Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengenalan Literasi pada Anak Usia Dini Melalui Pelatihan Mendongeng untuk Ibu Muda di Kelurahan Pajalesang Herniyastuti Herniyastuti; Abdul Kadir; A. Yusdarwati Yusuf; Nur Sulis Ramadani
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan literasi sejak dini sangat penting untuk membina perkembangan kemampuan berbahasa anak. Salah satu cara dalam melakukan pengenalan literasi dapat dilakukan dengan mendongeng. Oleh karena itu, penulis melakukan pelatihan mendongeng kepada para ibu muda sebagai bentuk pengenalan literasi pada anak usia dini. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk intervensi kepada orang tua terkhusus para ibu agar lebih memperhatikan perkembangan anak. Pelatihan keterampilan mendongeng dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Oktober 2023 di Gedung pertemuan Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau. Kabupaten Soppeng. Pelatihan diikuti oleh 20 ibu muda yang berdomisili di Kelurahan Pajalesang. Pelatihan terdiri atas dua rangkaian pokok yaitu pemberian materi mengenai pengenalan bahasa untuk anak usia dini dan kiat mendongeng, serta praktik mendongeng. Melalui pelatihan ini menunjukkan bahwa kegiatan telah berhasil menyadarkan peserta akan urgensi dan manfaat kegiatan mendongeng.
Optimalisasi Pelatihan Mandiri Terbimbing untuk Meningkatkan Penilaian Awal Literasi Membaca Guru Kelas di SDN 276 Latappere Herniyastuti Herniyastuti; A. Yusdarwati; Abdul Kadir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1280

Abstract

Di SDN 276 Latappere, kondisi serupa dapat ditemukan. Observasi awal menunjukkan bahwa banyak guru belum sepenuhnya memahami metode yang efektif dalam penilaian awal literasi membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan mandiri terbimbing dalam meningkatkan penilaian awal literasi membaca bagi guru kelas di SDN 276 Latappere. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi menunjukkan hasil yang signifikan dalam beberapa aspek penting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan menganalisis optimalisasi pelatihan mandiri terbimbing dalam meningkatkan penilaian awal literasi membaca bagi guru kelas di SDN 276 Latappere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mandiri terbimbing dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penilaian awal literasi membaca. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih luas dan generalisasi, disarankan agar penelitian ini dilakukan pada skala yang lebih besar di berbagai sekolah dasar.
Edukasi Pemanfaatan Interactive Flat Panel (Ifp) Dalam Perencanaan Pembelajaran Berbasis Deep Learning Di Sekolah Dasar Rahmah Hatta; Suhardi Aldi; Umi Ayu Lestari Atjo; Herniyastuti Herniyastuti; Mutiara Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappaoleonro Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Salah satu perangkat yang mendukung transformasi pembelajaran adalah Interactive Flat Panel (IFP), yang mampu menghadirkan pengalaman belajar interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Namun, pemanfaatan IFP di sekolah dasar masih belum optimal karena keterbatasan pemahaman guru dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam perencanaan pembelajaran berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan IFP sebagai media pembelajaran yang mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar yang diberikan edukasi mengenai konsep deep learning, penyusunan perangkat ajar, serta praktik penggunaan fitur-fitur IFP dalam merancang pembelajaran interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengoperasikan IFP serta menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik. Selain itu, guru menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang mendukung kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan pemecahan masalah siswa. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital guru dan penguatan implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar. Dengan demikian, pemanfaatan IFP dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung penerapan pembelajaran berbasis deep learning di era pendidikan digital
Persepsi Mahasiswa PGSD Terhadap Bahasa Tubuh Dosen Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Yusrina Yusrina; Susianti Susianti; Nana Erna; Herniyastuti Herniyastuti; Adisty Wulandari
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.94

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tak melulu hanya mengetengahkan penguasaan materi, akan tetapi juga menuntut kemampuan dosen untuk membangun komunikasi yang efektif, termasuk komunikasi nonverbal. Salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang kerap diabaikan adalah bahasa tubuh dosen. Padahal, bahasa tubuh dapat menjadi salah satu acuan bagi mahasiswa untuk memahami materi pembelajaran, menjaga fokus, serta membangun keterlibatan dalam proses pembelajaran. Bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar, bahasa tubuh dosen juga bisa menjadi contoh praktik komunikasi pedagogik yang dapat mereka terapkan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa PGSD terhadap penggunaan bahasa tubuh dosen dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta bagaimana bahasa tubuh tersebut membantu pemahaman dan keterlibatan belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik, sedangkan triangulasi dan member check dilakukan untuk menjaga keabsalan data. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan praktis bagi dosen dalam meningkatkan kompetensi pedagogik berbasis komunikasi nonverbal pada pembelajaran Bahasa Inggris
Dinamika Berpikir Kritis sebagai Prediktor Keterampilan Menulis Opini Siswa Kelas VI Abdul Kadir; Herniyastuti Herniyastuti; Susianti Susianti; Yusrina Yusrina; Saskiah Saskiah
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v4i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika berpikir kritis sebagai prediktor keterampilan menulis opini pada siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 80 siswa kelas VI dari empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dengan sampel 40 siswa yang dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berpikir kritis dan rubrik penilaian keterampilan menulis opini. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kritis berpengaruh signifikan dan positif terhadap keterampilan menulis opini dengan koefisien regresi sebesar 0,674 (p < 0,01). Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 45,4% terhadap varians kemampuan menulis opini. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun argumen yang jelas, memberikan bukti yang relevan, serta mengorganisasi tulisan secara logis. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan berpikir kritis perlu diprioritaskan dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya untuk memperkuat kompetensi menulis opini siswa