I Putu Yoga Bumi Pradana
Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WORKSHOP DALAM RANGKA OPTIMALISASI KESADARAN MASYARAKAT TENTANG DOKUMEN KEPENDUDUKAN UNTUK PEMILIHAN UMUM 2024 Made Ngurah Demi Andayana; I Putu Yoga Bumi Pradana; Nadia Sasmita Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22600

Abstract

Abstrak: Data kependudukan merupakan unsur penting untuk mendukung Pemilihan Umum Tahun 2024 yang jujur dan adil. Namun, Pemerintah dan masyarakat Desa Penfui saat ini belum sepenuhnya memiliki kesadaran akan pentingnya tertib administrasi, ditunjukkan dari banyaknya masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan untuk mendukung terselenggaranya Pemilihan Umum Tahun 2024. Metode sosialisasi menggunakan metode ceramah, diskusi dan workshop, yang diikuti oleh 35 peserta terdiri dari perangkat desa dan masyarakat Penfui Timur. Hasil evaluasi kegiatan atas pemahaman peserta mengenai pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 89% tentang pentingnya kelengkapan dokumen kependudukan, 85% peserta dapat menentukan alur pembuatan administrasi kependudukan di Pemerintah Desa setempat, 88% peserta berpartisipasi aktif dan menunjukkan kepuasan terhadap kegiatan sebesar 95%. Kendala dan hambatan terkait keterbatasan waktu dan keterbatasan internet, namun dapat teratasi dengan baik selama kegiatan.Abstract: Data Population plays a crucial role to ensure the smooth conduct of transparent and equitable elections in 2024 Despite its significance, the residents and authorities of Penfui Village have yet to fully recognize the necessity of having their administrative records in order, as evidenced by the widespread lack of complete population documentation among them. The objective of the initiative is to heighten the awareness of both the government and the citizens about the vital need for complete population records to ensure the smooth conduct of transparent and equitable elections in 2024. An interactive approach involving Q&A sessions, discussion, and workshops was employed for the campaign, which was participated in by 50 individuals, including village officials and East Penfui residents The results of the activity evaluation showed an 89% increase in participants ' understanding of the importance of completeness of population documents, 85% of participants were able to determine the flow of making Population Administration in the local village Government, 88% of participants actively participated and showed 95% satisfaction with the activities. Constraints and obstacles related to time constraints and internet limitations, but can be overcome well during the activity.
WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI TIMOR TENGAH SELATAN I Putu Yoga Bumi Pradana; Made Ngurah Demi Andayana; Hendrik Toda; Theny Intan Berlian Kurniati Pah; Rouwland Alberto Benyamin; William Febrianus Umbu Ibiruni; Nadia Sasmita Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26530

Abstract

Abstrak: Program pencegahan stunting merupakan upaya krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana seperti Desa Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting, mengingat tingginya prevalensi stunting di desa ini dan keterbatasan kapasitas kader yang berperan penting dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting. Mitra kegiatan ini adalah kader kesehatan posyandu Desa Fatumnasi, yang merupakan garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat di daerah rawan bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pelatihan dan workshop difokuskan pada pemetaan wilayah rawan stunting serta peningkatan keterampilan kader dalam menghadapi tantangan geografis dan situasi darurat akibat bencana alam. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode angket dan survei terhadap peserta untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa 50% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi, dengan 25% partisipasi aktif dalam diskusi dan workshop. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendukung upaya nasional dalam menurunkan angka stunting, terutama di wilayah rawan bencana.Abstract:.The stunting prevention program is crucial to enhance human resource quality, particularly in disaster-prone areas such as Fatumnasi Village and Timor Tengah Selatan Regency. This program aims to strengthen the capacity of healthcare cadres to prevent stunting, given the high prevalence of stunting in the village and the limited capacity of the cadres, who play a vital role in detecting and addressing stunting cases. The program's partners are the Fatumnasi Village posyandu health cadres, who serve as the frontline in providing public health services in disaster-prone areas. This community service initiative (PkM) involves several stages: preparation, implementation, and evaluation. Training and workshops are focused on mapping areas vulnerable to stunting and enhancing the cadres' skills in tackling geographic challenges and emergencies due to natural disasters. Program evaluation was conducted through questionnaires and surveys to assess participants' understanding. The results indicated that 50% of participants demonstrated improved comprehension of the material, with 25% actively participating in discussions and workshops. This program is expected to be sustainable and support national efforts to reduce stunting rates, particularly in disaster-prone regions.