Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAIL IDENTIFICATION BASED ON WEATHER FACTOR ANALYSIS AND HIMAWARI 8 SATELLITE IMAGERY (CASE STUDY OF HAIL ON 2ND MARCH 2021 IN MALANG INDONESIA) Marinda Nur Auliya; Aditya Mulya
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2021.v18.a3712

Abstract

A hail phenomenon occurred in Malang, Sumbermanjing Wetan District (8°6’S and 112°24’E) on March 2, 2021. According to the Regional National Disaster Management Agency, it was accompanied by heavy rain and strong winds, which caused several trees to fall, resulting in damage to people's houses (BNPBD, 2021). Hail is precipitation in the form of ice, usually an irregular round shape produced by cumulonimbus convective clouds (AMS, 2019). The research was conducted by examining global, regional, and local weather factors and analysing the cloud characteristics from satellite image data during hail events. Based on the analysis, it was found that ENSO, sea surface temperature anomalies, and MJO had no effect on the incidence of the hail. The streamline map showed the presence of shearlines and tropical cyclones around the Malang area, and the temperature significantly decrease from 07.00 UTC to 08.00 UTC of 4.4°C and from 08.00 UTC to 09.00 UTC of 3.6°C with significant increase in humidity from 07.00 UTC to 08.00 UTC of 10%. The cloud top temperature was analysed to be at the ripe stage at 07.40 UTC and 8.40 UTC, at -68.2°C.
Analisis Dinamika Labilitas Atmosfer Hujan Es berbasis Satelit, Model ERA-5, dan Observasi (Studi Kasus : Jawa Timur, 8 Oktober 2025 Carundyatama, Daniar Ihza; Anisa Nabilah; Ramadhan, Faiz Ahza; Achmad Zakir; Aditya Mulya
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 7 No. 1: April 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v7i1.47973

Abstract

Hujan es adalah fenomena cuaca langka yang terjadi di daerah tropis dengan proses fenomena ketika tetesan air di dalam awan konvektif mengalami pembekuan akibat suhu yang sangat rendah pada ketinggian troposfer atas, kemudian jatuh ke permukaan sebelum sempat mencair. Penelitian ini menganalisis kondisi atmosfer yang memicu terjadinya hujan es di Jawa Timur, khususnya Mojokerto, dan daerah sekitarnya pada tanggal 8 Oktober 2025. Analisis ini dilakukan melalui pendekatan multi-data, termasuk citra satelit dari Himawari-9, reanalisis ERA5, pengamatan radiosonde Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda. Analisis satelit menunjukkan perkembangan cepat awan konvektif dengan suhu puncak awan di bawah -60 °C, yang menandakan adanya awan cumulonimbus yang sangat dalam. Atmosfer ditandai dengan kelembaban tinggi di lapisan bawah, geseran angin vertikal yang kuat, serta konvergensi di lapisan bawah dan divergensi di lapisan atas. Indeks labilitas seperti K Index dan Total Totals Index menunjukkan bahwa atmosfer sangat kondusif untuk konveksi yang kuat. Analisis penampang vertikal ERA5 menunjukkan adanya aliran naik yang signifikan dan peningkatan kandungan es awan di lapisan tengah. Di sisi lain, diagram Skew-T menunjukkan CAPE rendah hingga sedang dengan CIN yang cukup besar, menunjukkan bahwa pemicu dinamis diperlukan untuk memicu konveksi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang mekanisme hujan es di daerah tropis.