Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Keterlambatan Siswa Kelas X SMKS Efata dalam Menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Ariance Renda Wano; Ardiyanto Dapadeda; Maria Wilda Malo
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i2.3365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan siswa kelas X SMKS Efata dalam menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berisi 50 pernyataan skala Likert yang diberikan kepada 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar (88,4%), ketersediaan fasilitas (81,2%), dukungan orang tua (78,7%), lingkungan belajar (85,8%), dan peran guru (94,6%) berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Namun, tingkat keterlambatan siswa dalam menguasai TIK berada pada kategori sedang (59,9%), menandakan bahwa kesiapan belajar belum merata sepenuhnya. Temuan ini menguatkan teori Kesiapan Belajar yang menyatakan bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi oleh kesiapan fisik, mental, dan lingkungan belajar peserta didik. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa.
Factors Affecting the Effectiveness of CBT Implementation in Student Learning Evaluation Using UTAUT: A Case Study at SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak Marlina Dama Lero; Ardiyanto Dapadeda; Maria Wilda Malo
International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Vol. 6 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijsecs.v6i1.6600

Abstract

This study examines the digital transition in the student learning evaluation system at SMA Katolik Sint Pieter Waikabubak through the adoption of a Computer-Based Test (CBT) application. Although CBT has been in use since 2023, persistent issues — including unstable internet connections and limited exam monitoring features — have raised legitimate questions regarding its operational effectiveness. This study aims to evaluate the effectiveness of CBT in student learning assessments and to identify the factors that shape students' behavioral intention to use the system. A quantitative approach grounded in the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) was applied. The findings demonstrate that CBT adoption has measurably improved the transparency and accuracy of learning evaluations. Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, and Facilitating Conditions each exert a statistically significant effect on students' intention to use CBT, with Perceived Usefulness emerging as the strongest predictor. Age and gender were found to moderate several of these relationships. The results indicate that adequate school infrastructure and an accessible application interface are decisive factors in the success of exam digitization. Schools are advised to continue strengthening their technical and physical support systems to sustain long-term adoption of this technology.
PEMANFAATAN DIGITALISASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING KAIN TENUN SUMBA MELALUI WORKSHOP EDUKATIF Maria Wilda Malo; Paulino Lucky Puty; Katarina Yunita Riti; Roswita Sari Kaka; Noviana Martha Dimu; Lidia Lali Momo; Mirayana Rambu Wali; Yunita Pingge
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i2.2785

Abstract

Sumbanese woven fabric is a cultural heritage of high economic value, but MSMEs still face limitations in marketing that tend to be conventional, thus limiting market reach. This study aims to improve the understanding and skills of MSMEs in utilizing digital marketing to increase product competitiveness. The method used was a participatory approach through an educational workshop that combined lectures, discussions, practices, and mentoring involving 15 female MSMEs. The results showed a significant increase in the digital literacy of participants, where before the activity most did not understand digital marketing and had not used social media as a promotional tool, while after the activity 66.67% of participants successfully created a business Instagram account and began actively promoting woven fabric products. The conclusion of this study shows that the practice-based workshop approach accompanied by mentoring is effective in improving the digital capabilities of MSMEs, although the level of technology adoption is still at an early stage, so ongoing mentoring is needed to optimize the use of digital marketing in supporting the development of a creative economy based on local wisdom. ABSTRAKKain tenun Sumba merupakan warisan budaya bernilai ekonomi tinggi, namun pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan pemasaran yang cenderung konvensional sehingga jangkauan pasar menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digitalisasi pemasaran guna meningkatkan daya saing produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui workshop edukatif yang mengombinasikan ceramah, diskusi, praktik, dan pendampingan dengan melibatkan 15 pelaku UMKM perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital peserta, di mana sebelum kegiatan sebagian besar belum memahami digital marketing dan belum menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, sedangkan setelah kegiatan sebanyak 66,67% peserta berhasil membuat akun Instagram bisnis dan mulai aktif mempromosikan produk kain tenun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan workshop berbasis praktik yang disertai pendampingan efektif dalam meningkatkan kemampuan digital pelaku UMKM, meskipun tingkat adopsi teknologi masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan digital marketing dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Implementasi Aplikasi AR untuk Meningkatkan Pemahaman IPS Siswa Kelas VI SD Yulius Damma; Stefanus D.I.Mau; Maria Wilda Malo
Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika | E-ISSN : 3063-9026 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong lahirnya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual dalam dunia pendidikan dasar. Salah satu teknologi yang mulai banyak diterapkan adalah Augmented Reality (AR), yang mampu memadukan objek virtual tiga dimensi dengan lingkungan nyata secara real time melalui perangkat digital. Namun, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Negeri Kalimbu Tillu masih didominasi metode konvensional berbasis ceramah dan buku teks, sehingga menyebabkan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan aplikasi pembelajaran IPS berbasis Augmented Reality dengan pendekatan algoritma rendering objek 3D sederhana serta menganalisis peningkatan pemahaman belajar siswa kelas VI SD Negeri Kalimbu Tillu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) sebagai pendekatan pengembangan sistem, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi AR mampu memvisualisasikan materi IPS secara lebih konkret, menarik, dan interaktif, sehingga membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak seperti kenampakan alam dan buatan dengan lebih baik. Temuan ini memperkuat teori pembelajaran berbasis multimedia dan konstruktivisme yang menekankan pentingnya pengalaman belajar visual dan interaktif. Kesimpulannya, aplikasi Augmented Reality berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman belajar IPS siswa sekolah dasar. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan materi, melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, serta mengkaji dampak AR terhadap aspek afektif dan psikomotorik siswa.