Edukasi terintegrasi diperlukan untuk menjawab masalah kesehatan komunitas yang muncul secara bersamaan, terutama hipertensi, perilaku merokok, dan penerapan personal hygiene. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan hipertensi, bahaya merokok, dan personal hygiene di Dusun III Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat berbasis asuhan keperawatan komunitas dengan tahapan pengkajian, analisis masalah, penetapan prioritas, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data pengkajian diperoleh dari 150 kepala keluarga dari total populasi 449 kepala keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan hipertensi sebagai masalah terbanyak, yaitu 60 kasus (40,0%), disertai anggota keluarga merokok 109 keluarga (72,7%), kebiasaan membeli obat warung sebelum pelayanan kesehatan 137 keluarga (91,3%), penampungan air terbuka 118 keluarga (78,7%), dan pengelolaan sampah dengan cara dibakar 140 keluarga (93,3%). Intervensi utama dilaksanakan melalui penyuluhan pencegahan hipertensi, pemeriksaan kesehatan, edukasi bahaya merokok, personal hygiene, senam hipertensi/lansia, bakti sosial, dan pembuatan TOGA. Evaluasi kuantitatif dilakukan khusus pada materi pencegahan hipertensi karena kegiatan ini memiliki pre-test dan post-test; hasilnya menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 8 peserta (22,9%) menjadi 27 peserta (77,1%), serta tidak terdapat lagi peserta berkategori kurang setelah edukasi. Edukasi bahaya merokok dan personal hygiene dievaluasi secara deskriptif melalui keaktifan peserta, diskusi, dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terintegrasi dapat menjadi strategi promotif-preventif yang relevan bagi kebutuhan kesehatan masyarakat dusun.