Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Unisma Sports Center Building Project Control Analysis Using the Critical Path Method (CPM) Ruli Saefudin; Ade Fitriyanti Ulul Azmi
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2024): MARCH
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v9i1.1195

Abstract

The purpose of this research is to determine the scheduling activities for the construction of the Sport Center Building at the Islamic University of Malang, to determine and analyze the control of building construction projects managed by the Islamic University of Malang using the CPM (Critical Path Method) method. This research uses the research method used in this research, namely the descriptive method. The data collection techniques used were observation, interviews, and library research. After obtaining information through interviews, data analysis was carried out using the CPM (Critical Path Method) method. The researcher has completed the research and from this analysis, the researcher found that the construction work carried out by the Islamic University of Malang required 180 days of work using the CPM (Critical Path Method) method, so the optimal duration of the project can be accelerated to 33 days so that the initial project duration is 196 days. working days to 163 days with an efficiency of 16,837%
EVALUASI KEPATUHAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI PENGENDALIAN BERKELANJUTAN UNTUK BANGUNAN PABRIK SIGARET : STUDI KELAYAKAN BERBASIS REGULASI KKPR Heru Setiyo Cahyono; Ruli Saefudin; Annisa' Carina; Eka Yudha Kurniawan; Wahyu Nur Hidayat; agus setiawan
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol. 5 No. 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.7801

Abstract

Studi ini menganalisis kepatuhan fasilitas lingkungan Bangunan Pabrik Sigaret terhadap regulasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dengan mengevaluasi kelayakan sanitasi dan sistem pengendalian lingkungan. Berdasarkan SNI 03-1979:1990, kebutuhan fasilitas dihitung untuk kapasitas 100 orang, mencakup air bersih, septic tank, toilet, talang hujan, dan sumur resapan. Hasil analisis menunjukkan ketidaksesuaian pada tiga aspek: (1) kapasitas tandon air existing (kurang dari 10.000 liter) tidak memenuhi kebutuhan minimum pekerja, (2) septic tank (kapasitas di bawah 7.500 liter) tidak sesuai dengan volume limbah yang dihasilkan, dan (3) sumur resapan (kapasitas kurang dari 96 m³) tidak mampu menampung limpasan air hujan. Di sisi lain, fasilitas toilet (10 unit) dan talang hujan (20 unit) telah memenuhi standar SNI, melebihi kebutuhan minimal masing-masing 4 dan 16 unit. Rekomendasi utama penelitian mencakup penambahan kapasitas tandon air menjadi 10.000 liter, peningkatan volume septic tank menjadi 7.500 liter, serta pembangunan sumur resapan berkapasitas 96 m³ untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria lingkungan. Studi ini juga menekankan pentingnya integrasi perhitungan beban operasional dan kapasitas okupansi dalam perencanaan infrastruktur, serta pemantauan berkala terhadap kinerja sistem drainase dan sanitasi. Temuan ini membuktikan bahwa kepatuhan terhadap KKPR tidak hanya menjamin legalitas pembangunan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pencegahan risiko pencemaran air dan tanah. Implikasi penelitian memberikan panduan teknis bagi industri sejenis dalam merancang fasilitas yang selaras dengan regulasi tata ruang dan standar nasional, sekaligus memperkuat prinsip pembangunan berwawasan lingkungan.
HIBAH DAN PEMBERDAYAAN BANGUNAN BANK SAMPAH DI SULAWESI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL Ruli Saefudin; Heru Setiyo Cahyono; Zsagheta Ihwalrezky; Danan Eko Cahyono; Annisa' Carina
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 2 (2025): Mei - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v6i2.10986

Abstract

This article analyzes the role of grants and empowerment models through the construction of Bank Sampah buildings/facilities in Sulawesi as instruments for improving the welfare of local communities while addressing waste management issues and providing raw materials for the Waste-to-Energy cluster. The analysis is based on internal documents from PT. Bumi Bersih Berenergi (BT 1.docx) that describe the zero-waste campaign program, operational constraints of the Waste Bank, local landfill practices, and plans for waste processing clustering. The results show a gap between vision and implementation: an urgent need for structured grants—with business conditions, institutional coaching, and market connectivity—as well as technical measures for hazardous waste safety, strengthening the waste value chain, and sustainable cooperative/UBS (waste bank unit) models. The article concludes with policy recommendations and a realistic and measurable grant program design.
PENGARUH MATERIAL FASADE TERHADAP KONDISI RUANG TERHADAP PSIKOLOGI HUMANISTIK PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN Ade Fitriyanti Ulul Azmi; Ruli Saefudin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i2.1444

Abstract

Abstract: Islamic Boarding School buildings in general have closed characteristics and are also not conditioned in architectural terms. The layout of the Islamic boarding school can be said to be unorganized, because its development was not accommodated by careful planning. This is reasonable, limited land and also limited ability in land acquisition due to self-financing from cottage managers who are also limited. From this condition, the cottage building will naturally grow and develop according to the limitations of the topographical conditions and limited land as well as the level of students in the annual student admission period. The lack of predictability related to the development of buildings among Islamic boarding schools is able to have an impact on behavior and psychology as well as an impact on the quality of education. Instability in the development of buildings or infrastructure facilities is a driving force for uncontrolled behavior in the Islamic boarding school environment. Bullying, immoral acts to criminality which are now increasingly prevalent among Islamic boarding schools have become a frightening specter for students and the bad image of Islamic boarding schools has become the public's spotlight on the quality of non-formal education, Islamic boarding schools. In order to reduce the negative tendencies that occur as a result of the spatial layout, application is given to building materials with a dense and limited layout according to the characteristics of Islamic boarding schools. Changes through materials on building facades and new nuances in Islamic boarding school buildingsKeyword: Bullying, Psychology Humanistic, Islamic Boarding School.                                        Abstrak: Bangunan Pondok Pesantren pada umumnya memiliki sifat yang tertutup dan juga tidak terkondisikan secara tata ruang arsitektur. Tata ruang pondok pesantren yang dapat dibilang kurang tertata, dikarenakan pembangunannya tidak diwadahi oleh perencanaan yang matang. Hal ini wajar, keterbatasan lahan dan juga keterbatasan kemampuan dalam pembebasan lahan dikarenakan pembiayaan mandiri dari pengelola pondok yang juga terbatas. Dari kondisi ini, maka bangunan pondok secara alami akan tumbuh dan berkembang sesuai keterbatasan dengan kondisi topografi dan keterbatasan lahan serta tingkat santri dalam periode penerimaan peserta didik pertahunnya. Kurang mampunya diprediksi terkait perkembangan bangunan dikalangan pondok pesantren ini mampu memberikan dampak pada perilaku dan psikologi serta dampak pada kualitas Pendidikan. Ketidakstabilan perkembangan bangunan atau sarana prasrana menjadi pendorong perilaku yang tidak terkontrol dalam lingkungan pesantren. Tindak Bullying, tindak asusila hingga kriminalitas yang kini makin marak terjadi dikalangan pondok pesantren menjadi momok menyeramkan bagi para santri serta buruknya image pondok pesantren menjadi sorotan masyarakat luas terhadap kualitas Pendidikan non formal, pondok pesantren. Guna mengurangi kecenderungan negative yang terjadi akibat tatanan ruang diberikan aplikasi terhadap material bangunan dengan tata ruang yang padat dan terbatas sesuai dengan karakteristik bangunan pondok pesantren. Perubahan melalui material pada fasade bangunan serta nuansa baru dalam bangunan pondok pesantren.Kata Kunci: Perundungan, Psikologi Humanistik, Pondok Pesantren.