Hujan es adalah fenomena cuaca langka yang terjadi di daerah tropis dengan proses fenomena ketika tetesan air di dalam awan konvektif mengalami pembekuan akibat suhu yang sangat rendah pada ketinggian troposfer atas, kemudian jatuh ke permukaan sebelum sempat mencair. Penelitian ini menganalisis kondisi atmosfer yang memicu terjadinya hujan es di Jawa Timur, khususnya Mojokerto, dan daerah sekitarnya pada tanggal 8 Oktober 2025. Analisis ini dilakukan melalui pendekatan multi-data, termasuk citra satelit dari Himawari-9, reanalisis ERA5, pengamatan radiosonde Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda. Analisis satelit menunjukkan perkembangan cepat awan konvektif dengan suhu puncak awan di bawah -60 °C, yang menandakan adanya awan cumulonimbus yang sangat dalam. Atmosfer ditandai dengan kelembaban tinggi di lapisan bawah, geseran angin vertikal yang kuat, serta konvergensi di lapisan bawah dan divergensi di lapisan atas. Indeks labilitas seperti K Index dan Total Totals Index menunjukkan bahwa atmosfer sangat kondusif untuk konveksi yang kuat. Analisis penampang vertikal ERA5 menunjukkan adanya aliran naik yang signifikan dan peningkatan kandungan es awan di lapisan tengah. Di sisi lain, diagram Skew-T menunjukkan CAPE rendah hingga sedang dengan CIN yang cukup besar, menunjukkan bahwa pemicu dinamis diperlukan untuk memicu konveksi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang mekanisme hujan es di daerah tropis.