Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ONTOGENICAL OBSTACLE PESERTA DIDIK DALAM MEMPELAJARI HUBUNGAN ANTAR SUDUT SALING BERPENYIKU KELAS VII SMP Ayathollah Khomeni; Yuni Rhamayanti
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 1 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i1.%p

Abstract

Abstract Mathematics consists of several sections of science concentration, one of which is geometry. Lines and angles are the most basic geometric material studied by students at the Junior High School (SMP) level in class VII. Lines and angles are basic material that is very important for students to understand as a basis for understanding subsequent geometry material. Ontogenic obstacles (ontegic obstacles) are one of the obstacles related to students' mental readiness in terms of the limited knowledge possessed by students, both in terms of application context and in terms of cognitive maturity in accepting new knowledge. The aim of the research is to analyze the types of ontogenic obstacles identified by students in learning the material about lines and angles in the sub-discussion of angles. The method used in this research is a qualitative method with a Didactical Design  Research model approach through retrospective analysis. Data collection in research applies triangulation techniques, namely through observation, documentation and interviews. The results of this research indicate that students experience learning obstacles of the ontogenic type in learning the relationship between angles at angles school in line and angle material class VII SMP.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS: ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PADA MATERI HOTS SMP Ayathollah Khomeni; Yusup Junaedi; Yugi Hilmi; Rahmatika Elindra
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 9 No 2 (2026): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/mathedu.v9i2.8186

Abstract

This study aims to analyze the problem-solving and critical thinking abilities of prospective mathematics teachers in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) problems on lines and angles through error analysis. The study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of 20 fourth-semester students of the Mathematics Education Study Program at Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Data were collected through HOTS geometry tests, task-based interviews, and documentation of students’ written work. Error analysis was conducted using Newman’s Error Analysis (NEA), while critical thinking and problem-solving abilities were analyzed using the FRISCO and Krulik-Rudnick frameworks. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students’ abilities were still in the moderate to low category. The dominant errors occurred at the transformation and process skills stages, indicating difficulties in converting visual representations into mathematical models and selecting appropriate solution strategies. In addition, students demonstrated weaknesses in critical thinking, particularly in reasoning, inference, and overview indicators. These errors were influenced by epistemological and ontogenic obstacles related to weak spatial ability and conceptual understanding of geometry. Therefore, HOTS-based learning emphasizing visualization, critical thinking, and systematic problem-solving is needed to improve prospective teachers’ mathematical abilities.
PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG AMAN DAN NYAMAN Muchtar Dauri Parlaungan Siregar; Taufik Hidayat Harahap; Aisah Siregar; Alya Arisya Batubara; Hotri Yati Siregar; Salsa Nabila Harahap; Diah Admawiyah Harahap; Puspa Sari Siregar; Diah Nanda Amelia Siregar; Aysah Ramadani Siregar; Ummul Mawaddah; Ayathollah Khomeni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1199

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik sekolah dasar. Perilaku tersebut dapat berbentuk kekerasan fisik, verbal, sosial, maupun tindakan lain yang menyebabkan korban merasa takut, tertekan, atau tidak dihargai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai perilaku bullying serta mendorong terbentuknya interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SDN 100308 Panompuan, Desa Panompuan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan sasaran peserta didik sekolah dasar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, identifikasi kasus, dan simulasi sederhana mengenai pencegahan bullying. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap keterlibatan peserta dan respons peserta didik terhadap materi serta kasus yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respons positif dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam mengenali pengertian, bentuk, dampak, serta tindakan yang tepat untuk mencegah bullying. Peserta didik juga diarahkan untuk mengembangkan sikap saling menghargai, empati, kepedulian, dan keberanian melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pencegahan bullying dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Keberlanjutan program melalui pembiasaan perilaku positif dan keterlibatan seluruh warga sekolah diperlukan agar upaya pencegahan bullying dapat berlangsung secara konsisten.
PENGUATAN LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM POJOK BACA CERIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Inra Saputra; Syaputra Halomoan; Nurmala Nasution; Wahida Fitri Harahap; Marihati Mendrofa; Oktawina Ramadhita; Rizky Syakila Pane; Bintari Ramadani; Nia khairani; Mira Amelia; Ayathollah Khomeni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1205

Abstract

Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar karena berperan dalam mendukung proses belajar dan perkembangan pengetahuan siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan literasi anak melalui program “Pojok Baca Ceria” untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa di MIN 3 Tapanuli Selatan. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendampingan yang dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Program diwujudkan melalui penyediaan dan penataan ruang baca, penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik siswa, kegiatan membaca mandiri dan bersama, read aloud, tanya jawab, serta menceritakan kembali isi bacaan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket minat membaca, tugas membaca pemahaman, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dan peningkatan keterlibatan siswa dalam aktivitas membaca. Siswa lebih antusias memilih dan membaca buku serta berpartisipasi dalam kegiatan memahami dan menceritakan kembali isi bacaan. Program “Pojok Baca Ceria” juga memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan literasi yang lebih menarik dan mendukung pembiasaan membaca di sekolah. Keberlanjutan program melalui pendampingan guru dan pemanfaatan pojok baca secara rutin diperlukan agar budaya literasi dapat berkembang secara berkelanjutan.