lamandau Lailatun Nisfimawardah; Riskayanti Riskayanti; Firdaus Husein; Monasdir Monasdir; Erlina Astuti; Antonius Adhityawan Nugroho; Ika Fitriana Dyah Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31441

Abstract

Abstrak Pembelajaran tingkat dasar di Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui pembelajaran teori dan praktik. Adanya mata pembelajaran eksakta menuntut para siswa untuk melakukan dan berkolaborasi secara kelompok. Tujuan pembelajaran ini untuk mempermudah para siswa untuk melakukan pembelajaran secara aktif dan interaktif. Salah satu pembelajaran tersebut ialah praktik pembedahan orga reproduksi pada hewan. Rata-rata siswa-siswi SDIT Mutiara Ilmu belum pernah melakukan pembedahan secara langsung pada hewan dan belum mengenal alat-alat pembedahan sesuai dengan metode dan kaidah yang benar. Pembedahan organ hewan yang dilakukan pada katak merupakan metode yang dirancang secara sederhana agar siswa dapat melakukan secara langsung. Pemahaman yang dilakukan yaitu dengan membedah dan mengidentifikasi organ reproduksi katak. Identifikasi tersebut dilakukan dengan membedakan antara anatomi organ katak jantan dan betina beserta fungsinya. Metode parsitipatif siswa dilakukan melalui presentasi menggunakan media brosur dan diskusi bersama siswa. Untuk melakukan tingkat uji pemahaman dilakukan post test di akhir kegiatan pembedahan sehingga diharapkan siswa dapat memahami dan mengaplikasikan secara langsung. Kata kunci: metode pembedahan; organ reproduksi hewan; pembelajaran Abstract Write Basic learning in Lamandau Regency, Central Kalimantan continues to be carried out through theoretical and practical learning. The existence of exact subjects requires students to do and collaborate in groups. This will make it easier for students to learn actively and interactively. One of these learning activities is the practice of dissecting reproductive organs in animals. On average, students at SDIT Mutiara Ilmu have never performed direct surgery on animals and are not familiar with surgical tools according to the correct methods and rules. Dissection of animal organs carried out on frogs is a method that is designed simply so that students can do it directly. The understanding carried out is by dissecting and identifying the reproductive organs of frogs. This identification is carried out by distinguishing between the anatomy of male and female frog organs and their functions. The student participatory method is carried out through presentations using brochure media and discussions with students. To carry out the level of understanding test, a post-test is carried out at the end of the dissection activity so that students are expected to be able to understand and apply it directly. Keywords: animal reproductive organs; learning; surgical methods