Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KELELAHAN DAN STRES KERJA TERHADAP PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM Armanda Prima; Ripai Siregar; Muhraza Siddiq; Evfy Septriani Br Ginting; Rizliana Anggita
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v6i1.1595

Abstract

Fatigue means a gradual decrease in efficiency, work capacity and physical endurance, which affects the ability to maintain necessary activities. Many factors contribute to burnout, including environmental conditions, age, workload, working hours, and stress. Among them, work stress is the main problem in hospital HR management and represents overwhelming pressure from internal and external sources. The research used an analytical observation method and a cross-sectional approach, which allows simultaneous measurement of cause and effect variables in the same context. Notoatmodjo defines a cross-sectional study as the study of the dynamic correlation of risk factors and their effects using observational and data collection techniques at a specific point in time. The findings show that there is a relationship between work fatigue and work stress in Grandmed Lubuk Pakam Hospital Bed Ward in 2022 with a P value of 0.024. In addition, 55% of 22 respondents experienced fatigue, while 30 respondents showed signs of stress.
Deli Husada Edukasih Budaya Keselamatan pasien di UPTD Puskesmas Deli Tua Tahun 2022 Katarina Julike; Nadya Juliesti; Rizliana Anggita
Pengabdian Deli Sumatera Vol 3 No 2 (2024): Artikel Pengabdian Juli 2024
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi budaya keselamatan pasien di UPTD Puskesmas Deli Tua tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik yang berfokus pada enam sasaran keselamatan pasien. Data dikumpulkan menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara kepada tenaga kesehatan dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi budaya keselamatan pasien mampu meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dari 70% menjadi 90% serta meningkatkan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), seperti identifikasi pasien yang benar (dari 75% menjadi 95%) dan pencegahan infeksi (dari 70% menjadi 85%). Tingkat kepuasan pasien juga meningkat dari 80% menjadi 92%, sementara insiden keselamatan pasien menurun dari 8 kasus menjadi 3 kasus per bulan setelah pelaksanaan edukasi. Kesimpulannya, edukasi budaya keselamatan pasien secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menurunkan risiko insiden keselamatan pasien. Program edukasi berkelanjutan perlu diterapkan untuk menjaga keberlanjutan budaya keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.