Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Karakter Bangsa dan Bela Negara: Menumbuhkan Identitas Kebangsaan dan Komitmen Nasionalisme Sitti Faridah; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Moch Afifuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5863

Abstract

Abstrak Jurnal ini membahas peran karakter bangsa dan bela negara dalam membentuk identitas kebangsaan dan memupuk komitmen nasionalisme. Identitas kebangsaan adalah konsep yang kompleks yang melibatkan faktor-faktor seperti sejarah, budaya, nilai-nilai, dan sikap yang mengikat warga negara dalam suatu negara. Bela negara, di sisi lain, merupakan kewajiban setiap warga negara untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara serta kepentingan nasional. Dalam penelitian ini, melakukan tinjauan literatur untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang karakter bangsa dan bela negara. Menganalisis berbagai teori dan konsep yang berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti pendidikan, budaya, dan pengalaman sejarah. Selain itu, kami mengkaji pentingnya bela negara dalam konteks modern dan bagaimana hal itu dapat memperkuat identitas kebangsaan. Hasil tinjauan literatur kami menunjukkan bahwa karakter bangsa yang kuat dapat membantu membangun identitas kebangsaan yang kokoh. Nilai-nilai seperti persatuan, solidaritas, toleransi, dan keadilan menjadi inti dari karakter bangsa yang berkembang. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa melalui pengenalan sejarah nasional, nilai-nilai budaya, dan pengembangan sikap kepedulian terhadap negara dan sesama warga negara. Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam upaya membangun karakter bangsa yang kuat dan komitmen kesadaran bela negara yang tinggi. Pendidikan nasional harus didesain untuk memasukkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai nilai dasar kesadaran bela negara sebagai bagian integral dari kurikulum. Selain itu, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait perlu mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kegiatan bela negara dan menciptakan kesempatan yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi aktif dan secara positif terhadap negara. Kata Kunci: Karakter bangsa , bela negara , Identitas Kebangsaan dan Nasionalisme
ANALISIS PEMBERDAYAAN PRAJURIT PEREMPUAN DALAM MISI PERDAMAIAN DUNIA (STUDI KASUS SATUAN TUGAS BATALYON GERAK CEPAT TNI KONTINGEN GARUDA XXXIX-C MONUSCO TA. 2021 - 2022) Eka Triastuti; Moch Afifuddin; Rudy Sutanto
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 2 (2026): 2026 Februari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i2.757

Abstract

Konflik berkepanjangan di Republik Demokratik Kongo mendorong keterlibatan komunitas internasional, termasuk Indonesia, dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui MONUSCO. Seiring berkembangnya mandat operasi perdamaian yang menekankan pendekatan human security, pemberdayaan prajurit perempuan menjadi elemen strategis dalam meningkatkan efektivitas misi, khususnya pada perlindungan masyarakat sipil, perempuan, dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan prajurit perempuan dalam misi perdamaian dunia dengan studi kasus Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat Tentara Nasional Indonesia Kontingen Garuda XXXIX-C MONUSCO Tahun Anggaran 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan dari unsur pimpinan TNI, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, serta prajurit perempuan yang terlibat langsung dalam penugasan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan landasan teori perdamaian, konsep pemberdayaan perempuan, dan teori optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan prajurit perempuan telah dilaksanakan melalui pelibatan dalam fungsi operasional, komunikasi sosial, dan kegiatan kemanusiaan. Kehadiran prajurit perempuan meningkatkan kepercayaan masyarakat lokal serta efektivitas penanganan isu sensitif berbasis gender. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan jumlah personel perempuan, hambatan budaya lokal, serta kebutuhan penguatan kebijakan dan pelatihan berperspektif gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan prajurit perempuan berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan misi perdamaian dan perlu dioptimalkan secara berkelanjutan.
Dampak Peristiwa Bandung Lautan Api pada Ketahanan Ekonomi dan Kondisi Sosial Masyarakat Bandung Ria Komara Dewi; Moch Afifuddin; Rudy Sutanto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8106

Abstract

Peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946 merupakan strategi bumi hangus dalam mempertahankan kemerdekaan yang berdampak besar terhadap ketahanan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat Bandung. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peristiwa tersebut terhadap ketahanan ekonomi serta perubahan struktur sosial masyarakat. Penelitian dilakukan di Kota Bandung dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan historis dan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumentasi arsip sejarah, literatur relevan, serta wawancara mendalam dengan narasumber ahli sejarah dan kemiliteran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa ini menyebabkan kelumpuhan aktivitas ekonomi, hilangnya mata pencaharian, serta kerusakan infrastruktur. Namun demikian, dari sisi sosial terjadi penguatan solidaritas, gotong royong, dan identitas kolektif. Kesimpulannya, Bandung Lautan Api tidak hanya berdampak pada disrupsi ekonomi, tetapi juga membentuk ketahanan sosial berbasis nilai perjuangan yang relevan bagi penguatan ketahanan nasional.
Karakter Bangsa dan Bela Negara: Menumbuhkan Identitas Kebangsaan dan Komitmen Nasionalisme Sitti Faridah; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Moch Afifuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5863

Abstract

Abstrak Jurnal ini membahas peran karakter bangsa dan bela negara dalam membentuk identitas kebangsaan dan memupuk komitmen nasionalisme. Identitas kebangsaan adalah konsep yang kompleks yang melibatkan faktor-faktor seperti sejarah, budaya, nilai-nilai, dan sikap yang mengikat warga negara dalam suatu negara. Bela negara, di sisi lain, merupakan kewajiban setiap warga negara untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara serta kepentingan nasional. Dalam penelitian ini, melakukan tinjauan literatur untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang karakter bangsa dan bela negara. Menganalisis berbagai teori dan konsep yang berkaitan dengan pembentukan karakter bangsa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti pendidikan, budaya, dan pengalaman sejarah. Selain itu, kami mengkaji pentingnya bela negara dalam konteks modern dan bagaimana hal itu dapat memperkuat identitas kebangsaan. Hasil tinjauan literatur kami menunjukkan bahwa karakter bangsa yang kuat dapat membantu membangun identitas kebangsaan yang kokoh. Nilai-nilai seperti persatuan, solidaritas, toleransi, dan keadilan menjadi inti dari karakter bangsa yang berkembang. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa melalui pengenalan sejarah nasional, nilai-nilai budaya, dan pengembangan sikap kepedulian terhadap negara dan sesama warga negara. Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam upaya membangun karakter bangsa yang kuat dan komitmen kesadaran bela negara yang tinggi. Pendidikan nasional harus didesain untuk memasukkan nilai-nilai kebangsaan dan nilai nilai dasar kesadaran bela negara sebagai bagian integral dari kurikulum. Selain itu, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait perlu mendorong partisipasi aktif warga negara dalam kegiatan bela negara dan menciptakan kesempatan yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi aktif dan secara positif terhadap negara. Kata Kunci: Karakter bangsa , bela negara , Identitas Kebangsaan dan Nasionalisme
Strategi Pemanfaatan UAV dan Informasi Geospasial untuk Deteksi Dini Tugas Pamrahwan TNI AD Alfa Erydani; Moch Afifuddin; Rudy Sutanto
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.9039

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik wilayah dan kebutuhan operasional deteksi dini, mengkaji pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan informasi geospasial, mengidentifikasi kendala pemanfaatannya, serta merumuskan strategi pemanfaatannya guna mendukung tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) TNI Angkatan Darat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif-deskriptif. Informan terdiri atas komandan pos, operator UAV, analis informasi geospasial, tokoh masyarakat, dan akademisi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik geografis Distrik Kenyam yang didominasi pegunungan dan hutan lebat membatasi pengawasan konvensional sehingga meningkatkan kebutuhan deteksi dini berbasis teknologi. Integrasi UAV dengan informasi geospasial memperluas cakupan pengawasan, mempercepat perolehan informasi, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, meskipun masih menghadapi kendala teknis dan nonteknis. Penelitian merumuskan strategi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, modernisasi UAV, integrasi data real-time, penguatan sistem informasi geospasial, penyempurnaan prosedur operasional, serta penguatan dukungan kelembagaan.
Strategi Peningkatan Kemampuan Analisis Intelijen Prajurit Deninteldam IV/Dip Mendukung Satgas Pamtas Mobile di Papua Aji Danar Yudha Ketawang; Moch Afifuddin; Rudy Sutanto
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.9042

Abstract

Papua merupakan wilayah strategis dengan ancaman multidimensional yang menuntut kemampuan analisis intelijen yang adaptif dan akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan analisis intelijen prajurit Deninteldam IV/Dip serta merumuskan strategi peningkatannya dalam mendukung tugas Satgas Pamtas Mobile di Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan desain studi kasus instrumental, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan analisis intelijen berperan penting dalam memberikan peringatan dini, memetakan ancaman, dan mendukung pengambilan keputusan operasi, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, pengalaman lapangan, serta integrasi data lintas satuan. Strategi peningkatan yang direkomendasikan meliputi penguatan pendidikan berbasis daerah operasi, penguasaan teknologi intelijen modern, pembinaan berbasis kompetensi, spesialisasi personel, serta penguatan koordinasi lintas satuan dan lembaga intelijen guna mendukung keberhasilan operasi Satgas Pamtas Mobile di Papua.