Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN TENIS LAPANGAN BAGI MAHASISWA M. Fahri Arridho; Nurkadri; Mufti Abdillah; Chrystian Rambe; Angga Ardiansyah; Elpindo Supahman Padang
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v10i1.3101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan model pembelajaran keterampilan groundstroke pada mahasiswa pemain tenis pemula. Populasinya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Pelatih Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ilmu Keolahragaan, angkatan 2001 dan 2002 yang telah menyelesaikan mata kuliah wajib Tenis Lapangan. Sampelnya terdiri dari 22 siswa yang dipilih secara acak dari angkatan 2002 dan 26 siswa yang dipilih secara acak dari angkatan 2001 yang berjumlah 48 siswa. Mahasiswa pada tahun ajaran 2001–2002 mengikuti mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran terbuka, sedangkan mahasiswa pada tahun ajaran 2002–2003 mengikuti mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran tertutup. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) pemain tenis yang belajar menggunakan model terbuka dan yang belajar menggunakan model tertutup tidak memiliki perbedaan keterampilan groundstroke; dan (2) pemain dengan kemampuan koordinasi tinggi mempunyai kemampuan groundstroke yang lebih unggul dibandingkan pemain dengan kemampuan koordinasi tinggi. kemampuan koordinasi yang rendah, dan (3) pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan groundstroke siswa tidak dipengaruhi oleh kemampuan koordinasi.
MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN TENIS LAPANGAN BAGI MAHASISWA M. Fahri Arridho; Nurkadri; Mufti Abdillah; Chrystian Rambe; Angga Ardiansyah; Elpindo Supahman Padang
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v10i1.3101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan model pembelajaran keterampilan groundstroke pada mahasiswa pemain tenis pemula. Populasinya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Pelatih Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ilmu Keolahragaan, angkatan 2001 dan 2002 yang telah menyelesaikan mata kuliah wajib Tenis Lapangan. Sampelnya terdiri dari 22 siswa yang dipilih secara acak dari angkatan 2002 dan 26 siswa yang dipilih secara acak dari angkatan 2001 yang berjumlah 48 siswa. Mahasiswa pada tahun ajaran 2001–2002 mengikuti mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran terbuka, sedangkan mahasiswa pada tahun ajaran 2002–2003 mengikuti mata kuliah yang menggunakan model pembelajaran tertutup. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) pemain tenis yang belajar menggunakan model terbuka dan yang belajar menggunakan model tertutup tidak memiliki perbedaan keterampilan groundstroke; dan (2) pemain dengan kemampuan koordinasi tinggi mempunyai kemampuan groundstroke yang lebih unggul dibandingkan pemain dengan kemampuan koordinasi tinggi. kemampuan koordinasi yang rendah, dan (3) pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan groundstroke siswa tidak dipengaruhi oleh kemampuan koordinasi.
POLA RELASI MAHASISWA PEREMPUAN DENGAN DOSEN DAN MAHASISWA LAKI-LAKI DALAM DOMINASI MASKULIN M. Fahri Arridho; Mufti Abdilah; Chrystian Rambe; Angga Ardiansyah; Nurkadri
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Penjas
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jip.v10i2.3468

Abstract

Penelitian ini melihat interaksi antara mahasiswi Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan mahasiswa laki-laki. Teori Struktural Anthony Giddens digunakan dalam analisis penelitian ini. Selain itu, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan desain penelitian deskriptif untuk lebih memahami cara mahasiswa perempuan berinteraksi dengan instruktur laki-laki dan sesama mahasiswa. Pengumpulan data berlangsung dengan wawancara mendalam digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tampaknya terdapat pola yang seimbang dalam interaksi antara dosen perempuan dan mahasiswi selama perkuliahan. Meskipun demikian, pola hubungan yang timpang antara mahasiswi dengan dosen pembimbing nampaknya masih terjadi karena mahasiswa merasa terbebani dan terintimidasi selama proses pembimbingan skripsi. Sementara itu, terlihat adanya pola interaksi yang tidak merata antara siswa laki-laki dan perempuan saat belajar di kelas. Dapat dikatakan bahwa interaksi mahasiswa perempuan dengan mahasiswa dan dosen laki-laki dipengaruhi oleh faktor pemungkin dan penghambat.
Studi Tentang Pola Cedera Yang Sering Terjadi Pada Atlet Tenis Lapangan Dan Upaya Pencegahannya Mufti Abdillah; Jeremia Tarigan; M. Fahri Arridho; Edra Passaribu; Indah Khustul Khotimah; Nurkadri
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 7 No 1 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v7i1.5284

Abstract

Tenis lapangan merupakan olahraga dengan tuntutan kekuatan, kecepatan, daya tahan, koordinasi, dan konsentrasi tinggi. Gerakan berulang dan perubahan arah secara tiba-tiba membuat atlet rentan mengalami cedera, terutama pada lengan dan ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola cedera yang sering terjadi pada atlet tenis lapangan, faktor penyebabnya, dan upaya pencegahan yang dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 20 atlet Klub Tenis UNIMED yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cedera yang paling banyak dialami adalah tennis elbow (40%), cedera pergelangan tangan (25%), pergelangan kaki (20%), bahu (10%), dan lutut (5%). Cedera lebih banyak terjadi saat latihan (60%) dibanding pertandingan (40%). Faktor dominan penyebab cedera adalah teknik pukulan yang kurang tepat (45%), pemanasan yang tidak optimal (30%), kelelahan otot (15%), serta penggunaan raket yang tidak sesuai (10%). Upaya pencegahan yang dilakukan atlet meliputi pemanasan dan peregangan (85%), pendinginan (70%), latihan penguatan otot (60%), evaluasi teknik (50%), serta istirahat dan perawatan pascalatihan (40%), namun belum diterapkan secara konsisten. Penelitian menyimpulkan bahwa cedera pada atlet tenis lapangan berkaitan erat dengan faktor teknik dan kesiapan fisik. Penguatan otot spesifik, peningkatan kualitas pemanasan, serta pengawasan teknik dapat menjadi strategi pencegahan cedera yang efektif.