Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dinamika Labilitas Atmosfer Hujan Es berbasis Satelit, Model ERA-5, dan Observasi (Studi Kasus : Jawa Timur, 8 Oktober 2025 Carundyatama, Daniar Ihza; Anisa Nabilah; Ramadhan, Faiz Ahza; Achmad Zakir; Aditya Mulya
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 7 No. 1: April 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v7i1.47973

Abstract

Hujan es adalah fenomena cuaca langka yang terjadi di daerah tropis dengan proses fenomena ketika tetesan air di dalam awan konvektif mengalami pembekuan akibat suhu yang sangat rendah pada ketinggian troposfer atas, kemudian jatuh ke permukaan sebelum sempat mencair. Penelitian ini menganalisis kondisi atmosfer yang memicu terjadinya hujan es di Jawa Timur, khususnya Mojokerto, dan daerah sekitarnya pada tanggal 8 Oktober 2025. Analisis ini dilakukan melalui pendekatan multi-data, termasuk citra satelit dari Himawari-9, reanalisis ERA5, pengamatan radiosonde Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda. Analisis satelit menunjukkan perkembangan cepat awan konvektif dengan suhu puncak awan di bawah -60 °C, yang menandakan adanya awan cumulonimbus yang sangat dalam. Atmosfer ditandai dengan kelembaban tinggi di lapisan bawah, geseran angin vertikal yang kuat, serta konvergensi di lapisan bawah dan divergensi di lapisan atas. Indeks labilitas seperti K Index dan Total Totals Index menunjukkan bahwa atmosfer sangat kondusif untuk konveksi yang kuat. Analisis penampang vertikal ERA5 menunjukkan adanya aliran naik yang signifikan dan peningkatan kandungan es awan di lapisan tengah. Di sisi lain, diagram Skew-T menunjukkan CAPE rendah hingga sedang dengan CIN yang cukup besar, menunjukkan bahwa pemicu dinamis diperlukan untuk memicu konveksi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang mekanisme hujan es di daerah tropis.
Klasifikasi dan Estimasi Ketinggian Planetary Boundary Layer (PBL) Menggunakan Data Radiosonde Carundyatama, Daniar Ihza; Anisa Nabilah; Yosafat Donni Haryanto
Jurnal FisTa Fisika dan Terapannya Vol 7 No 1 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Planetary Boundary Layer (PBL) is the atmospheric layer closest to the Earth’s surface that plays a crucial role in weather dynamics. This study aims to classify the types and estimate the heights of the PBL in three regions of Indonesia representing different latitudes using radiosonde data during the period of January–December 2024. Classification was performed using the Potential Temperature Difference (PTD) method, while PBL height estimation utilized the potential temperature gradient, relative humidity, and parcel methods. The results show that at 00:00 UTC, the PBL is dominated by a stable boundary layer (SBL), whereas at 12:00 UTC, there is an increase in variability with the emergence of a neutral boundary layer (NBL) and a convective boundary layer (CBL). Estimates of PBL height ranged from <500 m to >2000 m, with the lowest values generally occurring in the morning and the highest during the JJA period. This study demonstrates that PBL variability in Indonesia is controlled by diurnal cycles, latitudinal differences, and atmospheric thermodynamic conditions, and contributes to the understanding of PBL characteristics in tropical maritime regions.